Perjuangan Meraih Kampus PTN – Trivina

Hidup di pedalaman Kalimantan Tengah dan lahir dari keluarga yang sederhana, sama sekali tidak pernah terpikirkan dalam hidup saya bisa menjadi mahasiswa PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di Pulau Jawa. Begitu banyak perjuangan dan kegagalan kegagalan yang saya alami selama mengejar universitas negeri dipulau jawa. Dengan doa, usaha, semangat dan dukungan dari orang-orang terdekat saya, saya memberanikan diri untuk mencoba mengejar Universitas Negeri yang memiliki jurusan yang saya impikan.

“No Pain No Gain” kata-kata ini selalu memotivasi saya, bahwa tidak ada hasil tanpa usaha. Oleh karena itu, Jangan pernah takut gagal dan terus mencoba mengambil setiap kesempatan dalam mengejar impian. suatu pencapaian memerlukan semacam pengorbanan.

 

Saya Trivina, Merupakan Mahasiswi Fakultas Teknik, Prodi Tata Busana di Universitas Negeri Semarang 2024. Saya merupakan siswi lulusan SMA pedalaman di kalimantan Tengah, yaitu SMA Negeri 1 Belantikan Raya, sekolah SMA satu-satunya di daerah kecamatan tempat saya tinggal.

 

Ketika saya duduk dibangku SMA Saya mempunyai keinginan untuk berkuliah di pulau Jawa untuk mencari pengalaman yang lebih luas. Pada awalnya saya berpikir anak pedalaman seperti saya tidak mungkin bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri di pulau Jawa, yang dimana saingan saya dari berbagai daerah dan sekolah di Indonesia. sehingga universitas yang saya kejar adalah universitas swasta.

 

Pada bulan februari 2024 saya ditawarkan oleh pihak sekolah untuk mengikuti SNBP (karena saya termasuk siswi eligible). Dengan percaya diri saya menolak tawaran tersebut. Karena saya berpikir untuk apa? Pasti tidak akan lolos juga. Tetapi saya teringat orang tua saya membiayai 3 anak kuliah secara bersamaan, Kedua saudara saya masuk universitas swasta yang sama, jika saya jg masuk universitas swasta saya rasa akan sangat memberatkan beban orang tua saya. Tapi dengan keadaan tersebut tidak membuat saya berpaling dari universitas swasta. 

Ada 3 Jurusan yang saya minati yaitu Tata Boga, Tata Busana dan tata Kecantikan. Ketika saya melihat jurusan di universitas swasta yang saya pilih ternyata jurusan yang saya minati tidak ada.

Saya pikir untuk apa saya kuliah mahal-mahal di swasta tetapi bukan jurusan yang saya minati.

Singkat cerita ternyata jurusan yang saya minati hanya ad di universitas Negeri dan akhirnya yang membuat saya berpaling ke universitas negeri adalah UNY (Universitas Negeri Yogyakarta).

Dengan semangat dan dukungan dari orang2 terdekat saya, saya memberanikan diri untuk mencoba.

Saya pun menerima tawaran sekolah untuk mengikuti SNBP. Saya mengambil jurusan tata Boga di UNY, dan benar saja pada bulan Maret pengumuman saya dinyatakan tidak lolos, tetapi hal itu tidak membuat saya sedih karna saya tau tidak semudah itu bisa lolos dijalur SNBP.

 

Pada bulan April saya mempersiapkan diri untuk mengikuti SNBT di bulan Mei. Saya membeli buku, menonton dan mengerjakan Tugas2 UTBK selama satu bulan. 

Tiba saat nya di bulan Mei saya tes, untuk saya bisa tes saya harus menempuh perjalanan yang sangat jauh. Saya harus pergi dari desa saya ke ibu kota kabupaten terlebih dahulu dengan waktu -+3 jam, setelah itu dari ibu kota kabupaten ke ibu kota provinsi -+8 sampai 12 jam. Dari desa ke ibu kota kabupaten saya diantar oleh ayah tercinta. Dari ibu kota kabupaten saya berangkat sendiri menuju Ibu kota provinsi, yaitu Palangkaraya dengan naik bus. Tes pun selesai saya kembali ke kampung saya. 

 

13 Juni 2024 tibalah saatnya pengumuman, dan ya saya masih dinyatakan tidak lolos. Saya memilih jurusan Tata Boga di 3 universitas, yaitu UNY, UNNES dan UNESA. Saya ditolak oleh 3 universitas secara bersamaan. Hal itu lumayan membuat saya sedih karna teringat perjuangan saya untuk bisa mengikuti tes, banyak waktu dan biaya yang harus saya korbankan. Tetapi hal itu tidak membuat saya patah semangat, saya lanjut mengikuti Seleksi mandiri jalur raport jurusan Tata Boga di UNY. dan ya Lagi dan lagi saya dinyatakan tidak lolos. Disinilah puncak kesedihan yang saya alami, saya merasa perjuangan saya mengejar prestasi selama di SMA sia-sia Bahakan nilai raport saya sangat tidak berguna. Tetapi begitu banyak dukungan yang saya dapat kan terutama dari kedua orang tua saya. Saya tinggal kan kesedihan saya dan saya lanjut mendaftar jalur mandiri Skor UTBK jurusan Tata busana di UNY dan Tata Busana di UNNES mendaftar secara bersamaan. Saya serahkan semua nya kepada Tuhan, apapun yang terjadi yang terpenting saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Percaya saja bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

 

Pada bulan Juli tibalah pengumuman, dan ya saya lagi lagi dan lagi ditolak UNY (total ditolak UNY 4x). Harapan saya yg terakhir adalah pengumuman dari UNNES. Sebelum pengumuman UNNES sempat terpikir untuk saya gap year saja daripada saya masuk swasta dengan biaya yang sangat mahal, karna saya berpikir tidak akan lolos juga. Tetapi Dikesempatan yang terakhir ini Puji Tuhan akhirnya saya dinyatakan Lolos.

 

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan Ada sekitar -+100rb pendaftaran di UNNES dan hanya -+11rb yang diterima. saya bangga bisa menjadi bagian dari 11rb mahasiswa baru tersebut. 

Bagi saya yang hanya seorang anak pedalaman di kalimantan tengah, sebuah pencapaian yang luar biasa saya dapat diterima di Universitas Negeri Semarang.



Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.