AWAL YANG TAK MUDAH

Oleh:

Defita Umaternate

Hai, kenalin nama aku Defita biasa di panggil Dhelys. Ini lika-liku perjuanganku awal mendaftar kuliah pada tahun 2022 lalu. Saat itu, aku duduk dibangku kelas 3 dan sudah selesai melakukan Ujian Akhir, aku dan tiga teman lainnya menjadi calon pendaftar akun LTMPT yang akan dibantu oleh operator sekolah. Pengumuman itu disampaikan langsung ke kelas kami, dan kami dipilih berdasarkan peringkat yang kami raih. Pilihan dimulai dari peringkat 1 sampai 4, aku menjadi salah satu yang dipilih. Karena dipilih berdasarkan kuota sekolah, kami sudah dipastikan akan lolos masuk kampus tersebut dan menjadi penerima beasiswa KIPK.

Beberapa hari telah berlalu dan tibalah hari dimana kami akan mendaftar akun LTMPT, kami dipanggil ke ruang operator sekolah untuk menyiapkan apa saja yang dibutuhkan dalam pendaftaran tersebut. Pendaftaran berjalan dengan lancar, tetapi karena kami belum memiliki pas foto latar merah untuk melengkapi pendaftaran, jadi akun kami belum bisa di permanenkan. Sepulang dari sekolah aku dan ketiga temanku bergegas untuk melakukan foto tersebut, semua berjalan dengan lancar Alhamdulillah. File pas foto tersebut tersimpan rapi di handphone ku, aku dan ketiga temanku berjanji untuk mengumpulkannya bersama.

Dua hari setelah kami melakukan foto tersebut, ketiga temanku meminta untuk mengirimkan fotonya masing-masing, aku mengirimnya dan berpikir bahwa mungkin mereka mau menyimpannya. Tetapi, aku salah akan hal itu, saat disekolah mereka bertiga terlihat berada di depan ruangan operator dan sibuk kesana kemari. Aku yang melihat hal itu, lantas bertanya kepada salah satu teman kelasku apa yang mereka buat, temanku bilang kalua dia juga tidak tahu apa yang mereka lakukan. Seminggu setelahnya, aku baru menyadari kalau akun LTMPT telah ditutup sementara akun LTMPT milikku belum dipermanenkan. Aku juga mendapati fakta bahwa ketiga temanku telah mendaftar Bersama tanpa memberi info apapun kepadaku.

Teringat akan seminggu lalu mereka berada diruangan operator, ternyata untuk hal tersebut. Jujur ada perasaan kecewa, tapi siapa aku apakah aku berhak untuk marah. Mereka punya pilihan untuk tidak memberi kabar tentang apapun kepadaku. Setelah mengetahui hal itu, aku bingung mau berbuat apa, aku tidak bisa memberi tahu hal ini kepada ibu karena takut membuat ia khawatir. Aku memilih untuk menyembunyikannya dari keluargaku dan memilih untuk berbagi cerita tersebut kepada salah seorang sahabatku yang tinggal berdekatan.

Setelah berbagi cerita tersebut, sahabatku berjanji akan mencari informasi lebih lanjut mengenai perpanjangan akun pendaftaran. Keesokan harinya dia mengabariku kalau LTMPT membuka tambahan waktu selama 3 hari untuk melakukan permanen akun. Aku bergegas untuk meraih laptopku dan masuk ke situs akun LTMPT dan melakukan permanen akun. Perasaanku campur aduk, antara senang dan sedih, karena beberapa hari ini aku sempat kehilangan harapan dan berpikir bahwa aku tidak bisa lagi mendaftar masuk kuliah. Aku seperti diberi harapan lagi oleh Tuhan melalui sahabtku.

Setelah pendaftaran akun selesai, aku langsung mengikuti pendaftaran SBMPTN, tes jalur kedua yang telah dibuka, setelah jalur pertama yang telah gagal aku raih, aku berjanji dan bertekad untuk dapat lolos dijalur kedua ini. Pendaaftaran berjalan dengan lancar, dan tanggal untuk melakukan ujiannya juga telah keluar. Aku sangat senang dan bersyukur akan kesempatan yang diberikan ini. Setelah selesaikan pendaftaran, aku berkunjung ke rumah sahabatku dan mengucapkan banyak terima kasih kepadanya karena telah membantuku.

Sebulan telah berlalu, dan aku juga telah selesai melakukan ujian SBMPTN. Hari ini, tiba saatnya untuk mendengar pengumuman penentuan lolos atau tidaknya pada jalur kedua. Persaan campur aduk saat berada di depan layar monitor, setelah dicek aku dinyatakan lulus seleksi jalur kedua. Ucapan Syukur yang tak terputus dan air mata kemenangan yang membasahi wajahku seakan-akan turut melengkapi momen ini. Mengingat bagaimana perjalananku sampai bisa berada dititik ini.

Untuk sahabtku dan beberapa orang yang turut mebantu dalam proses ini, aku sangat berterima kasih, karena telah membantuku dengan tulus. Sekarang, aku telah memasuki semester 8 dan sedang dalam fase penyusunan skripsi. Ini bukan perjalanan yang mudah, tetapi aku bangga pada diriku karena telah sabar dalam melalui berbagai masa-masa sulit ini.

Untuk teman-teman yang sedang berjuang untuk meraih impiannnya diluar sana, tetap semangat dan jangan pernah menyerah. Kadang kegagalan mengajarkan kita untuk bertumbuh menjadi lebih baik dari kemarin dan mendapatkan lebih dari yang kita harapkan. Semoga kalian selalu dikelilingi oleh orang-orang baik dan selalu beruntung dalam hal apapun. jangan pernah menyerah yah.

Tinggalkan Komentar