Inspirasi

Ini adalah kisah seorang anak desa yang tumbuh dari keluarga petani yang selalu tidak pernah lelah ditengah terik panasnya matahari. Saya adalah Chilyatun Nisak seorang makhluk yang diciptakan untuk selalu hidup yang tak pernah mengeluh dan selalu bersikap untuk percaya optimis dan penuh dengan kemandirian. Saya akan menceritakan kisah saya yang dimulai dari tingkat sekolah dasar hingga menjadi seorang yang beruntung masuk ke perguruan tinggi. Sebuah kehidupan yang penuh dengan cerita-cerita yang di rangkai oleh Tuhan dengan sangat sempurna.

Meraih prestasi adalah sebuah usaha yang telah saya jalankan dan menjadi sebuah prinsip dalam diri saya untuk menggali potensi diri. Sejak sekolah dasar, orang tua saya selalu memberikan akses terbuka untuk anaknya menjadi apa yang di impikan. Sebuah dukungan yang diberikan membuat diri saya untuk selalu menanamkan diri untuk meraih nilai yang tinggi dan peringkat juara kelas maksimal masuk dalam 10 besar. Dalam berbagai usaha kerja keras mulai dari belajar, membaca dan aktif dalam kelas menjadikan saya mendapatkan peringkat 2 besar dan berturut turut masuk dalam peringkat 10 besar selama duduk dibangku sekolah dasar. Walaupun hanya masuk peringkat 10 besar di dalam kelas dan belum bisa meraih juara sekolah maupun juara tingkat nasional, hal itu tidak membuat saya untuk berpikir rendah dan mematahkan semangat saya. 

Pendidikan ke jenjang yang tinggi di desa saya banyak menilai bahwa pendidikan itu hanya cukup sampai SMA saja, bahkan ada juga yang tamat sampai sd saja. Dan itu juga terjadi kepada kedua orang tua saya yang hanya memiliki pendidikan sampai SD. Memang pendidikan di desa saya tidak begitu diperhatikan apalagi banyak anak yang masih usia dibawah umur, mereka telah mengalami putus sekolah. Perlunya pemerintah dan masyarakat untuk mengutamakan pendidikan pada anak-anaknya menjadi putra putri yang memiliki wawasan yang luas. Pemerataan pendidikan saat ini memang sangat diperlukan dan memperbanyak beasiswa bagi anak berprestasi maupun kurang mampu. 

Saya berpikir bahwa saat ini duduk dibangku perguruan tinggi adalah suatu anugerah yang sangat berharga. Dan pendidikan yang tinggilah menjadikan banyak peluang dalam meraih karir yang di impikan dan mampu membangun jejaring sosial dengan masyarakat luas. Sebelum saya duduk dibangku perkuliahan saya pernah di posisi menjadi seorang pegawai disuatu pabrik selama 1 tahun. Pada saat itu kondisi ekonomi belum memadai dan saya memiliki kesempatan selama 1 tahun itu untuk menabung sebagai bekal kuliah nantinya. Walaupun kedua orang tua saya petani dengan pendidikan yang hanya tamatan SD saja, tetapi motivasi yang diberikan oleh orang tua saya sangatlah luar biasa sebagai bentuk dukungan bagi anaknya. Qodarullah saya mendapatkan hal sebuah keberuntungan bisa menjadi bagian sebagai seorang mahasisiwi di UIN Walisongo Semarang. Semua makhluk dimuka bumi ini memiliki jalannya masing-masing, tetapi percayalah bahwa semua memiliki arti dari setiap takdir yang Allah telah berikan.

Dulu saya saat masih duduk dibangku SMA tidak akan mengira bahwa saya bisa menjadi orang yang beruntung bisa melanjutkan pendidikan ditingkat yang lebih tinggi, dan bersyukurlah  Allah memberikan karunia ini kepada saya. Saat dibangku SMP saat ibu guru saya bertanya dikelas, ini terjadi saat kelas 9 saat itu ibu guru yang mengajarkan mata pelajaran IPA tiba-tiba menanyakan kepada kami “siapa yang nantinya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi atau kuliah” tanya ibu guru kepada kami. Sontak saya dan beberapa teman saya mengacungkan tangan dan bilang bahwa kami ingin melanjutkan kuliah. Di dalam hati saya itu mungkin tidak akan pernah terjadi. Tetapi qodarullah Allah memberikan keajaiban kepada saya. Sebuah motivasi saya dari kak wirda mansur beliau pernah bilang apapun impian kita tetaplah optimis bahwa itu akan terjadi dan biarkan orang lain bilang itu mustahil tapi bagi Allah itu sangatlah mudah. Motivasi yang selalu saya pegang sampai sekarang selalu sholawatin apapun keinginan kita walaupun nggak mungkin. Semua bagi Allah mungkin  dan apapun yang terlihat nggak bisa, semuanya mudah bagi Allah, tulisan ini adalah karangan kak Wirda Mansur dalam bukunya yang berjudul ‘Be Calm Be Strong Be Gratefully’. 

Ada sebuah ayat yang menyatakan bahwa menunntut ilmu itu adalah sebuah kewajiban. “Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang mengehendaki keduanya maka wajib baginya memilki ilmu.” (HR.Tirmidzi). Hadits ini memiliki arti bahwa kita diwajibkan menuntut ilmu, dan menyebarkan ilmu kepada orang lain jangan dipendam, diamalkan, dan dibagikan manfaatnya kepada orang lain, agar mereka bisa mengetahui apa yang tidak ketahui. 

Demikian kisah kehidupan perjuangan, motivasi dan keberuntungan yang Allah takdirkan dengan sangat sempurna. Semoga anak-anak bangsa negeri ini bisa memilki pendidikan yang tinggi dan layak serta, menjadi generasi bangsa yang cerdas, berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

 

“Percayalah dengan prosesmu dan datangkan Allah dalam setiap langkahmu. Suatu saat nanti apa yang kamu usahakan dan doakan menjadikan dirimu tersenyum dan bangga atas keberhasilanmu”

                                              _Chilyatun Nisak_