Nekat Karena Prinsip

Nekat Karena Prinsip

Hai namaku Erine Elriana biasa di sapa Erin. Aku tinggal di Malino Kabupaten Gowa Kecamatan Tinggimoncong Provinsi Sulawesi Selatan. Hobi aku nonton film dan membaca novel. Aku merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Aku bangga dilahirkan dari rahim seorang ibu yang sangat memotivasi dan mendukung setiap keinginanku serta Ayah yang memberi nasehat agar aku menjadi anak yang lebih baik. Ayah ku tidak memiliki pekerjaan tetap sedangkan Ibuku berkerja sebagai pedagang kecil di pasar. Berawal dari hobi nonton film dan baca novel. Aku menyukai film dan buku novel yang menceritakan inspirasi dan mendorong seseorang untuk berpikir maju. Salah satu film yang menginspirasi menurut aku adalah Film Mars yang menceritakan kehidupan keluarga sebatang kara yang dimana ibunya buta huruf ingin melihat anaknya bisa sekolah dan pintar membaca kemudian anaknya bisa kuliah hingga ke luar negeri. Salah satu film yang membuat saya berpikir dan memiliki prinsip bahwa orang miskin bisa kuliah dengan niat dan usaha serta yang paling penting tawakkal. 

Hal itu mendorongku ingin berkuliah ketika lulus SMA. Aku lulus SMA pada tahun 2021 dan sempat daftar jalur prestasi atau disebut SNMPTN (Seleksi Nasional Penerimaaan Mahasiswa Baru) namun dinyatakan tidak lulus pada tahun itu. Kemudian aku bertekad ingin mengambil jalur UMPTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) namun Ibu tidak mengizinkannya dikarenakan biaya pendaftaran serta jika aku dinyatakan lulus orang tuaku khawatir tidak bisa sepenuhnya membayar uang kuliahku. Aku hanya bisa diam dan sedih melihat diriku belum mampu kuliah sedangkan banyak teman sebayaku yang telah daftar bahkan ada juga yang dinyatakan lulus. Di sisi lain aku bersyukur karena ibuku selalu menguatkan dan memotivasi ku bahwa terkadang kita perlu sabar untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, percaya sama Allah semua pasti ada jalannya. Aku berfikir sebaiknya perlu mengumpulkan biaya kuliah untuk mendaftar tahun depan. Pada saat aku gapyear, aku disarankan oleh Ibu untuk berjualan di pasar dengan modal yang sedikit dari Ibu aku. Alhamdulillah dengan doa Ibu serta usahaku, aku di mudahkan oleh Allah untuk berjualan di pasar meskipun pendapatan lumayan cukup untuk di tabung. Apabila aku ingin membeli barang jualan, aku harus ke kota makassar dan perjalanan menuju ke sana memakan waktu sekitar 2 jam. Aku diantar oleh kakakku yang setia menemani sekaligus membantu aku memilih barang yang laku untuk di jual. Setelah selesai memilih barang tiba saatnya aku dan kakakku pulang kembali ke rumah dengan perjalanan 2 jam lagi sangat melelahkan tapi aku bersyukur Allah memudahkan perjalananku dan dimampukan membeli barang untuk dijual. 

Bersama orang tua, aku berjualan dari pasar ke pasar dengan hari yang berbeda. Dihari Selasa, Kamis dan Minggu berjualan di pasar Sentral Malino sedangkan di hari Rabu dan Sabtu aku berjualan di pasar Kanrapia dan khusus di hari Jum’at berjualan di pasar Tombolo. Saat yang paling menyedihkan ketika Ayahku memutuskan untuk pulang kampung dan mencari perkerjaan serta merawat Nenekku yang sakit. Semenjak Ayah pulang kampung, aku membantu Ibu berjualan sekaligus aku menjual barang daganganku. Bukan tanpa alasan kakakku tidak membantu melainkan dia memiliki pekerjaan dan harus menafkahi keluarga kecilnya. Pada pasar Kanrapia dan Tombolo kami berangkat tiap selesai solat subuh. Kami menumpang barang pada mobil yang hendak menuju ke pasar yang kami tuju. Kemudian kami memakai motor menuju ke pasar yang dituju. Bahkan ketika kembali dari pasar Tombolo kadang mobil yang kami tumpangi tidak mengantar pada tempat penyimpanan barang, sehingga aku perlu membawa barang tersebut memakai motor sampai ketempat penyimpanan barang. Melelahkan tapi aku bersyukur karna bisa belajar bahwa semua keinginan butuh yang namanya proses. 

Hari demi hari telah dilewati tak terasa sudah 1 tahun berlalu, banyak anak SMA yang sudah mendaftar jalur prestasi atau disebut SNMPTN (Seleksi Nasional Penerimaaan Mahasiswa Baru) dengan kabar mereka lulus dan sebagiannya belum dinyatakan lulus. Kini giliranku pada tahun 2022 ini mencoba mendaftar Jalur UMPTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Bukan tanpa alasan aku memilih jalur ini melainkan karna di jalur tersebut terbuka jurusan farmasi. Aku memilih kampus UIN Alauddin Makassar  karna aku merasa kampus ini dapat menbantuku belajar agama islam dan aku bisa lebih mengetahui kebesaran Allah dalam ilmu farmasi. 

Namun sangat di sayangkan pada saat pengumuman aku dinyatakan tidak lulus. Sangat menyedihkan saat itu, namun aku bersyukur orang tua aku tidak marah padaku melainkan memberiku motivasi agar aku tetap semangat daftar lagi. Rasanya aku takut daftar namun jika tidak mencoba rasanya aku sudah gagal duluan. Setelah itu, jalur  berikutnya terbuka yaitu jalur UMM (Ujian Masuk Mandiri). Kata guru SMA ku jalur ini disebut jalur Neraka. Artinya jalur ini banyak mengeluarkan biaya. Mengingat perkataannya, aku jadi ragu daftar jalur Mandiri sehingga aku sedih apakah harus tahun depan lagi untuk daftar kuliah. Entah kenapa aku tetap mencoba daftar hingga aku menemukan informasi bahwa jalur mandiri tidak seperti kata guru SMA aku. Yah benar soal pendaftaran jalur Mandiri paling mahal ketimbang jalur lain dan soal penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sama saja memerlukan berkas yang di prioritaskan kerja orang tua untuk dipertimbangkan kategori uang kuliah yang bisa kita penuhi. 

Dari persetujuan Ibu, aku mulai memberanikan diri untuk daftar jalur UMM (Ujian Masuk Mandiri) lewat form online dengan pembayaran sekitar 300.000 ribu rupiah. Jurusan yang aku pilih yang paling pertama adalah farmasi. Yang kedua sempat binggung namun Ibu menyarankanku ambil jurusan kimia karena dia tahu bahwa aku suka bidang yang berkerja di laboratorium. Terakhir jurusan kesehatan masyarakat. Setelah itu, aku mulai melihat kapan jadwal tes yang diadakan secara online. Sambil menunggu tes, aku membantu ibu menjual di pasar sambil menjual barang daganganku. Kemudian untuk persiapan tes seleksi ujian mandiri aku memulai belajar dari youtube dan google karena tidak cukup biaya untuk bimble dan membeli buku. Tiba hari tepat jadwal tes, aku duduk di dekat jendela sambil mempersiapkan kertas kosong yang apabila ada matematikanya akan ku gunakan sebagai kertas cakaran. Sebelum memulai isi soal tes aku berdoa dalam hati agar dimudahkan tes online ini dan diberi kelulusan. Setelah selesai berdoa, aku mengerjakan soal-soal dengan penuh teliti takut nanti ada yg belum aku isi. Alhamdulillah tesnya telah selesai aku kerjakan dan rasanya lega selaligus bersyukur serta berdoa dengan harapan bisa lulus tes untuk masuk kampus UIN Alauddin Makassar. 

Setelah berhari-hari menunggu keputusan tiba saatnya aku membuka link pengumuman kelulusan. Pada saat itu sudah memasuki waktu sholat Ashar sehingga aku memilih sholat terlebih dahulu, dalam doa aku berharap di beri kelulusan dan jika memang aku tidak dinyatakan lulus aku siap menerima kenyataan. Setelah sholat aku membuka link pengumuman dengan mengucapkan bismillahirohmani rahim sambil berfikir jika memang tidak lulus aku akan berusaha menerima dan berlapang dada. Alhasil tampilan menunjukkan warna yang tak terbanyangkan. Warna hijau dengan bertuliskan selamat anda dinyatakan lulus seleksi tes Ujian Masuk Mandiri (UMM) UIN Alauddin Makassar dengan program studi Kimia. Alhamdulillah aku langsung ke kamar dan memberikan informasi kepada Ibu bahwa aku lulus jurusan Kimia. Aku langsung memberikan ke Ibu bukti kelulusan ku. Aku memeluk Ibu sambil menangis. Isak tangis terharu karna aku bahagia bisa di terima di kampus yang ku inginkan. Dari sini aku bertekad ingin melakukan yang terbaik untuk orang tuaku dan berharap kelak menjadi orang yg sukses di masa depan dan bisa menghadiahkan umroh kepada orangtuaku. 

Aku sempat menyesal dahulu tidak update terkait beasiswa terutama Kip-Kuliah. Aku berharap bisa daftar namun sangat di sayangkan saat itu berkas ku ketinggalan di rumah dan posisi ku tinggal kosan di daerah dekat Kampus. Batas akhir Kip-Kuliah pada hari Jum’at tepat setelah masuk perkuliahan dan saat itu kakakku tidak dapat menjemputku dikarenakan kelelahan berkerja sehingga perlu istirahat. Namun aku bertekad ingin daftar beasiswa kedepannya agar bisa melanjutkan pendidikan di kampus UIN Alauddin Makassar. Aku kuliah bukan tanpa alasan melainkan aku ingin menjadi salah satu dalam keluarga yg bisa kuliah sampai sarjana dan bisa memberikan contoh yang baik untuk adik aku maupun ke semua orang bahwa orang miskin bisa kuliah asal ada niat, ikhtiar serta paling utama tawwakal. Allah akan memberikan jalan bagi orang yang berusaha dan pantang menyerah.

 


Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.