Karya : Nindia Pitaloka @mbanindiini
Hallo teman-teman pejuang kampus impian, kenalin aku Nindia Pitaloka, mahasiswa semester 3 di UIN Raden Mas Said Surakarta. Aku mau cerita tentang perjuanganku meraih kampus impian yang selalu aku doakan, aku usahakan, dan aku banggakan. Jadi pada tahun 2023 aku lulus sekolah di MAN 4 Ngawi dan aku memiliki tujuan untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri, sebelum berakhir masa sekolah di MAN 4 Ngawi aku selalu belajar dan mencari kompetisi seperti mengikuti olimpiade tingkat nasional, dan ternyata aku sering mendapatkan penghargaan dari pihak penyelenggara kompetisi tersebut dan prestasiku sangat diapresiasi oleh bapak ibu guru karena telah membawa nama baik sekolahan. Dan selain belajar di kelas, aku setelah pulang sekolah selalu menyempatkan waktu luang untuk belajar dari bimbingan belajar online, belajar dari Buku KING SNBT, dan juga mencari tips dan trik untuk lolos PTN yang aku inginkan dari media sosial seperti dari tiktok, youtube dan juga Instagram. Karena dengan adanya media sosial membuatku tidak tertinggal informasi seputar PTN dan selalu memberikan edukasi yang sangat bermanfaat. Aku selalu belajar setelah pulang sekolah, dan sebelum tidur aku selalu latihan mengerjakan soal dari buku yang setiap hari aku pelajari yaitu Buku KING SNBT dan juga latihan dari soal yang ada di youtube, karena jika hanya mengandalkan materi yang diajarkan di sekolahan aku rasa belum cukup untuk menghadapi tes untuk lolos di PTN. Sehingga aku selalu belajar sendiri di rumah supaya ada bekal dan pemahaman tambahan untuk persiapan mengikuti tes PTN se-indonesia, dan sejak kelas 11 aku sudah memiliki planning untuk memikirkan pendidikan dan masa depan. Jadi aku sering menayakan kepada kakak kelas mengenai apa saja yang harus dipersiapkan ketika mengikuti seleksi PTN dan mereka sangat baik karena mau berbagi pengalamannya, sehingga aku sudah memiliki pandangan dan selalu bersemangat untuk meraih PTN yang aku inginkan. Dan saat kelas 12 aku sering mengunjungi di ruang bimbingan konseling untuk sharing kepada ibu guru dan mereka selalu memberikan afirmasi positif kepadaku bahwa “kamu pasti bisa meraih PTN yang kamu inginkan itu, asal kamu terus belajar dan berdoa pasti apa yang kamu harapkan akan terwujud pada dirimu”. Dan pada saat itu, aku terpilih menjadi siswa eligible yaitu siswa yang memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Dan beberapa kampus yang aku inginkan yaitu Universitas Gajah Mada, Universitas Sebelas Maret dan juga Universitas Negeri Malang. Setelah adanya pengumuman bahwa aku terpilih menjadi siswa eligible tersebut, akhirnya aku mendaftar SNBP dan memilih dua PTN dan juga dua prodi yaitu pilihan pertamaku Universitas Sebelas Maret dengan Program Studi Guru Sekolah Dasar. Dan pilihan keduaku yaitu Universitas Negeri Malang dengan Program Studi yang sama yaitu Guru Sekolah Dasar. Dan pada tanggal 28 maret 2023 adalah pengumuman SNBP dan aku ditolak dari kedua PTN tersebut, aku merasa kecewa karena telah gagal memperjuangkan PTN yang aku inginkan. Dan aku tidak putus asa karena masih banyak jalur untuk mendapatkan PTN tersebut. Tetapi niatku untuk memperjuangkan Universitas Sebelas Maret dan juga Universitas Negeri Malang sudah memudar sehingga aku mencoba mendaftar jalur SPAN-PTKIN yaitu jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, dan aku memilih dua PTN dan juga dua Program Studi yaitu pilihan pertamaku di UIN Raden Mas Said Surakarta dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Dan pilihan keduaku yaitu di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Dan pada tanggal 03 April 2023 adalah pengumuman SPAN-PTKIN dan akhirnya aku lolos pada pilihan pertama yaitu di UIN Raden Mas Said Surakarta dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Dengan rasa penuh bangga dan sangat bersyukur karena aku telah terpilih di kampus yang aku inginkan, meskipun banyak perjuangan dan air mata karena takut ditolak lagi dan pada hari itu air mata bahagia jatuh bercucuran, dan semua ini karena semangat yang diberikan dari teman-teman seperjuangan dan juga dari orang tua yang selalu mendukung anaknya untuk sukses. Dan aku belajar dari kegagalan, bahwa jika kita telah gagal dari PTN sebelumnya ternyata memang hal itu belum terbaik untukku dan skenario tuhan selalu baik karena dengan PTN yang aku pilih sekarang ini membawaku banyak pembelajaran dan juga ilmu agama yang sangat baik. Aku sangat bersyukur karena telah berhasil mendapatkan apa yang aku inginkan dan ini sebuah privilege yang tidak semua orang bisa merasakan bangku kuliah. Dan aku akan berjanji untuk menyelesaikan pendidikanku untuk kedua orang tuaku yang telah berhasil mendidik aku sampai sarjana dan hingga sukses nanti.

