Perjuangan Kelabu Prestasi Menggebu

Oleh : I Kadek Veri Sudiartana_Universitas Pendidikan Ganesha

Berusaha untuk menjadi yang berbeda dari perbedaan yang ada adalah jalanku. Keistimewaan diri terbentuk dari keunikan yang dimiliki. Banyak orang berpikir bahwa semua makhluk yang diciptakan oleh Tuhan akan mempunyai jalan yang sama. Akan tetapi, hal itu tidaklah benar, karena semua orang mempunyai tujuan dan kehidupan masing-masing yang sangat berbeda. Itulah saya, I Kadek Veri Sudiartana, seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha. Sebelum menyandang status sebagai “mahasiswa”, saya adalah anak biasa yang terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Orangtua yang selalu bekerja keras untuk dapat membiayai pendidikan selama duduk di bangku SMK. Hal ini juga diperparah karena adanya pandemi covid-19, sehingga orang tua harus berpikir dua kali untuk membiayai kebutuhan rumah tangga, kebutuhan pendidikan dan kebutuhan kesehatan. Ayah saya yang hanya sebagai buruh harian lepas yang menerima panggilan kerja dari orang tanpa memperhitungkan jenis pekerjaanya. Hasil kerja yang di dapatkan hanya mampu untuk membeli segenggam beras. Begitu pula dengan ibu saya, setiap harinya hanya duduk termenung dan diam dirumah karena tidak bekerja. Usaha untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi selalu diidam-idamkan dikeluarga saya. Banyak usaha yang telah dilakukan, mulai dari berjualan, berkebun hingga beternak. Namun, hal itu masih belum membuahkan hasil yang besar terhadap ekonomi keluarga. 

Berpikir untuk tidak ingin terus-menerus diam dalam dunia kelabu, saya mencoba untuk mengubahnya menjadi lebih berwarna. Bermula ketika masih duduk di bangku SMK, saya berusaha keras untuk meraih nilai tertinggi. Banyak hal saya lakukan untuk mewujudkan hal tersebut, mulai dari jarang bermain, rajin membaca buku, banyak mengerjakan soal-soal di internet hingga berdiskusi langsung dengan guru. Perjuangan belajar yang dimulai dari pagi hari hingga sore hari belum membuahkan hasil ketika duduk dikelas satu SMK. Hasil rapor yang didapatkan hanya mampu meraih nilai rata-rata 84. Akan tetapi, nilai tersebut justru memotivasi saya untuk lebih giat dalam belajar di tingkat berikutnya. Memasuki tingkat kelas 2 SMK, saya mulai banyak mencari relasi dengan mengikuti banyak perlombaan di tingkat desa, kecamatan, provinsi dan nasional. Berbagai jenis perlombaan yang diikuti sangat berdampak positif terhadap diri seperti memunculkan diri yang lebih kreatif, mental kuat dan tingkat wawasan yang semakin luas. Relasi teman yang didapatkan dari sebuah perlombaan juga membawa perubahan besar untuk diri saya, karena relasi tersebut dapat menjadi pondasi dasar untuk ruang berdiskusi baik di masa kini ataupun dimasa yang akan datang. Salah satu hasil perlombaan yang sangat berkesan untuk diri saya adalah Juara 1 Olimpiade Ekonomi Tingkat Nasional yang diadakan oleh Pythagoras Nasional.

Gambar 1. Prestasi I Kadek Veri Sudiartana

Sekarang mungkin orang-orang berpikir, “pasti nilainya turun karena banyak mengikuti perlombaan”. Pemikiran tersebut salah besar, ketika duduk di kelas dua SMK, nilai rata-rata rapor saya meningkat menjadi 89. Keterkaitan antar relasi sangatlah membawa dampak signifikan untuk kemajuan dalam diri sendiri yang terbentuk secara bertahap seiring waktu yang semakin berubah. Menuju masa akhir dari dunia pendidikan, ketika kelas tiga saya terus mengikuti berbagai perlombaan akademik sebagai bentuk semangat dalam diri untuk membanggakan orang tua. Dunia Praktik Kerja Lapangan (PKL) juga tidak kalah, sangat tidak menyangka bahwa saya dapat melaksanakan PKL di PT. Bank BTN Singaraja Persero Tbk selama 6 bulan penuh. Asal muasal anak buruh dapat magang di suatu tempat yang mungkin banyak orang impikan. Ketika melaksanakan magang disana, saya tidak pernah untuk memanfaatkan kesempatan untuk belajar dan terus menggali berbagai pemahaman baru mengenai dunia kerja, seperti membuka rekening, menginput data nasabah hingga mencatat data tunggakan pembayaran nasabah. Hal baru inilah yang saya kerjakan selama 6 bulan tersebut dengan penuh rasa kebanggaan menjadi salah satu bagian entitas dari bank BTN. Hingga pada akhirnya, setelah 6 bulan berlalu, saya selesai melaksanakan PKL dan kembali ke sekolah untuk melaksanakan ujian akhir. Tibalah ujung sekolah, saya melaksanakan ujian dalam beberapa hari dan selalu berdoa dan belajar untuk meraih nilai yang terbaik. 

Proses yang panjang, selama 3 tahun duduk di bangku SMK, tepat pada bulan Mei tahun 2023 yang merupakan hari terakhir menyandang status “siswa”. Perpisahan bukanlah suatu hal yang perlu untuk ditangisi, tetapi langkah awal untuk membuka gerbang baru menuju kesuksesan. Pengumuman kelulusan pun tiba, tidak pernah menyangka bahwa saya menjadi siswa terbaik di angkatan sendiri. Orang tua, terkhususnya ayah sangatlah tersenyum lebar ketika naik ke atas panggung. Banyak titisan air mata yang keluar dan saya merasa bahwa sudah dapat membayar setengah jerih payah orang tua yang selama ini telah dilakukan untuk membiayai sekolah. Hasil dalam bentuk piagam penghargaan saya berikan sepenuhnya kepada orang tua sebagai bentuk hasil perjuangan selama ini. Dengan nilai akhir 90, membawa senyuman manis didalam keluarga saya. 

Gambar 2. Penghargaan Prestasi Akademik

Apakah selesai sampai disini? Pertanyaan baru muncul ketika sudah menjadi fresh graduate atau baru lulus SMK. Disini saya mulai berpikir keras, melanjutkan atau langsung bekerja karena disatu sisi orang tua tidak mempunyai uang untuk membiayai perkuliahan kedepannya yang sangat besar. Orang tua menghampiri sejenak dan berkata “jangan sia-siakan kesempatan ini nak, lanjutkan pendidikannya, masalah biaya akan ayah pikirkan”. Seketika duduk dan merenungkan diri dalam hati untuk mencoba mencari solusi yang terbaik kedepannya. Hampir 2 hari memikirkan dan menentukan arah jalan sebenarnya, sehingga dengan tekad bulat memilih untuk melanjutkan. Perjuangan sebenarnya baru akan dimulai sekarang dengan berbagai tantangan yang akan muncul kedepannya. 

Pembukaan jalur undangan (SNBP) sudah tiba, berbagai berkas harus dipersiapkan dengan tepat waktu. Perjalanan kesana kemari dilakukan demi memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Salah satu syarat utama untuk mengikuti jalur ini adalah “siswa eligible”. Guru BK mulai melakukan pendataan terhadap siswa yang berkeinginan untuk melanjutkan perkuliahan dan menentukan ranking eligible. Data akhir telah muncul dan ternyata saya menjadi eligible 1 tertinggi seangkatan. Hal ini justru memotivasi saya untuk lebih bersemangat dalam melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Hari demi hari terlewati, banyak proses yang dilakukan, mulai dari menyiapkan berkas, menentukan siswa eligible, menginputkan nilai ke sistem, hingga menentukan pilihan universitas yang akan dituju. Pada saat itu, saya berpikir untuk memilih Universitas Gadjah Mada (UGM) karena memang menjadi pilihan sejak masa SMP. Akan tetapi saya berpikir lagi bahwa “dimanapun kita berkuliah, itu sama saja, yang terpenting adalah bagaimana kita memanajemen diri untuk dapat memanfaatkan entitas tertentu untuk mengupgrade diri kearah yang lebih positif. Percuma juga kalau kuliah di UGM, tetapi tidak serius kuliah atau hanya bermain-main saja dengan mengangungkan entitas UGM”. Oleh karena itu, akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan diri di Universitas Pendidikan Ganesha dengan prodi S1 Akuntansi. 

Bantuan informasi juga saya peroleh dari guru BK semasa SMK dulu, bahwa ada beasiswa KIP-K bagi masyarakat yang kurang mampu yang mempunyai keinginan besar untuk berkuliah dan prestasi yang banyak. Disini saya tidak menyia-nyiakan kesempatan, ambil handphone untuk langsung daftar di portal KIP-K dan memenuhi semua berkas-berkas yang diminta, seperti Kartu Keluarga, Kartu Keluarga Sejahtera, Program Keluarga Harapan dan sertifikat juara. Pada masa ini, saya sangat bingung karena peluang untuk memperoleh beasiswa ini sangatlah kecil ditengah banyaknya siswa lain yang juga mendaftar untuk memperoleh beasiswanya. Setelah semua berkas yang diminta terpenuhi, akhirnya saya langsung menyimpan semua datanya dan menunggu pengumuman. 

Pada tanggal 26 Maret 2023, tepat ketika pengumuman jalur SNBP, bersama orang tua untuk membuka pengumumannya. Ya, Tuhan memberikan bantuannya kepada keluarga kecil saya dengan memberikan warna biru pada hasil pengumuman. “Selamat Anda Dinyatakan Lolos Pada : S1 Akuntansi, Univeristas Pendidikan Ganesha”. Doa Ibu yang sangat kuat dan paling cepat untuk diterima Tuhan, sehingga membuat saya diterima pada jalur SNBP ini. Keadaan saat itu sangat penuh haru dan tangis bahagia bersama dengan pelukan hangat orang tua. Keesokan harinya, berbagai permintaan untuk pendaftaran ulang langsung saya isi dan lengkapi, sehingga menunggu pengumuman lolos KIP-K atau membyar UKT setiap semesternya. Menunggu informasi yang hampir 1 bulan, akhirnya pengumumannya muncul. Nama I Kadek Veri Sudiartana sebagai “Penerima Kip-Kuliah” langsung membuat hati orang tua berbunga-bunga. Tangis dan tawa menjadi satu, karena tidak pernah menyangka bahwa anak buruh bisa menjadi sarjana pertama dikeluarga ini. “Jadilah anak yang berbhakti dan terus belajar untuk meraih kesuksesanmu dimasa depan. Doa kepada Tuhanmu jangan sampai lupa, karena dialah yang memberikanmu kesempatan ini”. Ucapan itulah yang terus berbekas di pikiran dan menjadikan hal itu sebagai alarm kehidupan saat ini dan masa depan. 

Dunia perkuliahan dimulai, dengan istilah Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) menjadi langkah awal untuk melihat bagaimana keadaan sesungguhnya dari kehidupan kampus. Beberapa hari kegiatan tersebut terus dilaksanakan hingga pada akhirnya, dunia perkuliahan pun sesungguhnya dimulai dengan menyandang status “Mahasiswa”. Pada semester 1, banyak hal baru diperoleh, mulai dari ilmu, teman hingga kepemimpinan dimasa mendatang. Berbagai rencana telah dibuat, dengan lebih berfokus pada prestasi, relasi dan IPK. Sebagai bentuk nyata, ketika semester 1 berhasil meraih Juara 3 Olimpiade Ekonomi Tingkat Nasional yang diadakan oleh CV Divya Cahaya Prestasi. Selain itu, relasi juga sangat penting dengan mengikuti berbagai kegiatan organisasi, seperti Hari Ulang Tahun KMHD YBV Undiksha yang menjadi langkah awal untuk membangun relasi yang kuat di lingkungan kampus. Pada akhir semester 1, IPK yang saya peroleh adalah 3.98. Hal ini berarti bahwa, capaian yang telah diraih sesuai dengan apa yang telah direncanakan. 

Memasuki dunia perkuliahan semester 2, yang dimana proses pembelajaran sedikit lebih panjang dan terasa lama. Hal ini tidak membuat goyah sedikitpun, hingga pada awal semester ini, saya mencoba untuk mengikuti perlombaan diluar bidang saya dan diadakan oleh Puspresnas (Kemendikbud). Lomba tersebut bernama LIDM (Lomba Inovasi Digital Mahasiswa) dengan bidang Microteaching Digital. Selama beberapa bulan melakukan penyusunan proposal dan modul pengajaran dengan penuh revisi dari dosen pembimbing, hingga pada akhirnya tanggal akhir pengumpulan proposal. Selama menunggu penjurian dari pusat, saya kembali ke perkuliahan dengan kondisi yang sedikit berbeda dari semester 1. Tepat pada bulan Mei 2024, pengumuman LIDM telah dikeluarkan dan ternyata saya masuk menjadi finalis LIDM 2024 yang akan bertanding final di IPB Universty. Hal ini membuat latihan dan proses bimbingan semakin intensif. Hari demi hari berfokus pada latihan presentasi untuk menampilkan yang terbaik dihadapan juri. Tiba pada jadwal keberangkatan, akhirnya saya berpamitan dan meminta restu dari orang tua untuk pergi ke Jawa Barat demi membawa nama harum Universitas Pendidikan Ganesha. Diselingi uang ditangan oleh orang tua dan mengatakan “hati-hati disana dan jangan lupa berdoa” membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang. Uang saku yang dari beasiswa KIP-K juga sangat membantu dalam biaya selama berada di Jawa Barat. Proses yang panjang, mulai dari keberangkatan, tampil presentasi, hingga puncak acara yang dimana baru mencapai finalis. Akan tetapi, hal ini justru menjadi kebanggaan yang luar biasa, karena baru semester 2 sudah sampai sejauh ini melewati kakak-kakak tingkatnya. Hingga pada akhir semester 2, IPK yang didapatkan juga tidak mengecewakan, yaitu 3.97. 

 

Gambar 3. Kegiatan Perlombaan LIDM 2024 di IPB University

Perjuangan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi dengan semangat dan komitmen yang tinggi, perjuangan justru akan mengalir dalam diri secara alami. Kondisi kelabu belum tentu akan menutup jalan seseorang untuk meraih kesuksesannya, melainkan akan membuka gerbang baru untuk lebih meningkatkan kualitas diri dan menunjukkan semangat prestasi yang terus menggebu dalam diri. Saya, I Kadek Veri Sudiartana, Mahasiswa Semester 3 Universitas Pendidikan Ganesha mengucapkan terimakasih telah berkenan membaca kisah singkat ini dalam bentuk pengungkapan narasi. Semoga Mahasiswa Indonesia Terus Berjuang dan Berfokus Pada Masa Depan!. 



Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.