Inspirasi

Perkenalkan nama saya Shaffa Adleina Rayan. Saya adalah mahasiswa D4 Prodi Fisioterapi, Fakultas Vokasi di Universitas Airlangga. Perjuangan saya berawal dari sebuah rasa bahagia yang saya rasakan ketika saya termasuk ke dalam salah satu siswi eligible di SMA saya di Kalimantan Selatan. Sewaktu SD dan SMP saya sering mengikuti lomba-lomba dalam bidang non-akademik. Tetapi, saat saya menduduki bangku SMA, saya tidak pernah lagi mengikuti lomba karena Covid-19. Walaupun saya sudah berusaha mengikuti banyak lomba, entah kenapa saya selalu gagal. Sampai pada kelas 12, saya senang akhirnya setidaknya saya berhasil membuat kedua orang tua saya bangga dengan pengumuman siswa-siswi eligible di sekolah. 

Tidak cukup sampai disitu saja, ternyata saya dinyatakan tidak lolos di universitas dan jurusan yang saya inginkan di jalur eligible. Saya kembali merasa down dengan apa yang harus saya lakukan ke depannya. Tapi, karena saya tidak ingin berlarut-larut terlalu lama, saya kembali bangkit dan memperjuangkan SNBT yang ada di depan mata saya, agar saya bisa masuk ke kampus dan jurusan yang saya inginkan. Tiba masanya pada pengumuman hasil SNBT, sekali lagi saya merasa bagaikan dihujami oleh ribuan pisau karena warna merah terpampang nyata yang berati saya tidak lolos. Saya kembali merutuki diri saya sendiri. Saya semakin merasa down karena mendengar kabar bahwa teman-teman saya lolos di kampus dan jurusan yang mereka inginkan. Kepala saya rasanya seperti ingin meledak dengan pikiran-pikiran kacau dengan apa yang akan terjadi ke depannya.  Kemudian, ibu saya membantu menyemangati saya dengan mengatakan bahwa ini bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada jalur mandiri yang banyak terbuka lebar di luar sana. Mendengar itu, saya kembali berjuang untuk lolos di jalur mandiri walaupun sambil berserah diri ke Yang Maha Kuasa. 

Ternyata, Tuhan mendengarkan dan mengabulkan doa saya. Tuhan melihat perjuangan yang telah saya lakukan selama ini sehingga akhirnya, saya bisa lolos di Universitas Airlangga Prodi D4 Fisioterapi. Saya merasa terharu dengan pencapaian yang saya raih setelah melihat perjalanan saya ke belakang yang penuh suka-duka di setiap waktunya hingga akhirnya saya bisa sampai pada titik ini. Saya berjanji kepada diri saya sendiri, bahwa saya akan terus berusaha aktif dalam berorganisasi, mengikuti lomba-lomba sesuai passion saya dalam bidang menulis, mencari beasiswa agar lebih meringankan beban kedua orang tua, dan lulus dengan IPK cumlaude. Harapan saya, dengan saya berkuliah di luar kota yang jauh dari keluarga, saya semakin mampu untuk mencapai impian terbesar saya. Dimana impian terbesar saya adalah saya ingin berkuliah dan menuntut ilmu di Australia. Karena di sanalah tempat saya dilahirkan selagi ayah saya pergi berkuliah dan menuntut ilmu. Saya juga ingin menjadi sepertinya dan pergi mengunjungi kembali negara tempat kelahiran saya. Maka dari itu, saya pelan-pelan mulai belajar mandiri di kota yang berbeda, lalu kemudian melangkah pergi belajar ke negara yang berbeda jika memang saya memiliki kesempatan untuk pergi ke sana. Saya akan terus memotivasi diri saya sendiri ke depannya dengan melihat ke belakang dan mengingat perjuangan saya dan orang tua saya sampai saat ini serta pencapaian dan prestasi saya yang masih harus saya kerahkan lebih banyak lagi.