Lakara yang Ingin Berlayar Bebas

(RAYAINBEBAS)

Apakah bisa perahu kecil ini berlayar bebas dilautan yang luas? Perahu ini adalah seorang anak yang bercita-cita untuk pergi berlayar mengejar mimpinya di universitas negeri Jakarta. Melawan berbagai jenis ombak yang dilaluinya. Menangis? rasanya seperti makanan sehari-hari, bukankah ini waktu  terbaik untuk menyerah?

Tidak, walaupun ombak menerjang jauh kapal kecil hingga ke pesisir Pantai untuk ke sekian kalinya aku katakan tidak menyerah pada diri ini.melihat kebelakang adalah salah satu jalan terbaik untuk melihat seberapa jauh perjuangan hingga dititik ini.

Bermula Ketika aku berada dikelas 10 bercita-cita untuk belajar di negara luar  tanpa memiliki pengetahuan bagaimana belajar dinegara luar. Terjatuh sakit menjadi alasan menundanya saat itu Universitas negeri Jakarta menjadi pilihan yang aku tetapkan untuk menempuh sarjana.

Faktanya sekolah terlambat mendata muridnya sehingga aku tidak dapat mengikuti seleksi nasional berbasis prestasi mengikuti berbagai lomba, menjadi ketua kelas serta mengikuti organisasi saya rasa ini merupakan kemajuan. Dimana sebelumnya perahu kecil ini takut untuk berlayar.

 Akan tetapi, Sekolah mendukung penuh untuk mengikuti ujian tulis berbasis komputer. Menangis menjadi alasan utama Ketika orang tua mengatakan “tidak” dalam mengikuti ujian tulis berbasis computer. membujuk dengan mengatakan ”untuk yang pertama dan terakhir kalinya.”

Lantas, bukankah setelah ini semuanya akan berjalan lancar hingga hari ujian tiba? nyatanya ombak tersebut membawa aku keterumbu karang. Melihat catatan materi yang sudah aku tulis puluhan lembar kini hanya menjadi kertas lembek yang dilihatnya seperti tidak bermakna. Menjemurnya adalah kunci untuk catatan cepat kering. Selang beberapa menit hujan mengguyur perkarangan rumah “habis sudah catatan robek serta basah kuyub”kataku.

Waktu terus berjalan hingga kejadian tersebut menjadi suatu pembelajaran yang sangat berarti. Ujian tulis berbasis komputer kini, sudah menjadi kenangan. Dehidrasi serta darah rendah rasanya tantangan yang berat dalam mengerjakan ujian, mungkin ini menjadi salah satu alasan aku ditolak universitas negeri Jakarta.

Universitas swasta kini menjadi pilihan terakhir, tiga universtas aku kunjungi. Biaya adalah salah satu alasan aku untuk berfikir  keras. Tidak berselang lama Universitas pancasakti menjadi tujuan tempat Dimana saya menempuh Pendidikan.

rasa-rasanya setelah dipikir dengan biaya tujuh Rp.750,000 untuk sebulan terlihat lumayan berat dengan pendapatan ayah sebesar Rp.2.000,000. Memikirkan biaya yang terbilang cukup besar membuat aku terjatuh sakit,obat serta berbagai jenis vitamin sudah pernah aku coba.

kecewa? bukankah itu terlihat jelas? melihat teman yang sudah pada kerja rasanya hati ini terus teriris. Berbagai hal sudah pernah dicicipi mulai dari berjualan mochi,tetapi nyatanya hanya bertahan 2 minggu sehingga menyisakan banyak mochi yang tidak terjual tidak hanya itu mengantar pesanan juga pernah dicoba “memang belum rezekinya” kataku.

Terlintas didalam benak berbagai jenis beasiswa tetapi kata terlambat selalu menghantui pikiranku, Memang benar nyatanya aku terlambat mendaftarkannya. Satu beasiswa yaitu kartu Indonesia pintar yang sudah aku daftarkan tetapi aku terlambat mendapatkan informasi dari Universitas tersebut.

Beberapa hari setelahnya seseorang menghubungi aku menyatakan bahwa aku masih bisa mengikuti interview serta tes untuk mendapatkan kartu Indonesia pintar, aku lalu bergegas mengerjakannya. Tulisan lolos sangat terlihat jelas Dilayar ponselku. Mengucapkan alhamdulillah adalah satu kata yang saya ucapkan terus menerus.

aku sadar rencana yang sudah aku susun serapi mungkin belum tentu yang terbaik untukku. Teryata Allah swt memilki rencana yang sangat terbaik untuk aku.selama aku berdo`a  allah swt memberikan hikmah serta berbagai Pelajaran didalam hidupku.

Pencapaian yang aku dapat bukan tentang semua hal yang aku mau, melainkan pencapaian adalah Ketika aku mendapatkannya dengan menghargai proses yang aku lalui. Kini, Waktu serta proses yang akan mengantar pada tujuan seperti lakara yang dapat berlayar bebas dilautan yang luas.

 

Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.