KISAH PERJUANGAN MERAIH KAMPUS KAMPUS PERGURUAN TINGGI SWASTA

JONATAN SIANIPAR 

INSTITUT TEKNOLOGI DIRGANTARA ADISUTJIPTO

Hi semuanya, perkenalkan nama saya Jonatan Sianipar, anak ke 2 dari 3 bersaudara, saya berasal dari ekonomi keluarga menengah kebawah di suatu desa Perawang Barat, lengkap nya saya berasal dari di Provinsi Riau, Kab Siak, Kec Tualang, desa Perawang Barat. Saat ini saya duduk dibangku kuliah disalah satu kampus swasta di Yogyakarta yaitu Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto (ITDA) Yogyakarta,mahasiswa angkatan 2021 dengan jurusan Teknik Dirgantara dan sekarang dibangku semester 7. 

Sadar diri dan tau diri itulah dua kata yang saya  pegang selama hidup saya, dan mengajarkan saya kehidupan yang sebenarnya.Sadar diri saya siapa dan tau diri bagaimana keluarga saya, saya tidak pernah memaksakan kehendak saya dan keinginan saya kepada orang tua saya yang sangat bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarga kami.

Kisah ini akan menceritakan kisah nyata saya masuk kampus PTS dengan beasiswa full dari Pemerintah. Awal cerita saya mulai yang dimana saya hidup dan berasal dari keluarga yang berpenghasilan pas pas-an, namun di sisi lain saya bercita cita untuk kuliah, sadar akan ekonomi keluarga yang tidak sanggup membiayai kuliah saya. Singkat cerita pada saat itu saya lagi di bangku SMA dan bersekolah online karena masa covid-19, di bangku kelas 11 menuju kelas 12 saya membiasakan sekolah sambil bekerja mencari duit agar bisa membantu kedua orang tua saya, setidaknya untuk beli kuota internet atau untuk jajan sendiri, dimasa itu ketika saya tidak ada zoom atau tidak ada tugas saya selalu mencari kerjaan apa saja, misalnya jadi buruh bangunan dan jual pupuk.

Zaman covid adalah zaman yang dimana hampir semua orang menderita termasuk keluarga kami, pada saat ini Bapak saya tidak ada pekerjaan dan ibu saya hanya cleaning service di sebuah sekolah, saya yang sadar akan biaya yang terus menerus ada di setiap hari nya, saya mulai berpikir untuk mencari peluang usaha. Namun tidak membuat langkah ku untuk ingin mencari tambahan duit berhenti, di tahun 2020 sekitar bulan Agustus  saya berpikir untuk membuat usaha sendiri yaitu usaha pupuk kecil kecilan. Berhubung di daerah saya pada zaman itu lagi maraknya menanam bunga, sehingga saya berpikir untuk mencari peluang yang berhubungan dengan tanaman, usaha ini saya jalankan sendiri dengan cara mengantarkan ke rumah rumah pembeli saya menggunakan sepeda motor dan pupuk nya saya isikan didalam karung, hari demi hari saya mengantar, sekali pengantaran bisa 6-8 karung yang saya taruh di dalam keranjang di bangku motor saya, berat tiap karung nya sekitar 15-25kg.

Berjalan sekitar 6 bulan saya sangat bersyukur bisnis kecil saya berjalan dengan lancar dan saya bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan untuk saya berikan ke Ibu saya agar di gunakan untuk membeli atau memenuhi kebutuhan keluarga kami. Senang rasanya juga saya bisa memberikan sedikit penghasilan saya kepada keluarga saya, bisa belanja kebutuhan sekolah pakai duit sendiri, bisa janin adek dan keluarga, dan bisa di tabung sedikit demi sedikit . Namun jalan 7 bulan, hobbi menanam bunga masyarakat di desa saya sudah mulai berkurang dan sudah mulai banyak yang mengikuti usaha pupuk saya, penghasilan hari demi hari mulai berkurang dan akhirnya jalan dibulan ke 9 memasuki tahun 2021 , saat saya sudah di bangku kelas 12 usaha saya sudah mulai berhenti.

Yaa itu sedikit cerita tentang kisah saya yang berjualan sambil sekolah daring,

Sambil berjalan saya dari kelas 11 sudah mulai mencari informasi tentang beasiswa karena meskipun ekonomi keluarga saya pas-pasan, saya percaya saya bisa kuliah dengan cara saya mencari beasiswa, singkat cerita memasuki kelas 12 di SNMPTN saya tidak masuk ke perguruan tinggi, pada saat itu saya memilih UGM dan UB Malang, disitu saya sudah sedikit pasrah dan ingin menyerah namun saya kembali mengingat perjuangan orang tua saya dan sangat berharap dari keluarga saya ada yang bisa berkuliah, orang tua saya ,saya jadikan motivasi untuk saya berdiri kembali dan masuk di SBMPTN, di SBMPTN saya kembali gagal mengikuti ujian UTBK nya, dikarenakan kondisi pada saat itu saya tidak ada kendaraan untuk ke kota, dan kembali lagi saya menyerah dan sudah pasrah pada saat itu. Dan saya sudah sempat mengatakan ke orang tua saya, bahwa saya tidak kuliah dan akan mencari pekerjaan apa saja yang bisa saya lakukan. Namun, mama saya tetap menguatkan hati ku dan selalu mendukung apapun yang kulakukan, disitu aku langsung tersentuh dan kembali lagi bersemangat untuk mencari informasi tentang kuliah, ditambah dari kelas 11 saya sudah mulai mulai mencari beasiswa dan alhasil saya mendapatkan informasi beasiswa kip-k.

Kartu Indonesia Pintar – kuliah adalah beasiswa yang di perentukkan kepada siswa siswi berprestasi dan ingin kuliah namun terkendala dengan biaya kuliah. Saya terus hari demi hari sambil menunggu kelulusan SMA, saya menggali informasi dan cara-cara mendaftar beasiswa kip-k ini, tibalah di suatu hari tepatnya malam hari, saya yang lagi bermain sosial media, melihat sebuah postingan dari teman saya, postingan yang berisi tentang formulir pendaftaran mahasiswa baru disebuah kampus swasta yang ada di Yogyakarta yang bernama Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto. Isi formulir nya adalah berisikan bahwa terdapat Beasiswa full gratis uang kuliah dan mendapatkan uang saku, beasiswa nya ya itu beasiswa kip-k, tergerak hati dan pikiran saya untuk menanyakan tentang formulir tersebut kepada teman saya yang punya postingan tersebut, beberapa hari saya menggali informasi dari teman saya dan saya mendapat cara serta prosedur mendaftar nya. Berjalan 1 Minggu, saya memulai pergerakan untuk mendaftar sebagai penerima kip-k dulu, berawal dari mengurus SKTM ( Surat keterangan tidak mampu ) ke kantor kelurahan di daerah saya.

Butuh perjuangan untuk mengurus surat ini, dikarenakan ada kendala yang dimana kepala desa yang tidak ada ditempat atau halangan lainnya. Namun tidak mematahkan semangat saya, setelah dari itu, saya lanjutkan dengan mengumpulkan berkas-berkas yang sekiranya diperlukan, beberapa hari berkas sudah terkumpul dan sampailah saya harus membuat dan mengurus ATM kip-k nya, kebetulan ATM yang dibutuhkan adalah ATM yang tidak ada kantor nya di desa saya, adanya di kota, sehingga saya harus pergi ke kota untuk membuat ATM BTN tersebut. Sama hal nya mengurus ATM nya tidak secepat yang saya bayangkan, saya harus 3 hari untuk mengurus buku tabungan BTN ini, dan perjalanan dari desa ke kota saya -+ satu setengah jam lamanya. 

Setelah mengurus sendiri berkas-berkas dan menyempurnakan nya, saya ngobrol dengan orang tua saya tentang kampus ini dan menceritakan bahwa saya ada kesempatan untuk kuliah di Jogja disalah satu kampus yang dinaungin oleh Angkatan Udara. Dan orang tua saya sangat mendukung, setelah itu saya mendaftar dan singkat cerita setelah formulir saya isi dengan syarat nya di 2 Minggu setelah saya kirim saya di telpon pihak kampus, dan saya dinyatakan lolos dan salah satu mahasiswa penerima beasiswa kip-k. Rasa senang dan bahagia yang ku rasakan, dan saya memberitahu ke orang tua saya dan semua nya merasakan kebahagiaan yang sama, saya berkuliah dengan gratis biaya uang kuliah

Lulus SMA, pada saat itu masih zaman covid 19 di tahun 2021, saya tidak langsung berangkat ke Yogyakarta, karena perkuliahan masih dilakukan dari rumah atau online. Di tahun 2022 masuk semester 3, saya berangkat ke Yogyakarta dengan tabungan yang saya simpan semasa SMA saya, dengan bekal doa orang tua dengan kemandirian yang diajarkan orang tua saya, saya sampai di Yogyakarta tanggal 31 Maret 2022, Puji Tuhan hampir 2 tahun lebih lamanya saya tidak merepotkan orang tua saya, saya bisa mencari penghasilan tambahan saya juga di Yogya, saya kerja jadi pegawai di konter, pegawai jualan minuman, ikut shooting jadi pemain figuran dan kerja lainnya yang halal. Selain itu saya juga sering mengikuti lomba yang bisa mendapatkan uang yang dimana saya bisa menambah penghasilan, namun saya sering kalah, tapi saya tidak menyerah begitu saya, saya terus dan terus mencari dan menggali yang bisa menumbuhkan soft dan hard skill yang ada di diri saya, di kampus saya mahasiswa yang cukup aktif, dimana saya ikut tergabung beberapa kepanitiaan dan kepengurusan di organisasi 

Di masa SMA saya pernah menjadi ketua PMK ( Persekutuan mahasiswa Kristen ) periode 2022-2023 dan terakhir saya menjadi Presiden Mahasiswa kampus saya periode 2023-2024, sebuah capain besar dalam hidup saya, yang membuat saya bangga dan orang tua saya bangga. Namun tidak lama saya merantau di tahun 2023 tepatnya tanggal 11 Februari 2023, Bapak tercinta kami meninggal dunia, disitu hati saya benar benar kacau, saya yang berada jauh dari mendiang ditinggal pergi, mengingat janji bapak saya yang dimana Bapak saya tidak akan pergi sebelum saya dilihat nya wisuda, namun takdir berkata lain, Tuhan lebih sayang kepada Bapak saya, dan bapak saya meninggal dunia karena sakit.

Namun saya tidak menyerah dan tetap semangat walaupun bapak saya sekarang sudah tidak ada, namun saya percaya ada Tuhan Yesus yang selalu ada bersama ku dan keluarga ku

Singkat cerita saya sudah di bangku kuliah semester 7 dan saya sedang melakukan kerja praktik di kementerian Perhubungan Jakarta Pusat dan periode saya sudah selesai sebagai Presiden Mahasiswa.

Kisah ini diketik dengan kisah nyata, namun cerita yang singkat ini tidak sebegitu singkat yang dibaca 

Banyak perjuangan dan pengorbanan yang saya lakukan untuk saya mendapatkan beasiswa dan bisa hidup mandiri di Yogyakarta dan tabungan keluarga saya bisa dipakai untuk adek saya dimasa yang akan datang

Pesan : Jangan pernah memaksakan kehendak dirimu kepada orang tua mu atau keluarga mu, lebih baik hidup pas-pasan daripada hidup penuh dengan utang.

Jangan lupa untuk tetap berbuat baik dan hidup penting untuk sadar diri dan tau diri.

Langkah mu sekarang menentukan dirimu yang akan datang.



Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.