GERBANG UDAYANA

Hallo, perkenalkan namaku Gede Naulan Narotama, yang akrab juga disapa Naulan. Aku dulunya bersekolah di SMAN 2 Mengwi, dan disinilah awal aku memulai semangatku meraih universitas impianku yaitu Institut Teknologi Bandung. Huh, aku sendiri sadar mencapai ITB bukanlah hal yang mudah, utamanya untuk aku yang sebenarnya pemalas tapi aku sadar bahwa aku sebenernya mampu dan inilah ceritaku mempersiapkan diri untuk mejadi mahasiswa ITB. Awal kelas satu SMA aku sudah sangat ingin sekali diterima di ITB, kenapaa????, ya tentu saja karena ITB adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia, dan aku sangat suka sekali dengan ITB sejak aku tau bahwa pamanku juga adalah seorang alumi ITB. Pada awal memulai langkahku aku sejujurnya bingung, apakah benar aku mau masuk kesana atau hanya sekedar FOMO saja. Aaaaaa, kalian kepo kan, yuk lanjut baca bagaimana perjuanganku.

Aku ingat sekali saat itu aku menjalani sekolah dengan konsep daring. Dimana aku kalau boleh jujur sedikit sedih diterima di SMA 2 Mengwi karena jujur saja SMAN 2 Mengwi bukanlah SMA yang ingin aku cari dan juga bukan SMA yang memiliki nama yang baik di mata universitas. Ini semua salahku karena aku terlalu malas dan lebih senang bermain game, sehingga nilaiku anjlok dan nilai akhir ku saat SMP tidak tembus untuk masuk SMA favorit. Sebenarnya bisa saja aku masuk jalur belakang seperti teman temanku, namun aku tidak di izinkan melakukan hal itu, sehingga aku dengan nilaiku yang cukup kecil ini untungnya masih di terima di SMA Negeri, ya walapun bukan SMA yang favorit. Saat itu covid 19 sedang melanda, ekonomi keluargaku juga menjadi hancur, bahkan saat itu disaat teman temanku sudah memiliki seragam aku belum bisa memilikinya. Jujur aku pada saat itu merasa malu, sedih, dan marah, aku bertanya tanya “mengapa aku begini?”, namun ternyata hal itu melatih keberanianku dan mentalku kedepannya agar tidak mudah gengsi.

Saat kelas satu SMA aku daftar OSIS karena di suruh orang tua, dan jujur aku tidak tau, apa esensi dan pentingnya ikut begituan, awalnya banyak pertanyaan yang muncul di dalam diriku. Aku banyak bingung dan tak tau harus berbuat apa. Akhirnya satu bulan pun berlalu, aku senang karena aku diterima masuk OSIS. Awal aku masuk osis, aku diajak mengikuti lomba short movie Tingkat nasional, dan beruntung sekali aku langsung memperoleh juara 2. Sejak itulah aku mulai tertarik mengikuti lomba lomba ya walaupun tidak berjalan mulus. Selain mengikuti perlombaan di OSIS, aku juga mengikuti kepanitiaan yang disinilah aku bisa melatih soft skill ku dalam berbicara dengan orang lain dan management waktu. Senang rasanya mengikuti organisasi ini yang membuatku mempunyai banyak teman teman yang baik, walaupun pada awalnya aku adalah siswa yang tergolong pemalas sehingga sering kali tugas OSIS yang diberikan padaku tidak bisa aku selesaikan tepat waktu. Aku ingat sekali aku pernah di marahi karena telat membuat tugas dan aku benar benar dimarahi dan teman temanku juga memarahiku, sejak saat itulah aku mulai instrospeksi diri dan mulai memperbaiki hal itu, dan ternyata menerima kenyataan bahwa kita memiliki kesalahan dan mau belajar dari kesalahan adalah salah satu ciri kita berkembang.

Tak hanya berorganisasi sebagai seorang siswa aku juga harus tetap belajar, oleh sebab itulah aku mengikuti ekstrakulikuler yaitu, club fisika dan club matematika. Disana aku banyak belajar tentang soal soal olimpiade yang mengantarkan aku menjadi salah satu perwakilan sekolah dalam ajang KSN ( Kompetisi Sains Nasional ), saat itu aku mengikuti olimpiade astronomi, berbekal ilmu yang diajarkan oleh guruku dan belajar mandiri aku berhasil lolos hingga tahap provinsi, itu menurutku sudah sangat keren, hehehe. Saat kelas dua aku mengikuti KSN lagi, namun kali ini dicabang yang berbeda, yaitu di bidang matematika, aku belajar mati matian untuk persiapan olimpiade ini, karena aku merasa aku mampu dan cukup yakin akan bisa lolos ke tahap provinsi terkadang aku sombong dan berkata soalnya mudah, namun saat hari pengumuman ternyata aku tidak lolos. Sedih rasanya menyadari hal itu, mungkinn teman teman juga pernah merasakan hal itu, Dimana saat kita sedang tidak terlalu berharap terhadap suatu hal kita malah mendapatkannya, dan saat kita berharap yang terjadi malah sebaliknya, kita malah mendapatkan kegagalan. Hal ini jugalah yang sekarang merubah cara pandangku, Dimana aku tidak memberikan ekspetasi yang terlalu berlebihan yang kadang membuat kita menjadi sombong, lakukanlah hal sebaliknya, dimana kita tetap berusaha dan melakukan sesuatu sebaik baiknya namun tanpa menyombongkan hal yang kita lakukan dan tetap mempasrahkan hasilnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena biasanya dengan lebih rendah hati segala hal yang kita lakukan akan di permudah olehnya.

Aku bukan siswa yang pintar di semua bidang akademik, yang membuatku mungkin jarang bisa meraih tiga besar dikelas, karena memang aku malas untuk mempelajari segala mata Pelajaran yang ada di SMA dengan sunguh sungguh, bukan aku merendahkan. Aku hanya berfikir mengapa saya harus belajar hingga 14 mapel, sedangkan setiap mapelnya di isi dengan guru yang berbeda, karena itulah aku berfikir lebih baik aku mempelajari mapel yang benar benar penting dan benar benar aku suka. Kata teman temanku aku cukup pintar di bidang matematika, sehingga aku lebih banyak memfokuskan diriku untuk belajar dan memperdalan ilmu matematikaku, bukan untuk pamer bahwa aku lebih hebat tetapi agar aku bisa membantu mereka yang masih kesulitan mempelajari matematika, saat mata pelajarana matematika berlangsung aku sering sekali dimintai pertolongan oleh guruku untuk membantu mereka yang belum paham akan materinya, walaupun aku cukup bisa di bidang matematika, aku juga tergolong biasa saja ataupun kurang di mapel lain, sehingga aku juga belajar dari teman temanku di saat maple lain. Hal ini yang menyadarkanku bahkan kita sesama manusia pada dasarkan akan saling membutuhkan kita tak boleh merasa paling hebat dan harus tetap berguna bagi sekitar, karena kita masih tak tau apa apa dan masih banyak hal yang tidak kita pahami, sehingga aku sadar bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing.

Sampailah saya kelas tiga SMA, saat saat yang cukup krusial karena saya akan segara masuk ke perguruan tinggi, saya mulai berstrategi untuk mencapai universitas favorit saya, ada dua jalur yang akan saya ikuti yaitu melalui nilai rapot atau yang dikenal snbp dan juga tes utbk atau yang di kenal dengan nama snbt. Saya yang sadar bahwa saya bukan orang yang sangat pintar pun mulai berstrategi bagaimana saya bisa masuk ke ITB, saya melakukan konsultasi ke kakak kelas saya, mereka menjelaskan saat jalur nilai rapor atau snbp, saya disarankan untuk memilih universitas di dekat daerah saya saja, karena kalua pake nilai rapor, sangat kecil kemungkinan saya di terima oleh ITB, selain karna sekolah saya belum ada alumni disana, katanya ada faktor jarak sekolah dengan universitas yang menjadi factor pendukung, sehingga pada jalur snbp saya memilih universitas yang dekat dengan sekolah saya yaitu universitas Udayana dengan mengambil pilihan pertama pada jurusan arsitektur dan yang kedua pada jurusan Teknik sipil, saya memilih kedua pilihan tersebut karena saya sangat suka belajar mengenai design dan infrastruktur bangunan. Nah kemudian dengan jalur tes utbk atau snbt saya baru akan memilih ITB karena itu pure tes dan saya sudah mulai belajar sejak h-200 hari, saya belajar terus hingga tiba hari dimana saya akan melihat hasil dari  snbp yang dimana saya tidak sama sekali menaruh harapan akan diterima disana, namun ternyata saya diterima dan di nyatakan lolos di universitas Udayana dengan prodi Arsitektur.

Saat itu saya merasa senang dan sedih di saat yang bersamaan, senang karena bisa lolos PTN, namun saya sedih karena tidak bisa lagi mengikuti tes utbk sehingga harapan saya untuk masuk ITB sudah selesai untuk program sarjana, namun saya tetap senang dan sangat sangat bersyukur karena lebih banyak orang yang ingin mendapatkan universitas seperti saya namun belum berkesempatan. Jadi saya belajar jika kita berusaha sebaik mungkin, terkadang hasilnya memang tak sesuai apa yang kita inginkan namun saya yakin apapun yang telah kita usahakan dengan usaha dan doa yang terbaik pasti akan selalu ada jalan yang di berikan oleh Tuhan YME.



Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.