“Andai saja aku…”
Dua Kali Menjemput Kampus Impian
Oleh: Adinda Tri Fadillah
Kalimat yang selalu terucap di mulutku.
Aku masuk SMA di zaman Covid-19 sedang merajalela sehingga pada saat itu semua kegiatan dilakukan dirumah masing-masing, termasuk pembelajaran sekolah belajar menggunakan berbagai aplikasi online seperti zoom, ataupun akun sekolah. Pada saat aku mulai di kelas 10, aku masih belum mengetahui langkah selanjutnya setelah aku lulus SMA itu aku harus kemana dan bagaimana? Sehingga pada saat kelas 10 tersebut aku terlalu banyak bermain, terutama bermain game virtual. Aku tidak banyak memikirkan pelajaran, terkadang juga aku tidak mendengarkan penjelasan dari guru, sehingga membuat aku pada saat ujian tidak mengerti apa yang harus aku kerjakan. Pernah saat itu guru menegurku karena sudah banyak sekali tugas yang belum dikumpulkan, jadi setelah itu aku mengerjakan semua tugas nya yang cukup banyak dan sedikit membuatku kewalahan. Semua yang aku lakukan di kelas 10 tersebut karena kelas 10 semua pembelajaran dilakukan di rumah sampai aku mulai naik kelas 11.
Saat aku kelas 11, sekolah sudah mulai menerapkan sistem 50:50 antara daring dan luring. Jadi sistem nya adalah kita seminggu daring dan seminggu luring, sehingga pembelajaran tidak dilakukan secara online semua. Di kelas 11 tersebut aku sudah mulai bisa menempatkan diri dan sadar bahwa aku sudah mulai masuk di fase serius dan harus mulai memikirkan untuk lanjut kemana setelah lulus nanti. Aku mulai sibuk di organisasi yaitu OSIS dan kebetulan aku dipercaya untuk jadi sebagai sekretaris osis tersebut, dimana aku jadi lebih sibuk karena merupakan anggota inti dari organisasi tersebut. Aku sangat menjalani organisasi tersebut dengan baik, dan bertemu anggota-anggota yang sangat solidaritas nya tinggi. Di kelas 11 tersebut aku jadi harus mengimbangi antara belajar dikelas dan berorganisasi diluar. Saat semester 2 kelas 11, aku mulai didaftarkan oleh kedua orang tuaku untuk belajar tambahan yaitu di tempat bimbel yang sudah ternama, agar aku bisa bagus untuk nilai raport dan bisa menentukan ingin lanjut ke universitas mana dan jurusan nya apa. Jadi saat itu aku cukup repot dan lelah karena pagi aku sekolah, sore terkadang ada rapat osis, dan malam nya aku harus ke tempat bimbel. Jadi aku cukup sibuk saat itu, tapi aku menjalani dengan ikhlas dan baik karena lingkungan juga sangat mendukung keadaan.
Saat kenaikan kelas 12, aku sudah mulai lengser dari osis agar bisa fokus di sekolah. Jadi saat kelas 12 dimulai, fokus ku hanya belajar dan belajar. Dan aku juga sudah mulai mencari tahu mengenai kampus terbaik dan jurusan yang aku inginkan. Saat itu untuk jurusan aku sangat ingin mengambil Kedokteran atau Biologi. Karena aku sudah menentukan jurusan, jadi aku tinggal mencari saja di kampus mana yang harus aku daftarkan. Sebenarnya aku cukup tidak yakin bisa masuk di kedua jurusan tersebut, karena aku merasa diri ku masih banyak kurang nya dalam materi. Tetapi aku selalu menyemangati diri agar bisa tetap semangat, bertahan, dan tidak menyerah. Aku mulai mencari jalur apa saja yang bisa aku daftar untuk kuliah nanti, dan jalur tersebut ada SNBP (Prestasi/Raport), SNBT (Jalur Test), Mandiri, ini merupakan jalur masuk kampus negeri dan aku sangat fokuskan untuk masuk ke kampus negeri. Lalu di
semester akhir kelas 12, sekolah mengumumkan siapa saja yang bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP/raport, dan ternyata aku tidak termasuk. Aku cukup terasa sedih dan menyesal, andaikan saja aku sudah tau jalur ini dari lama mungkin saja aku bisa fokus belajar untuk meningkatkan nilai raport ku. Setelah orang tuaku mengetahui, mereka tidak memarahiku, mereka menyemangati ku lagi untuk terus fokus saja pada jalur test nanti agar tidak ada penyesalan kedua kali nya. Akhirnya, aku mulai giat belajar dan mengikhlaskan yang sudah lewat. Aku belajar setiap hari, setiap ada waktu kosong aku selalu usahain belajar.
Hingga tiba saat pendaftaran SNBT aku mulai mendaftarkan diri, pada pilihan nya adalah aku memilih untuk daftar di UPI dan UNTIRTA dengan jurusan Pendidikan Biologi. Sebelumnya aku ingin kedokteran kan? Ya, aku tidak jadi mengambil karena rasa tidak yakin. Tetapi aku mencari cara lain agar aku bisa tetap di bidang kesehatan, yaitu aku mencoba mendaftarkan ke Poltekkes Jakarta 3 dengan jurusan Kebidanan. Karena aku tidak tahu apakah aku di terima di semua kampus yang aku daftarkan, tetapi setidaknya aku mencoba daripada tidak sama sekali. Lalu tiba lah saatnya aku mulai menjalankan semua tes, aku jalanin dengan penuh banyak doa dan harapan sampai rasa takut dan tegang yang berlebih.
Saat pengumuman, saat itu aku membuka pengumuman yang poltekkes terlebih dahulu. Dan hasilnya?… Aku Lolos! Aku berhasil masuk kampus dan jurusan kebidanan tersebut! Karena itu merupakan pengumuman pertama aku, jadi aku sangat terharu dan bahagia.. setelah beberapa hari pengumuman poltekkes, di hari pengumuman SNBT pun aku masih terasa tegang untuk membuka pengumuman walaupun aku sudah mendapatkan di poltekkes. Aku coba membuka hasil pengumuman nya tanpa berharap lebih, cukup aku serahkan semua kepada tuhan.. dan ternyata hasil nya adalah aku lolos lagi! Aku sangat tidak menyangka bisa lolos di 2 kampus secara bersamaan, karena pada saat tes aku merasa jawabannya sangat kurang. Tetapi ternyata tuhan menjawab semua, aku bisa! aku bisa berhasil, aku tidak gagal. Keputusan akhirnya adalah, aku mengambil di poltekkes jurusan kebidanan.
Tetapi cerita ini tidak selesai sampai situ saja….
Saat semua urusan SMA sudah selesai, aku mulai kuliah di Poltekkes Jakarta 3. Aku merupakan mahasiswi yang merantau dari banten ke jakarta, jadi pada saat hari pertama kuliah aku masih belum beradaptasi dan masih sering merasakan homesick. Hingga sambil berjalannya waktu, tidak terasa aku sudah menjalani kuliah kebidanan selama 3 semester.. cukup banyak tantangan yang harus aku hadapi juga selama 3 semester tersebut, tetapi pada akhirnya manusia semua pasti akan bisa untuk ‘survive’ ketika kita menjalaninya dengan penuh rasa ikhlas. Pada saat liburan semester 3, aku pulang kerumah. Saat pulang kerumah, aku ngobrol bersama keluarga banyak hal, sampai akhirnya aku diceritakan masalah yang menurut aku itu sangat genting sekali masalah nya. Masalah tersebut berhubungan dengan ekonomi keluarga, aku tidak menyangka akan mendapatkan masalah tersebut. Saat liburan, kondisi rumah cukup hancur terlalu banyak perdebatan antara keluarga kami. Sampai akhirnya.. aku memutuskan untuk tidak lanjut kuliah di kampus poltekkes tersebut untuk meringankan beban keluarga aku semuanya. Sebenarnya aku sudah mendapatkan beasiswa dari kampus waktu itu, tetapi hanya setengah harga UKT saja, sedangkan UKT aku termasuk yang besar sekali. Aku merasa tidak sanggup, walaupun orang tuaku selalu melarangku untuk keluar dan selalu berkata “Kamu gak
perlu mikirin biaya, kamu cukup belajar saja. Biaya biar kita yang pikirkan, rezeki akan selalu ada jika kita berusaha” aku selalu tersentuh setiap mendengarnya, tetapi justru itu juga membuatku sakit. Aku terlalu merasa bahwa diriku ini terlalu beban untuk mereka. Setelah banyaknya perdebatan dan aku membujuk kedua orang tuaku agar aku keluar kampus saja, dan orang tuaku pasrah mengikuti keinginan anaknya. Aku tahu mungkin aku juga salah, tetapi aku memikirkan juga kok, aku merasa sangat disayangkan sekali karena perjalananku sudah cukup panjang selama 3 semester itu. Sedih? Sangat. Rasa nya campur aduk sekali, karena aku juga teringat bagaimana perjuangan aku untuk mendapatkan kampus ini.. tetapi takdir berkata lain, mungkin saja rezeki nya bukan disini. Jadi aku mulai untuk bangkit, aku mulai memikirkan langkah selanjutnya, orang tua tidak mengizinkan aku untuk bekerja. Keinginan orang tua ku adalah aku harus kuliah lagi. Karena di tahun 2025 adalah tahun terakhir aku bisa daftar ke kampus negeri, jadi aku daftar lagi. Dan aku mulai belajar sungguh-sungguh lagi, aku membaca ulang, karena jika aku tidak lolos maka aku tidak mendapatkan kampus negeri tersebut. Sedangkan kedua orang tuaku sangat berharap sekali aku bisa masuk negeri saja. Untungnya, aku berhasil lagi… untuk ketiga kali nya, mungkin (?) ya, karena saat kelulusan SMA di tahun 2023 aku sudah lolos 2 kali di kampus berbeda, dan tahun 2025 aku lolos lagi. Aku lolos dimana? Aku lolos di kampus untirta dengan jurusan Pendidikan Biologi. Ya, benar. Kampus yang dulu aku lepas dan tolak karena aku harus memilih masuk di kampus poltekkes. Hahaha, rasanya tidak menyangka, ternyata jodoh nya mungkin di kampus ini, untirta dan biologi.
Dan akhirnya, dari hasil kedua kampus yang nerima aku waktu itu, aku jadi bisa merasakan di keduanya. Aku sudah mendapatkan pengalaman di kampus lama ku, dan aku harus memulai pengalaman baru di kampus baru ku sekarang. Rasa sedih pasti ada, dan rasa untuk mengikhlaskan juga sangat lama. Sampai sekarang aku masih merindukan kampus lama ku, tapi aku berusaha aku harus bisa melepaskan, aku harus fokus dengan kuliahku sekarang dengan semua targetku sekarang. Diri ku sudah cukup keren, aku sangat bangga dengan semua yang sudah aku lakukan dan lalui, tidak perlu banyak menyesali banyak hal. Cukup jalanin hari-hari seperti biasa dan baik saja. Ternyata kunci nya adalah “Ikhlas.”
Sekian Terima Kasih, Semoga Cerita ini Menginpirasikan Untuk Orang Lain. LIFE GOES ON, ALL.
