Dipenghujung kelas 3 sma dimana saat aku di pusingkan dengan pilihan pilihan yang mau aku ambil, dimana aku harus memilih antara melanjutkan kuliah, kerja atau menikah.
Aku ingin melanjutkan kuliah tetapi ada saja keluarga yang tidak membolehkan ataupun tidak setuju dengan alasan, “halah anak perempuan sekolah Tinggi Tinggi buat apa nanti ujung ujungnya juga di dapur ngelayanin keluarga”, Disaat itu impianku seketika runtuh dan hancur berkeping keping.
Pada akhirnya aku lulus sma dan bekerja di kantin sekolahan tiap waktu aku terus memohon agar masih diizinkan untuk kuliah, dan sampai akhirnya aku tidak kuliah selama hampir 3 tahun.
Dan disuatu hari dimana aku merasa sangat senang sekali, aku yang terus terusan memohon agar bisa kuliah itu akhir dibolehkan kuliah juga. Senang? Sungguh sangat senang sekali, ya walaupun bukan di kampus yang aku harapkan setidaknya aku bisa merasakan bangku kuliahan yang sudah lama aku impikan.
Dari kisah yang aku alami ini tidak mudah buat bisa merasakan bangku kuliah, banyak sekali rintanyan yang harus dilewati dan bisa di titik ini. Tidak hanya sampai disitu saja aku juga harus terus berjuang untuk membuktikan bahwa aku bisa bukan yang orang orang kenal dengan kata kata “ini loh yang katanya anak perempuan itu hidupnya hanya di dapur dan melayani keluarga saja”.
Semoga dengan perjuangan dan rintangan yang aku hadapi itu bisa membuahkan hasil yang baik bagiku, dan semoga perempuan perempuan diluar sana yang tidak di izinkan untuk kuliah semoga anak anak kalian kelak yang bisa kuliah dan bisa meraih impian mereka tanpa harus mendengarkan kata kata pemikiran orang zaman dahulu.

