Kisah Perjuangan Meraih Kampus di PTS STMIK Lombok 

Kisah Perjuangan Meraih Kampus di PTS STMIK Lombok 

( Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer )

   Perjalanan saya yang mempunyai keinginan untuk berkuliah, walau keadaan tidak memungkinkan, tetapi tidak menutup keinginan saya untuk berusaha.

Awal kelas 12 saya pindah sekolah dari SMA N 1 Grabag, menjadi SMA N 1 Praya Tengah. 

Flashback kenapa saya harus pindah sekolah 

Karena ibu saya menikah  lagi dengan bapak tiri saya, beliau berasal dari Lombok, ibuk saya berasal dari Jawa, sedangkan ayah saya berasal dari Jakarta, kehidupan orang tua Saya sangat jauh dari kata bahagia, banyak kejadian pahit yang ibuku jalani, orang tua ibuku yang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk anaknya, tetapi kata-kata manis itu tidak berarti untuk ibuku, dimana nenek kakek ku selalu mementingkan adik dari ibuku dibandingkan dengan anak perempuan pertama satu-satunya, disaat ibuku banting tulang untuk menghidupi aku, kakak, dan adikku tanpa seorang ayah, ibuku juga membantu ekonomi nenek kakek ku beserta ke-3 adik ibukku, ibukku menikah dengan ayahku disebabkan oleh utang, ibuku menjadi jaminan utang tetangga ku agar utang tersebut lunas, selama bertahun-tahun ibuku hidup dalam kehinaan, ketidakadilan, kelaparan, kecapean tanpa ada nya pelindung dari orang tua maupun suaminya sendiri. Ibuku bisa Melawati masa-masa itu hingga aku dan kakak ku lulus SMA, sampai akhirnya ibu dipertemukan dengan bapak tiri dan menjadi istri ke-3 dari bapak tiriku, hingga akhirnya kami memutuskan memulai kehidupan baru di lombok ini.

Flashback of

   Awal kelas 12 aku mulai mempersiapkan diri, awalnya selama 1 bulan aku merasa baik-baik saja, punya teman baik, aku juga memulai mendirikan usaha yang aku buat untuk menambah uang jajan dan membantu ibu dalam mencari uang usaha yang aku dirikan bernama @afluzam. Usaha itu aku dirikan dibantu dengan kakakku beserta adikku kami bersama-sama membuat pesanan jika ada pesanan, sampai akhirnya memulai ujian,. setelah ujian aku kaget karena mendapat rengking 1, dan mengeser siswi yang dari kelas 10 sampai sebelum aku datang sering mendapatkan rengking 1, semenjak itu aku tidak pernah punya teman, aku sering duduk sendiri, aku tidak pernah lagi diajak kekantin bareng, bahkan aku dihina karena rumah miskin, rumah batu bata, punya motor satu setiap pulang sekolah pasti bertiga, didepan kakakku, adik laki-laki ku ditengah sementara aku dibelakang, dan juga ibuku penjual jamu keliling, tetapi aku tetap diam walaupun tetap sendiri hingga lulus. Setelah lulus aku keterima diberbagai kampus seperti Kediri, Magelang, dan Yogyakarta, aku juga udah musyawarah kepada ibu kakak ku, aku tidak pernah berani meminta keinginan ku pada bapak tiri ku karena aku sadar dengan posisiku, aku sudah sangat bersyukur ketika Bapak ku sangat menyayangi ibuku, karena bapak ku juga mempunyai istri 3 dan mempunyai 7 anak, jadi aku tidak mau mengambil resiko antar sesama anak bisa saling iri dan sakit hati, karena hal itu jadi aku selalu bilang kepada ibuku dan kakak ku, mereka bilang tidak memperbolehkan aku kuliah, ketika mendapat ponolakan dari orang tercinta, entah mengapa perasaan ku sakit, aku kecewa dengan keadaan keluarga ku, aku merasa ini tidak adil, tetapi aku tidak menyerah demi keinginan ku untuk kuliah, akhirnya aku diam-diam daftar di STMIK Lombok, akhirnya tanggal 21 Agustus 2024 aku keterima di jurusan S1 Sistem Informasi, dan diharuskan mendaftar daftar Ulang sebesar rp.1.000.000 dari semua tabungan hasil jualan aku bisa membayarkannya hingga lunas,tanpa sepengetahuan ibuku dan kakaku, hingga PKKMB Kemarin ibuku baru mengetahuinya, aku meminta restu dan ridho kepada ibuku agar mempermudahkan aku dalam kuliah, walaupun terkendala biaya tetapi aku akan berusaha dan aku yakin pasti aku bisa, ketika   aku sehat dan masih bisa melihat cahaya dipagi hari, ean disitulah aku akan bangkit, aku yakin usaha yang akan aku lakukan tidak akan menghiati hasil di masa yang akan datang. Fokus aku kali ini ingin mempunyai motor agar aku bisa bekerja dan kuliah tanpa harus diantar kakak, karena aku tidak tega saat pagi kakak ku akan mengantar adikku yang masih SMA, setelah itu kakak ku akan berjualan bersama ibuku, lalu setelah Meraka pulang jualan kakak ku akan menjemput adikku yang pulang sekolah, lalu kakak ku akan mengantarkan ku kuliah hingga pukul 17.30 kadang bisa lebih bisa kurang, maka dari itu aku tidak tega dan aku akan berusaha untuk membeli Motor lagi untuk keperluan keluarga ku. 

Aku berharap untuk ibuku Kaka ku untuk bersabar kita akan bersama-sama untuk bangkit dan berusaha lagi, aku sayang kalian maafkan aku yang masih merepotkan, tetapi yakinlah bahwa suatu saat nanti aku akan membanggakan kalian, terimakasih ya 



Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.