
Universitas Trisakti bukan sekadar institusi pendidikan tinggi; ia adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Dikenal luas sebagai “Kampus Pahlawan Reformasi”, Trisakti memiliki rekam jejak yang mendalam baik dalam dunia akademik maupun perannya dalam arus perubahan sosial dan politik di tanah air.
Universitas Trisakti didirikan pada 29 November 1965 oleh Pemerintah Republik Indonesia. Kelahirannya merupakan kelanjutan dari eksistensi Universitas Respublika yang dibubarkan. Nama “Trisakti” diberikan langsung oleh Presiden Soekarno yang mencerminkan cita-cita bangsa: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Kini, universitas ini telah berkembang menjadi institusi dengan sembilan fakultas yang menawarkan berbagai jenjang pendidikan.
Julukan “Kampus Pahlawan Reformasi” lekat dengan Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, di mana empat mahasiswa gugur dalam aksi demonstrasi. Peristiwa tersebut menjadi pemicu utama lahirnya Era Reformasi di Indonesia. Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah menganugerahkan Bintang Jasa Pratama kepada keempat mahasiswa tersebut pada tahun 2005. Hingga kini, Universitas Trisakti terus menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, dan semangat reformasi.
Universitas Trisakti juga dikenal sebagai almamater bagi banyak tokoh publik dan selebritas di Indonesia. Beberapa di antaranya:
-
Politik dan Pemerintahan: Basuki Tjahaja Purnama, Andre Rosiade, Arteria Dahlan, dan Almh. Marissa Haque.
-
Hiburan dan Kreatif: Bunga Citra Lestari, Melaney Ricardo, dan Roy Ricardo.
-
Tokoh Agama: Yusuf Mansur.


