Universitas Pamulang dan Segudang Cerita di Dalamnya

Di zaman yang serba cepat ini berkuliah adalah salah satu pencapaian yang diinginkan oleh semua orang termasuk diriku yang akhirnya bisa berkuliah setelah ditolak berkali – kali oleh universitas negeri. Walaupun aku diterima di kampus swasta yang terbilang belum terkenal tetapi aku senang dan bahagia karena akhirnya aku bisa berkuliah menyusul semua temanku yang mungkin sekarang sudah duduk di semester 5. 

Aku terlahir di keluarga menengah yang pendapatannya pun hanya cukup untuk memenuhi pengeluaran sehari – hari, jika ada pengeluaran tambahan maka orang tuaku harus memutar otak agar cukup hingga akhir bulan menjelang gajian. Namun, ketika aku berkata ingin kuliah dan sudah diterima di Universitas Pamulang mereka sangat senang dan berusaha agar diriku bisa kuliah hingga sarjana. 

Sebagai anak terakhir, rasanya ada beban tersendiri di kedua pundak. Melihat orang tua yang semakin tua aku harap aku bisa berkuliah dengan uang sendiri tanpa harus merepotkan kedua orang tua. Ayahku bekerja di perusahaan kecil pelelangan mobil dan ibu hanya seorang ibu rumah tangga. Hal ini menjadikan motivasiku untuk terus belajar dan kuliah sungguh agar kedua orang tuaku bisa bangga dengan anak perempuan terakhirnya ini. 

Banyak hal sudah aku lalui, mencoba hal baru mendaftar dimanapun yang bisa menerimaku tapi penolakan terus menerus datang ke diriku. Namun, aku tidak cepat menyerah aku terus mencoba lagi hingga aku sadar kalau sudah saatnya aku mengambil langkah diluar prediksiku yaitu berkuliah di Universitas Pamulang. 

Universitas Pamulang menjadi pilihanku sebagai batu loncatan menuju impian dan tujuan hidupku. Aku berharap Universitas Pamulang menjadi kampus yang selalu mendukung mahasiswa dan mahasiswinya untuk bertumbuh dan berkembang. Menjadi mahasiswi yang kreatif dan lulus sebagai mahasiswi terbaik dengan indeks prestasi yang sangat baik. 

Di semester satu ini aku terus menggali minat dan potensi yang ada di dalam diriku. Salah satunya manajemen waktu, memimpin sebuah project tugas, dan menyampaikan opini sebagai salah satu kontribusi di dalam sebuah kelompok. Dan ini sebagai pencapaian kecil diriku di dunia perkuliahan yang baru saja dimulai satu minggu ini. 

Perkuliahan adalah dunia nyata sebelum kita masuk ke dalam dunia pekerjaan. Berat tapi menyenangkan karena aku bersyukur bertemu teman yang satu visi dan misi denganku yaitu mengejar impian dan gelar sarjana dengan predikat sangat baik. Mungkin tangisan sudah menjadi makanan sehari – hari, tapi itulah yang membuat diriku kuat hingga akhirnya aku bisa berkuliah di Universitas Pamulang 

 

Aku berharap di Universitas Pamulang aku dapat menjadi mahasiswi yang berprestasi, menjadikan kegagalan menjadi pelajaran dan pencapaian sebagai koreksi diri untuk jalan kedepannya. Banyak hal yang ingin aku lakukan di bangku perkuliahan ini, salah satunya mengikuti perlombaan dan beasiswa yang bisa meringankan finansial kedua orang tuaku. Sehingga mereka tidak perlu berpikir untuk pengeluaran dan pendapatan selanjutnya. 

Banyak hal yang terus menerus memotivasiku untuk terus belajar dan meraih impian. Salah satunya kedua orang tua yang menjadi alasan kuat. Hingga kini aku menjadi pribadi yang tak lemah dan terus berusaha agar cita – citaku membahagiakan mereka tercapai. Tak lupa aku berdoa kepada Tuhan karena tidak semua hal di dunia ini bisa kita lakukan sendiri. Tanpa-Nya aku hanyalah seonggok daging hidup yang tak terisi dan hampa di dunia ini. 


Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.