Perjuangan Masuk Kampus Negeri (UNRI)

Hai perkenalkan aku Aisyah Uchrowiah, sekarang aku adalah mahasiswa di Universitas Riau. Aku bakal ceritain bagaimana perjuanganku masuk ke kampus negeri. Saat kelas 1 dan 2 SMA aku sama sekali gak pernah kepikiran untuk ambil jurusan apa di kuliah, bahkan aku gak pernah cari tau tentang dunia perkuliahan. Saat aku duduk di kelas 3 SMA, sekolah mengumumkan siswa/siswi yang masuk eligible. Dan nama ku tertera disana, aku menempati peringkat ke 91 dari 100 lebih siswa/siswi yang masuk eligible. Saat diumumkan aku awalnya berpikir untuk undur diri dari eligible, karena aku udah cari tau bagaimana keuangan selama perkuliahan itu gak kecil. Akhirnya aku bicarakan tentang ini ke orang tua aku. Awalnya orang tua aku seperti keberatan, tetapi mereka mengatakan untuk coba saja dulu melalui jalur prestasi ini. Akhirnya aku mengurungkan niat ku untuk undur diri. Saat itu aku jurusan yang aku ambil adalah jurusan teknik informatika dan sistem informasi, kenapa? Karena ayah dan kakak sepupu ku adalah lulusan TI. Bukan hanya karena terinspirasi dari mereka, aku memilih jurusan tersebut karena peluang kerja nya juga besar, dan aku memang memiliki minat terhadap TI. Aku memilih jurusan tersebut di UIN SUSKA RIAU, kenapa gak di UNRI? Karena rata rata jurusan tersebut di UNRI di atas rata rata nilai aku. Setelah finalisasi dan tibalah hari dimana pengumuman kelulusan SNBP aku membuka pengumuman itu dan aku dinyatakan tidak lulus. Hati aku sangat sedih tapi ada baiknya juga, aku berpikir aku bisa bekerja dan bisa bantu orang tua serta orang tua aku tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk kuliah aku. Setelah kelulusan aku masih mencari lowongan pekerjaan dan masih belum dapat. Lalu orang tua aku mengatakan untuk mencoba beasiswa Minamas yaitu beasiswa yang membiayakan perkuliahan sampai akhir dan beasiswa itu sudah ditetapkan dikampus mana kita akan masuk yaitu IPB. Aku mendaftar karena itu akan sangat membantuku dalam melanjutkan perkuliahan, banyak tes yang aku lalui, tibalah saat tes wawancara dan aku dinyatakan tidak lulus. Aku sangat sedih karena beasiswa itu adalah jalan satu satunya untuk aku melanjutkan study saat itu. Setelah itu aku hampir tidak ingin untuk kuliah. Perjuanganku tidak berhenti sampai situ saja. Awalnya orang tua aku kurang setuju untuk aku kuliah karena terhalangnya biaya dan pekerjaan ayah aku saat itu masih guru honorer yang gajinya bisa dikatakan kecil. Tetapi tuhan berkata lain, ayahku mendaftar PPPK saat aku kelas 2 SMA, dan ditahun 2024 dimana tahun aku lulus dari SMA ayahku dinyatakan lulus dan diangkat menjadi PPPK. Dan saat jalur PBUD UNRI dibuka ayahku langsung menyuruhku daftar dan ayah bilang mungkin ini rezeki kamu untuk kuliah. Aku langsung daftar dan menyiapkan berkasnya, dan aku juga belajar terus agar saat tes nanti aku bisa menjawab soal nya. Pilihan pertama aku memilih jurusan TI dan yang pilihan kedua aku memilih jurusan PGSD. Aku menjalani tes dengan lancar. Dan tibalah pengumuman kelulusan dan aku dinyatakan lulus di jurusan PGSD. Aku sangat berharap kalau aku lulus di jurusan TI, tetapi mungkin rezeki di jurusan PGSD. Aku bangga dan sangat senang sekali akhirnya aku bisa melanjutkan study ku.

ditulis oleh : Aisyah Uchrowiah

Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.