Menjadi lulusan SMK Kehutanan membuat saya memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan dan memilih mencari pekerjaan, tahun 2022 dimana teman-teman saya sibuk belajar mengejar kampus impian tidak membuat saya untuk mengikuti tes perguruan tinggi karena dengan keteguhan prinsip bahwa SMK dipersiapkan untuk lulus dan bekerja dilapangan. Namun, hidup memang hanya bisa direncanakan selama enam bulan aku hanya berdiam dan membantu orang tua. Menginjak bulan ke tujuh akhirnya aku memiliki pekerjaan namun jauh diluar ekspektasiku dimana aku akan bekerja pada bidang kehutanan, aku mendapatkan pekerjaan menjadi seorang staf administrasi disebuah perusahaan yang baru merintis.
Ternyata memang dunia kerja tidak semudah yang aku kira, setiap hari ada saja kejutan yang aku dapat seperti dimintai ini itu bahkan saat sakit tetap ditelepon untuk membahas pekerjaan namun aku tetap bersyukur tempat kerjaku masih nyaman karena orang-orang baik. Pikiran melanjutkan pendidikan mulai bermunculan sampai pada akhirnya temanku berkata “kita coba rasain tes SNBT aja yuk, sekali seumur hidup” dan akhirnya aku mendaftarkan akun SNPMB tanpa pengetahuan orang tua. Enam bulan tidak berkutat dengan ilmu pembelajaran membuatku memlihin mendaftarkan bimbel online setidaknya aku tetap bisa menjawab soal nantinya, aku mengerjakan bimbel online disela kerjaanku satu sampai dua jam aku biasanya memilih mengerjakan soal latihan tapi memang tergantung apakah kerjaanku padat atau tidak.
Ditengah aktivitasku ternyata BUMN membuka lowongan untuk lulusan sepertiku, tentu saja aku sangat tertarik hingga pada akhirnya aku juga mendaftarkan diri sebagai pelamar BUMN. Kesibukanku bertambah selain bekerja aku harus bisa membagi waktu untuk belajar SNBT dan belajar tes BUMN. Waktu berlalu begitu saja hingga tiga hari lagi aku akan melaksanakan ujian SNBT di Institut Teknologi Bandung, sehingga aku memberitahukan pada orang tuaku bahwa aku tiga hari lagi akan ujian mereka tidak enampilkan ekspresi kaget hanya berkata “berangkat kapan? Yasudah hati-hati saja ya”. Hari yang kutunggu tiba, aku melaksanakan ujian dengan cukup baik walaupun sedikit merasa tegang dan mampu menjawab soal sebisaku.
Menyelesaikan ujian SNBT bukan akhir, aku masih harus belajar untuk BUMN. Hal yang paling aku ingat dimana hari tes tiba 20 Juni 2023 jam 10 pagi aku melaksanakan tes yang dilakukan secara online, setelahnya aku baru mendapatkan info bahwa jam 3 sore akan ada pengumuman SNBT. Rasanya tidak karuan hingga pada saat pengumuman aku membuka, ekspresiku hanya diam dan memandangi layar computer kemudian teringat pesan temanku bahwa kelulusan SNBT ditandai dengan munculnya barcode. Ya, aku mendapatkan barcode kelulusan itu rasanya campur aduk dan bingung karena awalnya aku yakin tidak akan lolos. Kabar baik ini aku sampaikan kepada orang tuaku dan mereka sangat bangga hingga mengirimkan hasil kelulusanku pada grup keluarga besar karena aku adalah anak yang pertama kali lolos PTN dari semua sepupuku.
Tuhan memang maha baik setelah menunggu beberapa waktu ternyata aku juga lolos tahap 2 pada tes BUMN. Bingung rasanya aku harus memilih yang mana karena menurutku tidak bisa memilih salah satu, namun pada akhirnya aku memilih melanjutkan pendidikan karena kakakku berkata “Tes BUMN akan ada lagi dan lagi tapi untuk lolos IPB belum tentu ada kesempatan lagi”. Akhirnya aku berada disini sekarang menjadi mahasiswi IPB fakultas Kehutanan dan Lingkungan semester 3. Rasanya tidak mudah untuk ada di posisi sekarang tapi aku bersyukur karena setelah aku mempelajari ilmu kehutanan lebih lanjut membuatku sadar pengetahuanku masih sangat kurang sehingga aku menjadi haus akan ilmu untuk menjadi aku di masa depan yang akan menjadi seorang professional pada bidang kehutanan.

