PERJUANGAN GANDA: MONETER DAN INTELEKTUAL

Oleh: Gebriel Saron Silaban.

Seseorang pernah berkata: ‘Orang yang berhasil dan sukses kebanyakan berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke atas.’ Hal itu sulit untuk dibantah karena mereka tidak tahu bahwa orang tua mereka selalu bekerja keras untuk mencari nafkah. Mereka hanya dituntut untuk belajar dengan baik, dan semua kebutuhan mereka selalu ditanggung oleh orang tua. Berbeda dengan keadaannya, yang harus beradaptasi dengan kehidupan baru setelah memutuskan untuk pulang ke kampung. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, sebab ayahnya jatuh dari ketinggian tiga meter dan dinyatakan menderita stroke. Dengan kondisi tersebut, pulang ke kampung adalah jalan keluar yang terbaik.

Tidaklah terlalu buruk untuk berdamai dengan diri sendiri dan apa yang sedang dialami. Yang terpenting adalah mengubah dan menyempurnakan cara berpikir menuju kehidupan yang lebih baik. Dia dituntut memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk bekerja dan belajar di masa ekonomi yang sulit ini. Ia bekerja keras di kebun orang lain hingga sore hari tanpa mempedulikan gengsi, dan ia masih menyempatkan diri untuk belajar di malam hari. Itulah yang dilakukan untuk mengisi kekosongan hari libur menunggu waktu ujian perguruan tinggi tiba. Anak itu tidak akan pernah melupakan situasi ini dan akan selalu ingat untuk berjuang demi adik dan orangtuanya.

Hari ujian sudah dekat. Uang yang akan digunakan untuk ujian kuliah di luar kota sudah terkumpul. Ibunya hanya mampu mengantar anaknya ke terminal bus, sebab tidak ada yang menjaga adik dan ayahnya ketika ibu ikut bersamanya. Hanya berbekal doa dan tekad yang kuat anak itu akhirnya pergi. Sesampainya disana, Prioritas pertama baginya saat tiba adalah mendapatkan tempat tinggal sementara selama beberapa hari. Dengan menggendong tas ransel berisi berkas dan pakaian, dia mencari dan belum menemukannya. Mungkin ini adalah karma yang diberikan Tuhan sebab tidak mendengar pesan ibunya. Seseorang pernah menceritakan pengalaman kehidupannya ketika tinggal dengan keluarga ayahnya, dan ia tidak mau hal itu terjadi. Akan tetapi, pesan ibunya harus tetap ia lakukan karena itu adalah jalan terakhir. Sesampainya di rumah saudaranya, ia disambut dengan hangat dan diterima dengan baik di sana. Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang diceritakan oleh temannya. Tidak hanya itu, bibinya juga menemaninya melihat ruang ujian yang akan digunakan besok. Dan mengajarinya cara menaiki angkutan umum yang akan digunakan saat menuju ke tempat tersebut. Mereka akhirnya kembali ke rumah untuk memulihkan diri setelah itu karena ia akan menghadapi ujian masuk perguruan tinggi yang sangat ditunggu-tunggu keesokan harinya.

Setibanya diruangan ujian, mereka diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan diri. Berupa kelengkapan berkas, tidak membawa barang elektronik, dan kelengkapan alat tulis. Tidak lupa sebelum ujian, ia berdoa kepada Tuhan memohon kekuatan dan pertolongan dalam menjawab semua soal yang akan diujikan. Begitu terkejutnya dia sebab soal yang diujikan dapat dikategorikan sebagai soal yang sulit. Setelah ujian selesai, ia hanya bisa berserah kepada Tuhan untuk hasil ujian yang telah dilaksanakan. . Ia berharap hasilnya memuaskan sehingga ia dapat menyenangkan orang tua dan adik-adiknya.

Hari pengumuman hasil ujian pun tiba. Sekitar pukul 3 sore, pengumuman akan disampaikan. Ia tertidur hingga pukul 4 sore karena rasanya ia sudah menunggu sangat lama. Saat terbangun, ia melihat ada pesan whatsApp yang menanyakan tentang hasil ujian anak itu. Tiba-tiba, ia menyadari bahwa ia tertidur karena menunggu hingga pukul 3 sore. Anak itu dengan jantung berdebar-debar memeriksa hasil ujian. Ia langsung memberi tahu orang tua dan adik-adiknya setelah mengetahui bahwa ia diterima di perguruan tinggi pilihannya. Hal ini merupakan kabar sukacita, karena kabar ini yang di tunggu oleh orang tua dan adik-adiknya. Ia juga memastikan untuk memberi tahu paman dan bibinya yang bekerja tentang berita ini. Mereka jelas sangat gembira mendengar berita ini. Dengan cara ini, ia dapat membantu orang tuanya di desa sebelum kelas dimulai dan pulang ke rumah dengan perasaan puas.



Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.