Aku Matahari yang Ingin Menjadi Bintang Demi Almamater ITS

Hai, kenalin aku Putri Davi Ilmaya, akrab di panggil Davi. Tapi terkadang ada yang memanggilku Avi ataupun Dapi, terserah kalian deh mau manggilku apa, yang penting jangan Putri, OK!!

Aku lahir di Sidoarjo, berzodial piscess yang dilambangkan dengan Matahari. Yang dimana itu artinya adalah seseorang yang selalu mengasihi dan memberi kenyamanan buat sekitarnya. Tapi aku tidak ingin menjadi matahri, sebab kata orang matahari akan digantikan oleh bintang, dan bintanglah yang memiliki sinar yang indah. Berbeda dengan matahri yang sinarnya membakar kulit saat siang hari. Dan satu lagi aku tidak mau menjadi matahri karena aku tidak mau mendengar kata-kata ini:

“Matahari itu cuma bisa membuat kulit kita gelap”

“Matahari tidak pernah dianggap, tetapi ia hanya dijadikan bahan butuh-butuhan saja”

 Tidak enak bukan jadi matahari, padahal ia yang memberi penerangan tapi ia hanya dianggap jika dibutuhkan saja. Jika tidak dibutuhkan ia akan diabaikan dan semua akan melihat bintang dan bintanglah yang selalu ditunggu-tunggu.  Dan satu lagi, aku kesal sebab hanya dimanfaatkan saja, selalu diremehkan dan disepelehkan.

Maka dari itu sejak kecil, aku memiliki cita-cita menjadi seorang bintang bukan matahari. Tapi cita-citaku adalah ingin menjadi seseorang yang bermanfaat dengancara membagikan ilmu kepada semua orang agar Indonesia tidak menjadi negara yang tingkat kebodohannya itu tinggi. Dengan tujuan itu aku tetap menjadi matahari agar bisa membuktikan bahwa matahri tidak kalah bersinar indah dengan bintang. Sebab dengan cahayanya yang hangat, seperti mentari, selalu ingin menerangi kehidupan orang lain. Setiap kali melihat anak kecil yang tidak bisa membaca, hatiku terenyuh dan aku bertekad untuk membantu mereka. Mimpi itu semakin membara saat aku menginjak bangku SMA.

Kata orang aku adalah siswa yang cerdas. Aku selalu berada di peringkat atas di kelas. Namun, aku sadar bahwa kecerdasan saja tidak cukup. Persaingan untuk masuk fmenjadi maba di gerigi ITS itu tak semudah itu. Aku selalu belajar di jam 11 malam dan berhenti di jam 1 pagi. Hal itu kulakukan demi tujuan ku kampus PTN. 

Setiap hari, aku menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar. Buku-buku bekas menjadi teman setiaku. Iya benar buku bekas, sebab ayah ku hanya seorang tukang las dengan gaji ratusan ribu dan ibuku seorang buruh cuci dari rumah-kerumah. Karena pemerjaan orang tuaku, terkadang aku berfikir bahwa orang-orang yang meremehkanku itu benar. Sebab aku dari keluarga yang gak mampu atau kata mereka aku miskin. Tapi aku tetap berusaha untuk mengubah hidupku makannya aku bekerja dan bekerja sama dengan teman-temanku lainnya yang kaya. Mereka ingin aku mengajari matematika, tapi mereka harus membayarku dengan meminjami buku-buku dari les-les ternama dan mahaldan dari buku itu aku bisa belajar untuk menyiapkan UTBK. Sebab lolos jalur undangan itu hanya sekedar hadia atau bonus kita atas kerajinan selama 3 tahun di SMA. Tapi UTBK kita bisa mengusahkan jurusan yang kita inginkan.

Namun, di tengah perjuangannya itu, Aku juga harus menghadapi berbagai rintangan. Ada tekanan dari orang tua yang menginginkan yang terbaik untuknya, ada godaan untuk bersenang-senang bersama teman-teman, dan ada pula keraguan diri yang kadang-kadang menghampiriku. Tapi aku selalu ngomong bahwa “Aku bisa kok,” untuk menyemangati diriku sendiri. 

Tapi yang buat aku sedih selama aku menjadi matahari untuk menjadi bintang adalah orang tuaku tidak pernah mendukungku. Mereka selalu bilang bahwa aku akan gagal dan hanya buang-buang waktu saja. Wajar sih mereka bilang itu, sebab kita gak punya duit jadi yaaa mau gimana lagi.setiap hari di kelas 11 pulang sekolah aku mulai bekerja, aku bekerja menjaga kedai makanan. Meskipun semua mengejekku tapi ituku lakukan sebagai uang tambah-tambah persiapan kuliah.

Waktu demi waktu berlalu. Hari seleksi SNBP 2-23 semakin dekat. Aku semakin merasa gugup. aku takut jika gagal mencapai mimpinya. Namun, aku berusaha untuk tetap tenang dan percaya diri. Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Aku daftar SNBP dengan pilihan pertamaku adalah ITS dan kedua adalah UNESA. Tapi saat 28 maret, pengumuman aku dinyatakan gagal, rasanya sedih sekali tapi aku tetap mencari info kampus lainnya, sebab aku berfikir saat itu “Jika ITS bukan perjalananku, maka aka ku coba di jenjang berikutnya yakni S2”. Maka dari itu aku menggunakan tabungan dari hasil kerja untuk membeli formular pendaftaran.

Awalnya aku daftar di UGM utul, dan PBUTM, dua-duanya ditolak.

Kemudian ku lanjut mendaftar di Udayana dan UB, dan jawab yang ku dapat adalah kata semnagat atau gagal lagi.

Terakhir aku daftar di ITS dan ITB jalur mandiri prestasi 0 uang pangkal, dan UTBK.

Hari yang ditunggu-tunggu tiba, aku memilih UPN Veteran Jatim sebagai lokasi UTBK dengan tujuan kampu yang ku pilih adalah ITS dan UPN sendiri. Dan ssaat UTBK dimulai aku mengerjakan di hari kedua, aku mengerjakan soal ujian dengan sekuat tenaga tanpa memikirkan hasilnya apa yang kudapat nanti. Setelah ujian selesai, aku merasa lega namun sekaligus penasaran. aku tidak sabar ingin mengetahui hasil UTBK dan jalur lainnya.

Beberapa minggu kemudian, pengumuman hasil SNBT2023 pun keluar. Dengan jantung berdebar kencang, Setelah shalat aku membuka situs pengumuman. Danyang kubaca kata pertama kali adalah selamat dan seketika aku membuka mata dan aku teriak dengan menangis. Iya benar, aku berhasil diterima di ITS jalur SNBT, dan bukan hanya itu saja aku juga diteriam di ITB.

Air mata haru mengalir di pipiku pada saat itu. Semua perjuangannya selama ini akhirnya membuahkan hasil. aku memeluk erat buku-buku bekas yang diberikan teman-teman ku dan fotocopyan dari buku mereka. aku tahu bahwa tanpa dukungan mereka, aku tidak akan bisa mencapai kesuksesan ini.

Aku segera memberitahu pada ibuku, tapi responnya buruk sebab ibuku tidak ada uang untuk membayarnya. Dan saat aku bilang pada ayahku , respon yang kudapat juga sama. Ya tuhan apa lagi ini……….?

Aku pergi kekamar dan mencoba menenangkan pikiranku. Dan saat aku tenang aku mencoba daftar ulang dan melihat berapa UKT yang kudapat, dan aku harus berfikir bagaimana uang makan dan kos dan lainnya. Dan setelah ku rancang, yang paling murah adalah ITS, meskipun di ITB kau mendapat UKT golongan 1 adalah 4jt, tapi ITS 1jt. Maka dari itu aku memilih ITS, dan ITB juga jauh sekali aku tidak ada biaya untuk berangkat. Tapi aku bertekat bahwa nanti jika aku diberi rizki aku akan lanjut S2 di ITB.

Setelah itu, dalam waktu 6 hari aku harus mencari uang 1jt tanpa meminta ayah atau ibuku. Ibuku hanya memberiku 50 ribu dan ayahku memberi 250 ribu. Sisahnya aku aku gunakan tabungan sisa-sisa uang pendaftaran. Meskipun itu uang tetap kurang, aku harus rela keliling untuk menjual mie pedas lewat online. Dan ayah ku bertanya, kenapa kok masih berjualan, katanya bayar Cuma 400 ribu saja. Iya benar aku berbohong agar mereka tidak memikirkan itu. Agar mereka tidak khawatir untuk aku pergi kuliah. Setelah uang kekumpul aku lega dan aku segera membayarkannya. Saat itu aku merasa malu, sebab uang ku receh bukan ratusan atau puluhan, tapi tidak ap aini demi masadepan ku. Aku harus mencari beasiswa , 

harus dapat, 

tuhan bantu aku, 

tolong………..

Perjuanganku sebagai anak matahari tidak berhenti sampai di sini. Masih banyak tantangan yang harus ia hadapi di masa depan. Namun, aku yakin bahwa dengan semangat dan kerja keras, aku akan mampu mewujudkan cita-citanya menjadi seorang berguna bagi banyak orang.




Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.