PERJUANGAN YANG AKAN SELALU MENJADI MOTIVASI

NAMA : BUNGA NAYLA HUSEN

Saya adalah anak yang sedari kecil dididik untuk menjadi anak yang mandiri, saya adalah anak yang sedari kecil dididik untuk menjadi anak yang berpendidikan tinggi. Sejujurnya disaat saya sadar bahwa saya sedang di didik untuk menjadi anak yang mandiri dan berpendidikan tinggi, saya sempat berfikir “sebenarnya untuk apa semua ini?”, dan itu adalah sekilas pemikiran saya tentang parenting orang tua saya ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar ( SD ).

Saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar saya belum begitu paham tentang bagaimana caranya menjadi orang yang memiliki motivasi yang tinggi, saya belum paham bagaimana caranya memperjuangkan pendidikan untuk masa depan, dan saya juga belum paham bahwa ternyata menjadi siswa/i berprestasi adalah hal yang penting dan sangat dibutuhkan bagi banyak pihak. Akibat dari ketidak pahaman saya saat itu saya pribadi merasa sangat menyesal, menyesal mengapa disaat itu saya hanya bisa bermain dengan teman-teman saya, saya menyesal mengapa disaat itu saya kurang memperhatikan perkembangan nilai-nilai saya di sekolah, saya menyesal mengapa disaat itu saya bersikap tidak acuh pada pendidikan saya.

Ketika saya menyadari bahwa dimasa itu saya berada di dalam pemikiran saya yang kurang tepat, akhirnya saya mencoba beralih ke pemikiran yang lebih terbuka lagi atau bisa kita sebut dengan open minded. Dengan diri saya yang mencoba open minded saat itu, saya mencoba memikirkan bagaimana caranya saya mampu memperjuangkan apa yang saya impikan dimasa depan nanti, saya mencoba untuk terus eksplore kemauan saya sendiri untuk memiliki masa depan yang diharapkan nantinya.

Saat saya memasuki sekolah menengah pertama ( SMP ), saya mencoba untuk memulai sesuatu yang baru, saya belajar dari hal-hal sebelumnya bahwa saya tidak boleh bersikap tidak acuh pada pendidikan dan nilai nilai saya agar saya tidak memiliki rasa menyesal karna tidak pernah mencoba memahami hal yang sangat perlu dipahami.

Di sekolah menengah pertama ( SMP ) saya mencoba menjadi siswa yang aktif baik di akademik maupun non akademik. Hal yang saya lakukan untuk menjadi siswa yang aktif dalam akademik adalah dengan cara aktif bertanya dan menjawab kepada guru yang sedang mengajar dikelas, lalu saya selalu berusaha mengerjakan tugas tepat waktu, saya juga berusaha tidak bergantung pada teman teman saya perihal tugas dan lain sebagainya, karna saya berpikir untuk apa bergantung kepada mereka perihal itu semua jika saya sendiri pun bisa melakukannya?, maka dari itu saya selalu mencoba meyakini diri saya sendiri bahwa saya bisa untuk melakukan itu semua. Kemudian hal yang saya lakukan untuk menjadi siswa yang aktif dalam bidang non akademik ialah saya mengikuti berbagai macam organisasi dan ekstrakurikuler seperti organisasi siswa intra sekolah ( OSIS ), pramuka, basket, dan english club.

Dilihat dari banyaknya kegiatan yang saya ikuti pada saat itu membuat orang-orang yang mengenal saya beranggapan bahwa saya anak yang sangat gila peringkat, prestasi, pendidikan dan pujian. padahal saya melakukan itu semua karna saya sendiri ingin memiliki relasi yang lebih luas mengenai banyak hal, saya ingin mendapatkan banyak pelajaran dari banyak hal, saya ingin mendapatkan banyak pengalaman dari banyak hal yang selalu saya coba dan saya ikuti, jadi saya mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut bukan semata-mata hanya ingin dipandang sebagai siswa aktif saja, pastinya saya memiliki prinsip sendiri untuk memilih pilihan yang terbaik bagi kehidupan saya saat itu, saat ini, dan saat yang akan datang.

Saya akui, di saat saya duduk di sekolah menengah pertama ( SMP ) ini saya menemukan jati diri saya sendiri, yang tadinya saya seorang anak yang tidak mempunyai mimpi yang benar-benar ingin dicapai, yang tadinya saya seorang anak yang bersikap tidak acuh pada pendidikan, yang tadinya saya seorang anak yang sangat minim relasi dan motivasi pada akhirnya saat saya duduk di bangku sekolah menengah pertama ( SMP ) ini saya memiliki mimpi yang sangat saya ingin wujudkan. Saya yang saat itu menjadi seorang anak yang lebih peduli terhadap pendidikan, dan juga saya menjadi seorang anak yang selalu ingin mengeksplorasi banyak relasi, motivasi dan pengalaman.

Mimpi atau cita cita saya yang saya inginkan sejak sekolah menengah pertama ( SMP ) itu ialah menjadi seorang Psikolog, dan saya juga mempunyai mimpi untuk berkuliah dengan masuk ke dalam jurusan psikologi. Tentunya mimpi yang saya idam-idamkan ini memiliki arti dalam hidup saya, dan juga saya memiliki alasan mengapa saya sangat menginginkan profesi tersebut.

Alasan saya sangat ingin menjadi psikolog adalah saya ingin memiliki profesi yang sangat diperlukan/dibutuhkan bagi banyak orang, dan profesi sebagai psikolog ini termasuk kedalam profesi yang sangat teramat dibutuhkan bagi banyak orang. Alasan lain yang membawa saya untuk menginginkan profesi ini adalah, saya sangat senang ketika saya menjadi pendengar seseorang, saya juga mampu untuk memberikan masukan, saran, motivasi kepada orang yang sedang mengekspresikan emosionalnya di depan saya, dan juga alasan lain saya sangat ingin menjadi seorang psikolog adalah saya sangat ingin mempelajari tentang mentalitas manusia, saya sangat ingin mempelajari kehidupan individual seseorang, saya sangat ingin memotivasi banyak orang dengan afirmasi yang akan saya berikan nantinya.

Mimpi saya untuk menjadi seorang psikolog akan terus saya kejar hingga saya bisa mewujudkannya, saya selalu meyakinkan diri saya untuk terus berjuang untuk mewujudkan mimpi saya tersebut, karna saya tahu mengejar mimpi atau keinginan tidak semudah membalikkan telapak tangan, maka dari itu saya terus meyakinkan diri saya untuk mencapai titik tersebut.

Ketika saya sudah menemukan jati diri saya di sekolah menengah pertama ( SMP ), dan hal hal positif yang saya lakukan disaat itu, itu semua menghasilkan sebuah prestasi yang tidak saya sangka sangka, seperti saya menjadi siswa yang selalu masuk 10 besar di kelas, saya yang dipercaya menjadi inti dalam organisasi, saya yang dipercaya menjadi pemimpin dalam ekstrakurikuler, dan banyak hal lainnya. Dan itu semua bagi saya adalah pengalaman yang sangat berharga, pengalaman yang akan selalu saya ingat, pengalaman yang akan selalu saya jadikan motivasi disetiap saat, karna saya tahu betul bagaimana perjuangan saya untuk mendapatkan itu semua.

Kemudian ketika saya masuk ke sekolah menengah kejuruan ( SMK ) saya memutuskan untuk tidak mengikuti organisasi apapun, bukan tanpa sebab, alasan saya berhenti mengikuti berbagai organisasi dan ekstrakurikuler ialah saya ingin fokus untuk meningkatkan prestasi akademik saya tanpa adanya bentrokan dari kegiatan manapun, karna sejujurnya saat saya mengikuti berbagai organisasi dan ekstrakurikuler di SMP saya kurang efisien dalam pembelajaran di kelas, dan itu sedikit mengganggu waktu belajar saya dan mengganggu kekondusifan saya dalam belajar. Maka dari itu saya memutuskan untuk fokus dalam prestasi akademik saja. 

Motivasi saya untuk bisa sampai dititik ini adalah saya selalu menjadikan hal-hal yang lalu sebagai pelajaran bagi saya untuk hal dimasa yang akan datang, kemudian saya juga selalu mencari afirmasi dari berbagai sumber untuk menjadikan itu sebagai motivasi saya dalam belajar dan mengejar mimpi-mimpi saya. 

Semua pengalaman yang sudah pernah saya lewati adalah jawaban dari pertanyaan yang sempat saya pertanyakan pada saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar ( SD ).

Keinginan saya saat ini adalah saya sangat berharap bisa masuk ke PTN/PTS terbaik di Indonesia dengan nilai-nilai dan prestasi saya sendiri, saya akan terus mencoba segala cara baik untuk mendapatkan apa yang saya inginkan untuk masa depan saya nanti.

Saya percaya, apapun hasil yang akan saya dapatkan nantinya itu tidak akan membuat saya rugi, karna perjuangan saya untuk menggapai semuanya penuh dengan pengalaman, motivasi, dan pelajaran yang dimana itu akan menjadi bekal untuk masa depan saya.


Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.