Halo semua, aku Amanda Julianti Siregar yang kerap dipanggil Manda. Aku sekarang adalah mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Sumatera Utara, yaitu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara jurusan biologi stambuk 2023. PTN ini sebenarnya tidak ada dalam daftar kampus yang aku impikan. Namun siapa sangka, kampus yang sekarang justru menjadi wadah sekaligus tempat aku menuntut ilmu, yang menjadi rumah sekaligus awal dari perjalananku menuju banyak hal yang mungkin tidak akan aku dapatkan jika aku tidak berada di kampus ini, awalnya ini bukan kampus impianku tetapi hal itu berubah ketika aku berada di PTN ini.
Pasti kalian bertanya-tanya, mengapa akhirnya aku berada di PTN ini dan bukan di kampus impianku? Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), aku sudah memiliki impian untuk masuk ke kampus favorit yang ada di Pulau Jawa. Walaupun terdengar mustahil, apalagi saat itu masih masa pandemi COVID-19, tetapi aku benar-benar sudah membuat rencana untuk masa depanku. Aku berusaha keras mengikuti pelajaran di sekolah agar mendapatkan nilai yang baik untuk hasil yang bagus kelak nanti.
Namun tidak jarang aku sering merasa tertinggal jauh dari teman-teman di sekitarku, tetapi aku tidak ingin fokus pada hal itu. Aku hanya ingin terus mengejar target yang sudah aku buat. Sejak SMA, aku sangat mengimpikan untuk masuk Universitas Diponegoro atau Universitas Gadjah Mada dengan mengambil jurusan Kedokteran. Karena aku sedari kecil ingin menjadi seorang dokter yang ingin membantu banyak orang, ya hanya berbekalkan niat itu pada saat aku masih kecil, karena mimpi ini aku merasa harus berusaha lebih keras untuk mengejar impian tersebut.
Waktu terus berlalu dan banyak lika-liku yang aku alami mulai dari kelas 10-12 SMA, Bahkan beberapa tidak bisa aku ceritakan kepada siapa pun. Hingga suatu hari ketika aku sudah dikelas 12 SMA stelah melalu hampir 6 semester tiba saatnya pada hari Senin setelah upacara di sekolah, diumumkan bahwa siswa kelas 12 diminta tetap berada di lapangan karena akan ada pengumuman siswa eligible, yaitu siswa berprestasi yang memiliki peluang mendapatkan jalur undangan masuk PTN. Hal ini sedari awal sudah tidak asing bagi kami kelas 12 yang ingin melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi.
Pada saat namaku disebut sebagai salah satu siswa eligible, rasanya sangat bahagia dan haru. Ternyata perjuanganku selama ini tidak sia-sia begitu saja dan aku percaya sesuatu yang kita mulai dengan niat yang baik pasti akan diberikan hasil yang baik juga. Namun rasa senang itu berubah menjadi tegang ketika tiba saatnya memasuki fase pendaftaran akun SNBP dan pemilihan jurusan serta kampus dimulai. Dengan tekad yang kuat, aku tetap memilih jurusan Kedokteran, tetapi tidak di kampus impianku sejak awal. Bukan karena tidak konsisten, melainkan rasa insecure tiba-tiba menghampiri dan rasa menyesal itu selalu menghantui tetapi aku tidak ada pilihan lain lagi selain mencoba hal tersebut, untuk hasilnya ah sudahlah aku akan menyerahkan semuanya kepada yang diatas, tiap hari selalu melantunkan doa yang sama untu hasil yang terbaik. Aku akhirnya memilih Kedokteran di Universitas Sumatera Utara, salah satu kampus favorit di Sumatera Utara. Hari demi hari aku tetap melantunkan doa yang sama agar dapat lulus. Namun kenyataan berkata lain. Pada Selasa, 28 Maret 2023 pukul 15.00 WIB, ketika aku membuka website resmi SNBP, yang muncul adalah warna merah yang menyatakan bahwa aku tidak lulus seleksi.

(Amanda, 2023)
Rasanya sangat terpukul, sedih sudah pasti, bahkan sesekali aku menyalahkan diri sendiri. Namun aku tidak ingin menyerah. Aku kembali bangkit dan melanjutkan perjuanganku. Dalam pikiranku saat itu hanya ada satu hal yaitu aku harus bisa kuliah, dengan cara apa pun. Tibalah saatnya seleksi SNBT, yaitu jalur masuk PTN melalui ujian. Aku kembali mendaftar dan tetap memilih jurusan Kedokteran. Entah keberanian dari mana, tetapi aku tetap yakin dengan pilihanku. Selama persiapan ujian, aku banyak mengorbankan waktu tidur. Kadang aku hanya tidur dua hingga tiga jam sehari, selebihnya aku gunakan untuk belajar, mencari informasi soal ujian, menabung untuk membeli buku persiapan SNBT, hingga membuat akun Twitter khusus untuk belajar UTBK bersama teman yang lain.
Di sana kami saling berbagi informasi dan saling menyemangati. Rasanya menyenangkan karena bisa bertemu dengan banyak orang yang memiliki tujuan yang sama. Meskipun begitu, ada juga saat-saat di mana aku merasa lelah dan hampir menyerah. Hingga akhirnya jadwal ujian pun tiba. Aku mendapatkan sesi ujian di Universitas Sumatera Utara, tepatnya di Fakultas Keperawatan. Aku masih ingat betul bagaimana rasa gugup ketika memasuki ruangan ujian bersama banyak calon mahasiswa lainnya oiya aku mendapatkan sesi kedua pada saat ujian SNBT dan proses ujian sampai akhirpun berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun, sebenarnya ada yaitu sedikit rasa lapar karna itu siang yang panas.
Setelah menunggu sekian lama hari pengumuman SNBT pun tiba, yaitu Selasa, 20 Juni 2023 pukul 15.00 WIB. Dengan perasaan berdebar, aku kembali membuka laman website pengumuman. Namun lagi-lagi aku harus menerima kenyataan bahwa aku tidak lulus seleksi. Saat itu aku benar-benar merasa sedih, marah, dan kecewa. Bahkan aku sempat tidak ingin berinteraksi dengan siapa pun. Namun aku sadar bahwa menyerah bukanlah pilihan. Aku kembali mencoba melalui jalur SPAN-PTKIN dengan memilih jurusan Kesehatan Masyarakat di UIN Makassar. Namun hasilnya tetap sama, aku kembali tidak lulus.
Setelah itu aku mulai mencari perguruan tinggi swasta di Medan karena aku merasa mungkin aku tidak bisa kuliah di PTN, dan aku tertarik dengan Universitas Sari Mutiara salah satu kampus swasta di Medan dan aku berencana mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Walaupun jurusan ini cukup jauh dari rencana awalku, tetapi aku sudah mempertimbangkannya dengan matang.
Namun rencana itu berubah ketika suatu hari aku dan mamah sedang makan di tempat favoritnya dulu. Awalnya aku sebenarnya enggan pergi karena khawatir akan ada orang yang bertanya tentang kuliahku ya tau sendiri itu lumayan sensitif. Saat itu mamah sedang berbincang dengan temannya tentang kuliah anak teman mamah, dan tanpa sengaja seorang pembeli lain mendengar percakapan mereka yang memang saling mengenal juga. Ia kemudian berkata, “Kenapa tidak mencoba UINSU saja? Pendaftaran jalur mandirinya masih buka. Anak saya baru saja mendaftar kemarin.”
Mendengar hal itu, aku hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih atas informasinya. Awalnya aku ragu, tetapi mamah menyemangatiku untuk mencoba saja. Ia berkata bahwa hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT, yang penting sudah berusaha. Setelah aku pertimbangkan lagi akhirnya aku memberanikan diri untuk mendaftar. Aku memilih tiga jurusan, yaitu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Komunikasi, dan Biologi. Entah mengapa perhatianku justru lebih tertuju pada Biologi, walaupun jurusan itu menjadi pilihan terakhirku.
Aku kembali belajar seperti sebelumnya, begadang, mencari soal latihan, dan belajar dari berbagai sumber. Ujian pun dilaksanakan secara online. Walaupun begitu, sistem pengawasannya tetap ketat. Syukurlah ujianku berjalan lancar tanpa kendala. Pengumuman dilaksanakan pada 27 Juli 2023, tiga hari setelah ulang tahunku. Ketika melihat hasilnya, aku dinyatakan lulus di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dengan jurusan Biologi. Rasanya sangat bahagia, terharu, dan ini menjadi hadiah ulang tahun yang paling indah yang pernah aku dapatkan. Kabar baik itu langsung aku sampaikan kepada keluargaku. Mereka semua merasa sangat bahagia. Walaupun awalnya aku masih sempat merasa ragu, akhirnya aku menjalani perkuliahan dengan penuh semangat.
Pada semester dua, aku sempat mencoba kembali SNBT di tahun 2024 karena di dalam hatiku masih ada keinginan yang besar untuk masuk Kedokteran. Namun hasilnya tetap sama. Saat itu aku mulai belajar menerima jalan yang telah aku jalani. Kini aku menyadari bahwa berada di jurusan dan kampus ini adalah bagian dari rencana terbaik yang telah Allah SWT siapkan. Aku percaya bahwa ini adalah awal dari perjalanan menuju kesuksesan. Aku juga sangat bersyukur dan berterimakasih karena di kampus ini aku mendapatkan banyak pengalaman, teman-teman yang baik, dosen yang baik, lingkungan perkuliahan yang nyaman serta kesempatan untuk aktif dalam organisasi.

Kampus impian tidak selalu dimulai dari pilihan pertama, terkadang tempat yang tidak pernah kita rencanakan justru menjadi tempat terbaik untuk belajar dalam menerima, bertumbuh, dan memperjuangkan mimpi kita.
Ditulis oleh : Amanda Julianti Siregar

