Doa Sepanjang Waktu

Eka Andaryani Putri

Universitas Alma Ata

Tak pernah berhenti walau satu tahun telah berlalu, walau hati tak menginginkan nya lagi. Doaku agar mendapatkan beasiswa kuliah masih kupanjatkan. Setahun lalu aku berjuang masuk PTN impian melalui snmptn, dengan harapan penuh aku selalu berdoa agar diterima, tak lupa ku sisipkan kata beasiswa didoaku. Namun nyatanya gagal, aku tak diterima di PTN tersebut. Nyerah? Iya, kekurangan ekonomi menjadikan ku tak bisa memilih opsi lain. Opsi sbmptn dan mandiri tak kujalani. sbmptn dengan biaya ujian yang memberatkanku, serta mandiri yang katanya akan lebih mahal, membuatku berhenti melangkah. 

Aku melanjutkan hidupku dengan bekerja, disalah satu perusahaan minuman boba sebagai crew outlet dari 2021 hingga 2022. Keinginan ku untuk kuliah pun sudah tidak ada. Perihal doa, aku masih berucap semoga bisa kuliah dan mendapat beasiswa. Bukan karena aku masih ingin, namun doaku selalu sama, berurutan hingga aku hafal doa ku apa saja, ya itu-itu saja tak pernah berubah. 

Namun sebuah ucapan membuatku sedikit terusik. “Kamu gak kuliah, padahal kamu pinter lho.” Keinginan ku tumbuh kembali namun kupendam lagi, karena kekurangan ekonomi menjadi alasan utama. Toh mendapat beasiswa bukan perkara yang mudah. 

Hingga seseorang datang, sebut saja tona seorang laki laki tinggi putih yang bertugas memback up di outlet ku. Dia seorang mahasiswa dari Universitas swasta ,ia juga mendapat beasiswa kuliah. “Mbak dikampusku, yang peringkat 10 besar eligible pasti diterima lho.” ucapnya padaku. Membuatku mengingat kembali betapa senangnya aku mendapat peringkat delapan sebagai siswa eligible disekolahku. Dititik itu aku ingin mencoba satu kali lagi, tak terlalu berharap kali ini. Bahkan tahun 2022 aku hanya mendaftarkan di satu kampus, kampus yang sama dengan tona, lewat jalur rapot. 

Menunggu pengumuman, perasaan ku tak seperti tahun kemarin. Yang gusar, yang selalu minta doa pada ibu ku, yang selalu membaca surat tertentu agar diterima. Kali ini tidak, tidak sama sekali. Aku menjalani hari-hariku seperti biasa, tak berharap pada beasiswa di satu-satunya kampus yang ku pilih. Karena bahagiaku berada di tempat kerjaku saat ini, tempat kerja ini sudah kujadikan rumah kedua. Canda tawa selalu ada disini. 

Tak lama kemudian, aku mendapatkan email. Bahwa aku diterima dikampus tersebut dengan beasiswa. Rasanya tak mungkin, tapi ini nyata. Aku masih memandangi email tersebut untuk memastikan ini benar. Hingga akhirnya ku panggil ibu ku, ku berteriak girang. Ibu ku juga terlihat bahagia, saat ku katakan aku diterima. 

Tinggal tanda tangan diatas materai sebagai syarat diterimanya mahasiswa di kampus swasta. Tapi sayang belum juga ku tanda tangan, ayahku jatuh sakit. Aku sebagai anak pertama tentu memiliki beban saat itu. Ibu ku yang tidak bekerja, ayahku yang jatuh sakit, serta adikku yang masih sekolah membuatku berpikir keras untuk menghidupi keluargaku. Tapi ibukku dengan lembutnya menyakinkan ku, untuk tetap mengambil beasiswa itu. Masalah kedepannya bagaimana, kita serahkan pada Allah. Dengan sedikit ragu ku menerima beasiswa itu. 

Setelah aku berhasil kuliah, aku berhenti dari kerjaanku. Melepaskan patner kerjaku dengan berat hati. Aku lepaskan juga semua tabunganku untuk kebutuhan keluarga. Aku melepaskan beberapa hal untuk masa depanku. 

Saat itu perekonomian keluargaku sangat sulit terlebih ayahku sakit, tapi entah bagaimana kami tak pernah kekurangan makanan sedikitpun. Kami berhasil melewati semua masalah ini dengan baik. Sekarang tahun 2024 ini ayahku sudah bisa bekerja, aku juga sudah menemukan pekerjaan yang pas tanpa mengganggu kuliah ku. 

Dari perjalanan hidupku, aku dapat mengambil kesimpulan bahwa doa kita pasti akan terkabul, jadi jangan pernah berhenti berdoa karena kita tidak tahu, doa di waktu mana yang akan dikabulkan. Untuk kehidupan, serahkan pada Tuhan, sesulit apapun pasti ada jalannya. Dan juga untuk masa depan kita perlu mengorbankan suatu hal untuk meraihnya. Serta kampus swasta dan negeri sama saja, jika bukan dari kampus terkenal, maka tugas kita sebagai mahasiswa untuk membesarkan nama kampus dengan prestasi yang membanggakan. 

 

Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.