Kampus Swasta

Apa mungkin jika belajar sambil bekerja akan mendapatkan Perguruan 

Tinggi Impian? Tentu bisa, dengan keyakinan & ketekunan  yang kamu miliki semua akan berjalan dengan sangat baik. Ada seseorang yang berpendapat bahwa belajar ku pasti tidak maksimal karena disaat yang sama aku juga harus bekerja full time. Dengan begitu aku harus punya Time Management yang baik supaya apa yang aku jalankan clear ditempat nya masing-masing.

Yang perlu diketahui aku adalah pejuang Perguruan Tinggi sejak tahun

2022, jatuh berkali kali dengan sakit yang sama namun harus bertahan demi Impian yang di impikan & masa depan yang lebih baik. Setiap proses pasti ada sesi tersandung nya masing-masing, tapi bagaimana kita menyikapi nya dengan bijak. Jika saja kala itu menyerah sudah aku lakukan, hanya 1 jawaban ini yang ku dapat Mimpi Ku Akan Terkubur Seumur Hidup.

 

Dengan apa yang sudah aku sampaikan di awal, aku belajar sambil 

bekerja yang dimana aku bekerja di dunia F&B, bagi yang pernah bekerja di F&B pasti paham sekali tentang kondisi nya. Menghadapi staff & customer dengan berbagai karakter, belum dengan SOP yang diberikan oleh atasan, benar benar sangat menguras energi. Begitu juga dalam hal lain yang dimana banyak New Produk yang harus dikuasai secara bersamaan, dan pasti nya dengan materi yang sangat menumpuk untuk mengikuti tes mandiri. Sempat merasa lelah karena kurang nya istirahat & banyak nya materi yang harus dikuasai, begitu pula jam kerja yang dimana saat aku mendapatkan shift malam & pulang sampai ke rumah sekitar pukul 00.00 WIB. 

Disaat badan sudah lelah & pikiran pun ingin istirahat tapi harus tetap

mengejar materi supaya tidak gagal seperti tahun tahun sebelum nya. Disaat yang sama terkadang aku harus belajar sampai pukul 02.30 WIB atau bahkan sampai pukul  03.30 WIB dan dihari itu juga aku harus berangkat kerja pukul 08.00 WIB atau terkadang pukul 06.00 WIB diharuskan sudah berada di tempat kerja. Bahkan terkadang aku hanya tidur 2 jam dalam sehari & harus menggunakan jam istirahat ku untuk tidur atau belajar sejenak mengulas materi yang sudah di ringkas.

Ada yang berpendapat kenapa tidak fokus belajar saja? Kenapa harus 

bekerja juga? Jawaban nya karena aku harus mempunyai pembimbing belajar untuk mengarahkan ku supaya belajar ku terarah, aku ambil pelajaran dari tahun tahun sebelum nya bahwa aku gagal karena tidak ada nya pembimbing untuk belajar. Tidak hanya itu, karena aku harus mengumpulkan banyak materi dari sumber mana saja yang dimana aku harus membeli beberapa buku yang terbilang tidak murah.

Tentu dari perjuangan ku ini ada suatu insprasi yang membuat ku anti 

malas, singkat nya lebih baik lelah di masa muda daripada harus lelah di masa tua. Dengan demikian aku juga memiliki pemikiran “Aku harus menggapai impian ku supaya tidak terbayang pada masa tua ku” atau bahkan jika aku sudah memiliki keturunan, tidak ada kata “Kamu harus meneruskan keinginan ku yang terkubur dimasa muda” Padahal tanpa sadar mereka terlahir memiliki impian nya sendiri.

Ada banyak hal yang membuat aku menyelesaikan semua nya dengan

baik, tapi 1 hal utama yang aku tanamkan adalah Pikiran Yang Baik Mampu Mengubah Nasib Buruk.