Kisah Perjuangan Meraih Kampus Perguruan Tinggi Negeri

Oleh: M. Haris Azmi 

Indonesia adalah negara yang kaya akan potensi, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanannya menuju kemajuan. Sebagai warga negara, saya percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam membangun bangsa. Saya, M.Haris Azmi, merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe, jurusan teknik sipil, program studi TRKBG (Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan dan Gedung) anak ketiga dari 3 bersaudara dan terlahir sebagai anak bungsu membuat saya menjadi harapan terakhir di keluarga. Saya berasal dari keluarga yang sederhana, Pekerjaan ayah saya adalah seorang Pedagang sementara ibu saya adalah seorang Cleaning Service. Meskipun ayah dan ibu saya hanya lulusan SMA, tetapi mereka mampu memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Sejak kecil, Ibu saya telah sering menyampaikan pentingnya pendidikan, baik secara lisan maupun melalui sikap-sikap beliau dalam mendidik kami, putra-putrinya. Orang tua saya adalah sumber inspirasi bagi saya, mereka selalu mengajarkan pentingnya pendidikan dan kerja keras. Nilai-nilai inilah yang menjadi pondasi bagi perkembangan diri saya. Saya mengenal pendidikan sebagai sebuah proses panjang yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai yang harus dipegang teguh dalam hidup. Proses tersebut membutuhkan semangat dan ketelatenan luar biasa. Beranjak sedikit dewasa, di jenjang Sekolah Dasar saya memperoleh informasi mengenai perbedaan antara mengajar dan mendidik. Mengajar hanya terbatas pada penyampaian ilmu pengetahuan, sementara mendidik adalah proses pembentukan karakter yang baik.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar sampai perguruan tinggi, saya dikenal sebagai pribadi yang komunikatif, kreatif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ketiga sifat ini telah membentuk perjalanan hidup saya hingga saat ini. Sifat komunikatif saya terlihat dari kemampuan saya dalam menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan. Pada masa  SMP(Sekolah Menengah Pertama) selain meningkatkan nilai akademis di dalam sekolah, saya mulai aktif di beberapa organisasi sekolah, seperti Rohis(Rohani Islam), pramuka, maupun ekstrakurikuler lain. Selain aktif di rohis sekaligus pramuka, saya juga beberapa kali mengikuti kegiatan atau lomba di tingkat lokal, hal ini saya lakukan karena ingin menjadi pribadi yang unggul dan kelak bisa bermanfaat terhadap masyarakat dan bangsa. 

Pada tingkat SMA(Sekolah Menengah Atas) dunia seolah-olah berubah menjadi dinamit yang siap meledakkan batas-batas diri saya. Teman-teman baru, tantangan baru, dan pelajaran baru menantang pengetahuan dan ketangguhan saya. Selama perjalanan hidup saya, tentu saja ada banyak tantangan dan rintangan yang harus saya hadapi. Salah satu tantangan terbesar bagi saya adalah mengelola waktu saya dengan efektif. Dengan begitu banyak kegiatan di sekolah seperti berorganisasi, pada masa SMA saya mengikuti organisasi Bintalis(Bina Mental Islam) sebagai ketua Perbusi (Perpustakaan Bina Usaha Bintalis) selama masa priode 1 tahun  dan saya mengikuti OSIS(Organisasi Siswa) sebagai anggota PDD(Publikasi, Dekorasi dan Dokumentasi)  yang membuat saya memiliki tugas serta tanggung jawab yang besar, namun di karenakan saya mulai terasah dengan berorganisasi dalam kondisi serta tantangan yang dihadapi di lapangan, membuat saya terbiasa akan hal tersebut. Selain itu, saya juga menghadapi tekanan dan persaingan yang tinggi dalam mencapai prestasi akademik yang baik. Hal ini sering membuat saya merasa stres dan lelah, tetapi Untuk mengatasi tantangan dalam mengelola waktu, saya belajar untuk membuat jadwal harian dan prioritaskaan tugas-tugas yang paling penting. Saya juga belajar untuk mengalokasikan waktu untuk istirahat dan rekreasi agar tetap sehat dan tidak terlalu stres. Yang membuat saya termotivasi dalam menghadapi takanan dan persaingan tingkat tinggi adalah tujuan yang jelas dan tekad yang kuat untuk mencapai keberhasilan. Saya selalu ingat akan impian dan harapan orang tua saya, dan itu menjadi pendorong utama bagi saya untuk terus berusaha. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman-teman juga membantu saya untuk tetap termotivasi. 

Pada saat naik kelas 12 SMA, saya mengikuti kegiatan sosial di salah satu lembaga kemanusiaan seperti IZI (Inisiatif Zakat Indonesia). Apakah bisa lembaga kemanusian memberikan kontribusi besar terhadap Bangsa Indonesia? Tentunya lembaga kemanusiaan dapat memberikan dampak besar dengan membantu masyarakat Indonesia yang sedang mengalami kesulitan seperti bencana alam. IZI merupakan perpaduan dari beberapa aktivitas manajemen resiko bencana yang meliputi program mitigasi, rescue dan rehabilitasi. Program mitigasi adalah program penanganan bencana dengan pola pemberian pelatihan / pendampingan dalam tindakan pencegahan dan reaksi cepat saat terjadi bencana. Pada program rescue, aktivitas kesigapan IZI dalam penanganan bencana yang tengah terjadi, seperti Evakuasi Korban, Dapur Air, Trauma Healing, dan Serambi Nyaman untuk pengungsi. Dan aktivitas IZI pada masa Rehabilitasi yaitu program penanganan dampak setelah bencana terjadi. Sebagai contoh adalah pembangunan cluster hunian, perbaikan fasilitas umum, dan pengadaan air. 

Pada awal tahun 2022, lebih dari satu musibah dan bencana datang mengancam kehidupan masyarakat di beberapa wilayah Sumatera Utara, salah satu nya Kabupaten Deli Serdang. Rumah warga di Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, rusak diterjang banjir, ratusan warga yang rumahnya rusak akibat banjir menginap di tempat pengungsian, ratusan warga yang rumahnya rusak terlihat beristirahat di aula kantor Desa Tanjung Selamat, Deli Serdang. Mereka tampak tidur beralaskan terpal biru dan tikar, saya bersama IZI memberikan bantuan dana atau donasi pangan, dana tersebut akan sangat membantu bagi para korban yang terdampak musibah tersebut, dan juga kita sudah menyiapkan posko kesehatan, bantuan medis sangat dibutuhkan oleh mereka, mulai dari alat kesehatan, obat-obatan, dan perawatan. Serta saya menjadi relawan bidang psikologis maupun edukasi, untuk menghapus rasa takut dan khawatir, anak-anak membutuhkan asupan edukasi, seperti berbagi cerita, belajar bersama, hingga sekedar dongeng yang bisa membuat anak-anak tersenyum di lokasi bencana.

Maka dari itu, dengan pengalaman yang saya lakukan seperti mengikuti kegiatan sosial dalam membangun masyarakat untuk mewujudkan solidaritas serta rasa peduli terhadap bangsa Indonesia, saya memiliki tujuan berkuliah untuk mengambil Jurusan Teknik Sipil, di karenakan memiliki dampak yang besar pada masyarakat dan lingkungan. Pertumbuhan suatu negara seringkali ditandai dengan pembangunan infrastruktur secara masif. Ilmu Teknik Sipil memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan, mulai dari perencanaan, perancangan, pelaksanaan, dan pengoperasian serta pemeliharaan, oleh karena itu saya ingin berkontribusi pada pembangunan fasilitas kesehatan, sekolah, perumahan yang terjangkau, dan dapat membantu mengatasi tantangan serta masalah infrastruktur yang dihadapi oleh masyarakat seperti kerusakan rumah yang di akibatkan oleh bencana alam. Ini adalah pilihan karir yang memberikan rasa pencapaian dan makna terhadap saya.

Semuanya dimulai ketika saya gagal SBMPTN tahun 2022. Saat itu saya yang masih berusia 18 tahun, ketika kegagalan itu menjumpai saya, saya merasa bahwa dunia saya runtuh. Saya menyadari bahwa realita tidak seindah ekspetasi saya. Dulu, saya berpikir bahwa hidup saya tidak pernah mengalami kegagalan. Kegagalan itu tidak berhenti disitu saja, saya mendaftar berbagai PTN tetapi saya belum dinyatakan lulus. Akhirnya saya memutuskan untuk gap year. Saat gap year saya bekerja, agar saya punya persiapan bekal untuk kuliah. Saya bekerja di banyak tempat, pekerjaan pertama saya adalah seorang Waiters, pekerjaan saya ialah melayani tamu dengan sangat raamah, menjelaskan dan menawarkan menu serta mengantar pesanan ke meja pelanggan. Saat itu, saya yang masih kecil, tidak tahu menahu tentang dunia. Mengapa saat itu saya memutuskan untuk bekerja? Saya ingin masuk swasta, tapi saya berharap swasta yang bagus, tapi orang tua saya tidak punya uang untuk membayar uang pangkal. Saya berganti pekerjaan sebagai kurir minuman dengan gaji sekitar 1,7 juta. Sepanjang masa gap year saya, tidak ada namanya saya pantang menyerah, dimasa masa saya berkerja saya selalu belajar di malam hari agar saya bisa mengikuti ujian SBMPTN di tahun depan dengan pilihan agar cita-cita saya berkuliah di Teknik Sipil tercapai, pada tahun 2023 saya mencoba mendaftar SBMPTN lagi dengan pilihan pertama yaitu Teknik Sipil USU(Universitas Sumatera Utara) serta pilihan kedua yaitu Teknik Sipil PNL(Politeknik Negeri Lhoksemawe) dari kedua pilhan tersebut allah punya rencana bahwa saya di nyatakan lulus pada pilihan kedua, walaupun saya ingin sekali berkuliah di pilihan pertama, akan tetapi Allah punya rencana lain, disini saya percaya bahwa Allah punya rencana yang baik buat hamba hambanya, dan saya selalu bersyukur atas ketetapan yang telah di berikan Allah terhadap saya, untuk kalian para pembaca yang gagal SNMPTN, SBMPTN jangan malu, jaga motivasi dan semangatnya.

Besar harapan saya sebagai penulis dalam mengajukan Esai ini, memiliki motivasi kepada pembaca untuk mewujudkan cita-cita dan pintu kesuksesan melalui pendidikan. Setiap orang pasti memiliki harapan dan impian yang ingin dicapai dalam hidupnya. Bagi saya, harapan ini bukan hanya sekadar angan-angan, tetapi juga motivasi yang mendorong saya untuk terus berusaha dan berkembang. Setiap harapan yang saya miliki adalah motivasi untuk terus bergerak maju. Meskipun perjalanan menuju impian tidak selalu mudah, saya yakin dengan kerja keras, ketekunan, dan dukungan orang-orang terdekat, saya bisa mewujudkan harapan-harapan ini. Masa depan mungkin penuh dengan tantangan, tetapi saya siap menghadapinya dengan semangat dan keyakinan. 

 

Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.