TERIMAKASIH JERNIHATE

 Hallo..

 Perkenalkan namaku jernihate beberu Gayo  musafir meulaboh , yang sedang  melanjutkan  Pendidikan di staian teungku dirundeng meulaboh ( STAIN TDM) prodi KPI  ( komunikasi penyiaran islam ) prodi ini merupakan pilihan guruku , yang kuharapkan dulu jurusan ekonomi atau sikolgi kenapa ekonomi karna pernah ikut  olimpiade ekonomi terintegrasi tingkat provensi dan aku sangat suka belajar pasar modal, peluang .Sementar dengan sikologi aku suka mengamati karkter  kawab kawan di sekitarku apa lagi aku tumbuh di lingkungan pesantren banyak karakter yang kutemui , trapi Allah berkata lain dengan meloloskanku  di  jurusan KPI   asal kuliah aku menerimanya begitu saja   tapi sebelum daptar  jalur spampetkin .

 Aku berencana  melanjutakan hafalan Bersama temanku  jumbahagia tapi paktor ekonomi , dan berbagai alasan lainya orag tuaku menolak jadi aku memilih  melanjutkan kuliah secara diam diam aku mendaptarkannya . Setiap menlpon ke ibu aku  selalu minta doa agar aku lulus, cuman tak ku beritau lulus apa , hingga suatu ketika ia bertanya lulus apa sih ?  , ku jawab doakan saja , dengan modal nekat dan meminjam uang dari guruku senilai Rp200.000.

 Aku hanya ingat kata kakakku “ kalau mau sesuatu harus usaha sendiri , jangan bebankan orang lain” selesain mondok dan lulus MA aku berkerja di  rumah dinas Wakil Bupati Gayo Lues , yah  sambil menunggu pengumuman lulus pendaftaran kuliah dan mengumpulakan uang jika lulus ,kadarullah alhamdullah lulus di meulaboh tidak seperti kawan kawan yang menghabiskan waktunya dengan keluarga atau beristrirahat  , kebetulan sudah menerima  gaji pertama , langsung saya bayarkan  uang pendaftaran kepada guru saya.

 Saya masih binggung bagaimana cara membicarakan kepada keluarga, karna saya tau keingian itu pasti akan di tolak , berhubung  usai gajian sebesar Rp 1.200.000, saya belikan cincin emas seharga Rp 400.000 untuk tabungan , saya belikan martabak dan makanan lainya  saat pulang kampung sebagai sogokan , mamak sangat senang saya bawakan martabak belck . kami makan Bersama, sekiranya sudah kenyang  baru saya utarakan  kalau saya sudah lulus pendaptaran kuliah  di Meulaboh , suasana Bahagia itu hening , taka da jawaban , hati sudah mulai sakit tapi dengan percaya diri saya berpikir “ Apa yang sudah ku mulai akan ku selesaikan”  .

Malamnya mamak membicarakan itu , ia  tiadak setuju kalau aku  akan melanjutka kuliah dengan paktor ekonomi , dan bagaimana jika aku sakit dan alasan lainnya “ apapun kata mamak aku akan tetap kulaih “   tegasku “ ia beilang kalau aku kersa kepala , siapa yang akan membelanjaiku nanti . gak ku pikirkan esoknya nenekku yang  merayuku untuk tidak  mengambil kesempatan itu ya seperti ibu alasan ekonomi  dengan enteng aku menjawab “ ada Allah yang akan membelanjaiku “  iya , gak mungkin uang itu jatuh dari langit katanya , tak hanya di situ  ada lagi tanteku  katanya “ jangan bermimpi setinggi langit tapi bermimpilah sejengkal dari kepalamu agar engaku mudah menjangkaunya “  ee makkk mentalku  di bantai habisan  tapi aku masih sitiqomah dengan tekatku sempat terjadi pertengkaran anatara mamak dan bapak” samb*ng”. 

Meski demikian  ada kakakku yang selau mendukung adiknya untuk berkuliah ,ia terus memberiku semangat bahkan ia baru menikah kalau adiknya sudah lulus  SMA ia merupakan sporsystem bagi saya waktu mendaptar juga saya lampirkan biaya siswa jalus perestasi, sedikit malu karna saya cuman miliki 3 sartifikat yaitu  olimpiade, syahril qur`an dan karantina tahfisz kalau petringkat selama 6 tahun di pondok pesantren Raudhatul Jihad hanya sekali dapat rengking itupun dua dan di kelas pembuangan c hahahah tapi  alhamdulillah dapat biaya siswa kip nilai rapotku  di bawah rata rata “ memang ya dimana ada  kemauan di situ ada jalan “  .

Taggal 18 Agustus 2021 aku meluncur ke Mulaboh dengan  sedikit bantuan dari kakak, Adek  dan mamak  sudah mendapt lampu hijau meskipun saat perginya ada derama yang   ahhhh bikin ahh gimana githu , hari pertama kali kualiah atau di sebut dengan matrikulasi  cuman belajar Bahasa Arab dan Ingris , sangat menyenangkan apalagi  perodinya di campur dalam satu kelas itu  sampai  kami punya geng mamak rempong ,  ada dari , Gayo lues , Singkil,Nagan Raya , Aceh Barat sendiri , dan Aceh jaya  kuliah itu menyenagkan apa lagi saat lihat laut alah makkkk bahagianya setegah mati karna itu pertama kali lihat , di hp penuh dengan poto lebay , terus video lari lari di laut, wajarlah daerah aku gunung semua laut itu cuman ada di tv , untuk pergi nah kalau jalan jalan itu aku hanya mengabiskan uang sekitar Rp 30.000 paling banyaklah dengan alasan hemat ,karna uang yang terkumpul itu sudah sewa rumah/kos dan peralatan lainya 

Ngekos Bersama 3 teman dari Aceh Jaya mereka semua sangat baik, bahkan mamak mereka sudah seperti mamak saya , nahh selaku mahasiswa yang barukan , baru bebas dan baru pegang hp ,ternyata  bebas itu adalah hal yang sangat menyenangkan apalagi kulaih mengajarkan  menjadi diri kita sendiri , bebas berpendapat, dan melakuakan apa yang kita mau , melihat teman satu   kos itu pada pacaran  bucin tingkat dewa, sleep call , kuliah ada yang antar  setiap minggu jalan , di bawaka makanan  nah kita para jomlo ini apalah daya , menyaksikan sambil menahan rasa kesepian , apalgi aku menlpon dengan mamak itu kalau ada perlu saja kadang sebulan sekali .

Pada suatu masa aku minta pulang sama mamak sekali mamak bilang” boleh pulang tapi gak  boleh  balik kesana lagi” beberapa bulan uang sudah habis , dan di kos sering kehilangan  coba meminjam ke pada  teman teman , sambil , menunggu uang biaya siswa , kadang nahan lapar tapi minjam kurang berani , tapi bagusnya aku tak pernah mengeluh dan tak pernah meminta kepada  mamak , apalgi pas kulaih aku tak mempunyai kendaraan , jadi uangku kalau nebeng sama kawan kan gak enak gak isi bensinnya pernah suatu ketiak aku ditabrak honda , jatoh pakek honda kawan dari insiden itu ia tak mau meminjamkan kertanya .

Kereta gak ada uang habis mulai binggu gimana ni kuliahku , solat sunah , baca al qur`an dan setiap  selepas solat mengamalkan ayat seribu dinar aku curhat  kepada kakaku tentang kondisiku   ia hendak menjual maharnya untuk membelikan  saya kereta , sebelum di beli ia menyarankanku untuk nebeng dulu  sama kawanku sementara kwan cewek di kelasku hanya satu orang kebanyakan laki laki , masalah uang aku tiba tiba aku mendapat trasnferdari tempat kerja lamaku, masya allah rezeki  anak soleh seminggu dari itu aku di kirimkan kereta oleh mamak .semester  1 dan 2 itu hariku di penuhi dengan berorganisasi, HMI, HIMAPELGAS, LDK  UTU , dan kumpul bareng teman teman cowokku 

 Karna  bepacara kayaknya sangat menyenangkan apalagi ada orang yang perhatian , aku mencoba membuka hati kepada seeorang yang sudah lama mengejarku  aku selu menolaknya ,  pada saat ia telpon banyak alasan yang kuberikan seprti sinyal jelak atau tidak aktif , kadang  mode pesawat .tapi  abg itu tak mau menyerah akhirnya kami berpacaran setiap aku tak bisa tidur , ia setia  menemani seperti  membacakan buku , atau  membaca Al  qur`an , dan kami sering membaca l qur`an  Bersama per ayat  gitu lamun kami hanya LDR  kita satu derah cuman berda kecamatan.

Aku di perlakukan layaknya  ratu , mengupayakan apa yang kuinginkan bahkan tak pernah   marah kita salng mendukung dan saling bertukar ilmu , seprti apa yang ku pelajari di  perkuliahan . minesnya aku  kehilangan sirkelku , ia tak suka aku berteman dengan teman cowokku jadi bukan menjaga jarak aku malah meningalkan mereka ,  dan keluargaku muali tak suka ketika bicinku tingkat dewa “ sampai mamak bilang jangn pernah pulang sebelum  wisuda,” dan  parahnya kehilangan cintanya Allah , sudah sering meningalkan solat , aku hanya pokus  untuk jadi yang terbaik untuknya   bagiku penting nyaman dan aku mencintainya tak kudenagrkan kanan kiri   hubungan kami berakhir karna   dia selingkuh , yang salahkan adalah diriku sendiri karna tak bisa menjadi yang terbaik untuknya padahal sudah ku bilang aku siap pindah kuliah ke  daerahku .

“ Ternyata jika kita terus takut akan kehilang sesuatu maka sesuatu itu akan hilang “ kehilangan nya membuatku berubah , aku malu kepada orang tuaku , kakak, dan teman temanku dan paling parah kepada  Allah aku merasa sangat bersalah kadang ketika  solat saja mesih bertanya apa solatku akan di terima. Tapi sombonya aku masih bahwa aku tak perlu mereka semua  aku bisa sendiri hingga aku sakit  karna patah hati,  asam lambung ,sakit hatiku bukan di obatidengan konseling atau pengobatan medis malah  di suruh ruqiah oleh mamakku hahahhahhahh . 

Kini aku mulai dekat dengan mamak ia yang dulu ku pikir tak peduli kepadaku  kini selalu mendukungku untuk kuliah , karna di titik ini aku terus merasa bersalah kepada diriku  yang tak bisa apa apa dan selalu ceboh . dalam kuliah pun  gagal nilai anclok ,takut kehilangan biaya siswa, beberapa mk ngulang , inilah titik terendahku ,membenci diri sendiri, sampai pernah menyayat tangan.

 

Hingga aku  harus kesikiater “ mereka menyarankan untuk setiap pagi saat bangun tidur harus minta maaf kepada diri sendiri dengan cara memeluk diri dan sebut  nama lengkap sebanyak 3 kali dan minta maaf terus berjanji kalau hari ini akan lebih baik dari hari kemaren.

Dan ..

 Alhamdulilah aku sembuh dari semua yang telahku lalui itulah kenapa aku memberi judul terimakasih jernihate masih bertahan, mulai dari perjuanganku untuk kuliah , kehilangan  teman , orang tersayang , dan bertengkar dengan keluarga , belajar iklas , menerima diri sendiri  dan putus asa, lelahnya memperbaiki diri .

       SELESAI 

 

Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.