SYIFA DAN KAMPUS IMPIANKU, TERNYATA BUKAN PENCAPAIANKU

 

Haii, disini saya akan berbagi cerita mengenai impianku dan perjuanganku hingga akhirnya bisa melanjutkan ke salah satu PTS di Indonesia. Semoga yang baca mendapatkan makna dari kisah perjuangan saya ini dan membuat para kaum siswa/I yang sedang berjuang meraih impian masuk dunia PTN yang semakin semangat.

Sebelum saya lanjut cerita saya kenalan dulu ya, saya Afina Salsabila Nurussyifa berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Saya adalah anak ke empat dari empat bersaudara, saya lahir di Surabaya, 18 November 2003. Saya memiliki hobi yaitu, mendengarkan musik dan mengedit.

Sejak kita masih kecil, kita pasti memiliki banyak cita-cita yang kita bayangkan seperti menjadi Polisi, Dokter, Perawat, Guru, dan lain-lain. Pada masa-masa itu, kita juga sering mengagumi pahlawan dalam cerita-cerita, film, atau acara televisi yang menginsipirasi kita. Kita merasa terinspirasi oleh aksi-aksi heroik mereka dan berangan-angan bahwa suatu hari nanti kita akan menjadi seperti mereka. Namun, ketika kita tumbuh dewasa, dunia mulai terlihat lebih kompleks, dan pandangan kita tentang masa depan berubah. Kita mulai menyadari bahwa ada banyak jalur yang bisa kita ambil, dan cita-cita yang dulu terlihat begitu sederhana sekarang menjadi lebih rinci. Seiring dengan perkembangan minat, bakat, dan pengalaman kita, cita-cita kita bisa berubah menjadi lebih spesifik, seperti menjadi seorang penulis, seniman, pengusaha, atau guru.

Awal kisah perjuangan saya bisa meraih Psikologi yang dimana sekarang saya sedang memasuki semester 5 di PTS. Sebelum saya masuk dunia perkuliahan, saya sudah sejak SMP sangat menyukai tentang Psikologi karena saya sejak kecil sering di bawa sama orang tua ke tempat acara webinar tentang Psikologi. saya merasa terinspirasi dari ibu yang dulu kuliah di jurusan Psikologi, pada saat itu saya sangat antusias sekali tentang Psikologi, saya meminta izin ke orang tua untuk mengambil jurusan Psikologi. Tetapi orang tua kurang setuju jika saya memasuki jurusan Psikologi dan orang tua ingin saya masuk jurusan tata boga, tata rias, dan tata busana tetapi saya tidak terlalu suka dengan jurusan yang di pilih oleh orang tua. Saya berusaha untuk menolak sejak hari itu hingga orang tua saya akhirnya memutuskan untuk mendukung dan membiarkan saya untuk memilih jurusan Psikologi jika memang cita-cita saya yang mau harus dicapai setinggi-tingginya.

Awalnya saya tidak yakin bisa masuk PTN karena saya sudah takut duluan kalau tidak bakal lolos, karena saya merasa jauh dari kata sempurna seperti teman-teman saya yang bisa masuk PTN. Tetapi ternyata kisah saya tidak kalah keren saya masih bisa berjuang sampai di tahun 2024 ini. Saya terus berjuang agar saya bisa melanjutkan studi saya walaupun di PTS salah satunya di UMSurabaya, sebelum saya mendaftar PTS saya sudah sudah menargetkan untuk masuk di PTN yaitu Tes pertama yang saya lalui adalah SBMPTN 2022, sayangnya saya gagal pada tahap tersebut. Hingga telat mendaftar ujian mandiri PTN karena saya hampir berminggu-minggu tidak mau mendaftar PTN manapun salah satunya UINSA tetapi orang tua ingin sekali saya melanjutkan pendidikan sampai akhir. Hingga orang tua mendorong dan mendukung Saya untuk bangkit dan masuk kampus PTS dan tetap meraih cita-cita Psikologi.

Saya disini mengajak semua teman-teman yang ingin melanjutkan studinya untuk bisa semangat lagi dalam berjuang dan tidak perlu takut meskipun kamu masuk PTS yang merasa tidak seperti temen-temen kamu yang bisa masuk PTN. Karena mau teman-teman masuk PTN/PTS itu sama saja dunia perkuliahannya tidak ada bedanya, karena yang berhak menerima teman-teman sebagai mahasiswa/I yang pantang menyerah, terus berjuang, dan selalu berdoa. Karena banyak sekali teman-teman di luar sana akhirnya memutuskan tidak bisa lanjut kuliah dan memilih harus gapyear atau bahkan harus kerja.

Tidak ada yang tidak mungkin jika kita terus menerus berjuang untuk menggapai kesuksesan, karena kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya tetapi kesuksesan data ke diri kita jika kita berani untuk berjuang. Seperti halnya dimana setiap proses yang maksimal tidak akan mengecewakan hasil. Akhir dari cerita perjuangan saya, semoga para teman-teman yang ingin melanjutkan studinya bisa mengambil makna dari kisah saya ini agar lebih semangat lagi dan jangan menyerah dalam menggapai impian. Percayalah bahwa semuanya akan indah pada waktunya jika kita mau berjuang dan berusaha.

Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.