KEGAGALAN ADALAH GURU TERBAIK DALAM HIDUP

(Kisah Pribadi Perjuangan Mendapatkan TOP 10 PTN Berbuah Manis)

Karya : Romy Sandria (Universitas Padjadjaran)

Memandangi logo universitas impian yang ternama di Bumi Pertiwi ini, membuatku terpacu dalam setiap derap langkah yang selalu di iringi doa ibu untuk mengejar mimpi yang begitu tinggi, yaitu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan bisa menjadi mahasiswa di universitas impian. Namun, nyatanya tidak semudah membalikan telapak tangan untuk mewujudkan mimpi tersebut. 

Namaku Romy Sandria, nama depan ku diberi oleh bapak “Romy” sepertinya memang tidak ada arti tetapi aku sangat bersyukur diberikan nama ini. Sedangkan, nama belakang ku “Sandria” diberi oleh Kakak pertama ku yang didasari dari film “Alexandria” yang tayang pada tahun 2005. Sungguh filosofi nama yang aneh tapi aku menyukainya.

Singkat waktu, anak sekecil itu telah tumbuh menjadi seorang mahasiswa di Universitas Padjadjaran. Mungkin banyak orang mengira aku dengan mudah bisa masuk PTN peringkat 7 di Indonesia ini. Namun, nyatanya semua itu berbanding terbalik.

Saat Menduduki bangku kelas 10 SMA aku sudah punya rencana ingin melanjutkan studi ke bangku perkuliahan. Saat itu, aku bermimpi ingin berkuliah di UGM karenanya aku bersungguh – sungguh belajar dan aktif di kelas maupun aktif dalam organisasi serta mengikuti banyak perlombaan sains dan bahasa. Semua perjuangan ku memang berbuah manis,dengan selalu mendapatkan peringkat 3 besar di kelas dan bertahan hingga aku kelas 12. Tetapi, tidak dengan apa yang sudah aku mimpikan sedari kelas 10 yaitu bisa berkuliah di UGM.

Tibalah saat nya pengumuman siswa eligible disekolah ku. Aku merupakan seorang siswa dari program MIPA dengan jumlah siswa keseluruhan di program ini sebanyak 240 orang yang dimana sekolah ku mendapat kuota untuk mendaftar jalur undangan perguruan tinggi negeri hanya 114 orang saja. Alhamdulillah atas izin Allah Swt juga doa ibu, aku masuk dalam kuota siswa eligible di peringkat ke 18 dari 114 siswa. Aku dengan kesadaran penuh lantas memilih UGM di pilihan satu, aku sangat yakin bisa lolos SNBP karena hasil nilai akhir ku cukup besar (93,82) dan juga aku banyak meraih sertifikat juara perlombaan yang aku ikuti selama duduk di bangku SMA.

26 Maret 2024, tepatnya pukul 15.00 WIB dengan segala harap yang menggebu dan mulut yang tidak berhenti melafalkan doa. Aku membuka sesuatu yang ternyata bisa membuatku kuat sampai saat ini. Ya, aku mendapat warna cinta alias ketolak di jalur SNBP. Tangis, sesak dan sakit yang aku rasakan saat itu. Aku melihat teman – teman sebaya ku lolos di jalur ini hanya bisa ikut senang saja padahal hatiku tersayat. Mengapa aku tidak lolos ya Allah? Apakah perjuangan ku selama 3 tahun tidak ada artinya?

Aku yang tidak mengikuti les UTBK karena kondisi finansial keluarga yang tak mencukupi pun harus mengikuti UTBK dengan berbekal video Youtube. Hasilnya, aku mendapat kata semangat lagi. Semangat ku patah karena harus berjuang lagi di jalur mandiri. Sampailah aku mendaftar SMUP UNPAD dengan skor UTBK ku dan ternyata rencana Allah aku di takdirkan berkuliah di UNPAD. Sungguh tidak pernah menyangka bisa masuk PTN yang sangat banyak diminati ini, meskipun aku harus mengikhlaskan mimpi ku berkuliah di UGM.

Sedikit tambahan, aku mendaftar jalur mandiri hanya di PTN top 3 saja karena bisa menggunakan KIP sehingga aku di bebaskan biaya pendaftaran. Aku mendaftar SM ITB, SIMAK UI dan PBUTM UGM. Aku mengurus semua berkas pendaftaran sendiri, dimana aku harus bolak balik ke kelurahan untuk mengurus surat penghasilan orang tua dan berkas lainnya. Namun sayangnya, semua pengorbanan dan perjuangan ku belajar sungguh – sunggu untuk ujian tulis ini semua berbuah pahit. Ketiga jalur mandiri PTN itu menolak ku semuanya, tanpa satupun memberi kata “Selamat”. Semangat ku sudah tidak ada lagi untuk berkuliah pada saat itu, aku memutuskan untuk membuat CV dan ingin melamar pekerjaan. Aku tidak ingin menyusahkan kedua orangtua ku di rumah maka dari itu aku ingin bekerja, tetapi ternyata mencari pekerjaan tidak semudah yang ku bayangkan. 

Ketika sedang membuka instagram, aku tidak sengaja melihat postingan UNPAD membuka jalur mandiri yang bisa menggunakan KIP sehingga bebas biaya pendaftaran, lalu aku pun dengan penuh semangat mengurus lagi berkas yang diperlukan. Ada yang membuatku berkesan saat hari pengumuman ini aku tidak akan lupa hari itu.

Pada hari kamis, 27 Juni 2024 sorenya pukul 16.00 WIB aku membuka pengumuman hasil PBUTM UGM yang ternyata aku tidak lulus lagi. Aku hanya bisa nangis sampai maghrib, lanjut aku belajar untuk SIMAK UI dari jam 19.00 – 21.30 WIB. Saat aku ingin beranjak tidur setelah belajar, bunyi notifikasi dari whatsapp. Aku bergegas membuka notifikasi itu, yang ternyata itu  adalah pesan dari Universitas Padjadjaran yang ternyata aku dinyatakan LULUS jalur mandiri. Aku langsung teriak dan memanggil orangtua ku dengan penuh rasa tidak percaya dan haru. 

Akhirnya perjuangan ku terbayarkan, namun saat itu aku masih berambisi untuk SIMAK UI dan tetap belajar hingga hari h nya tiba. Aku mengerjakan soal demi soal SIMAK UI yang sangat sulit dan diluar nalar itu dengan jujur dan penuh yakin. Aku berserah pada Allah akan hasilnya, tetapi ternyata aku ditolak UI. Aku sangat sedih, karena aku di tolak kesekian kalinya dan untuk informasi saja di SIMAK UI 2024 ini ada siswa yang mengguakan joki dan mencontek dengan AI dan dinyatakan lulus di SIMAK UI aku melihat fenomena itu hanya bisa mengelus dada dan berusaha ikhlas. 

Cerita perjuangan mengejar PTN ini berbuah manis di akhir dengan diterimanya aku di Universitas Padjadjaran. Meskipun aku tidak pernah ada rencana untuk kuliah disini tapi aku yakin ini semua jalan dari Allah untuk aku bisa mengempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi walaupun bukan di Universitas impian ku. Ikhlas adalah cara terbaik untuk lebih berkembang kedepannya dan menjadi lebih baik lagi. Aku akan bersungguh – sungguh agar bisa menjadi sarjana pertama dalam keluarga dan mengangkat derajat orangtua ku.

Aku berambisi ingin menjadi mahasiswa berprestasi di kampusku ini, dengan itu pula aku mengetik cerita perjuangan ku ini dengan penuh harap bisa menjuarai lomba yang pertama aku ikuti di perkuliahan. Tidak ada yang tidak mungkin setelah aku melalui fase yang amat panjang ini. Terimakasih atas segala penolakan nya TOP 3 PTN aku kini menjadi pribadi yang lebih mawas diri dan belajar mengikhlaskan sesuatu yang bukan ditakdirkan untukku.

 

!!MIMPILAH SETINGGI TOP 3, AGAR JATUHNYA DI TOP 7!!

 

LAMPIRAN

Ketolak SNBP 2024 Ketolak SNBT 2024
Belajar SNBT + Mandiri Ketolak SM ITB
Ketolak SIMAK UI Diterima SMUP UNPAD
PRABU UNPAD Foto Bersama Orangtua di Unpad

 

Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.