Motivasi Saya Meraih Kampus Impian untuk Mencapai Cita-Cita

Oleh: Ainun Mardiyah

Impian merupakan motivasi untuk meraih cita-cita karena motivasi adalah pendorong untuk terus melangkah. A. P. J. Abdul Kalam pernah mengungkapkan, "Dream, dream, dream. Dreams transform into thoughts, and thoughts result in action." Ungkapan tersebut mengajarkan bahwa mewujudkan impian perlu didasari tindakan nyata. Oleh karena itu, saya mulai mengambil langkah dalam menempuh pendidikan Program Studi Statistika di perguruan tinggi negeri. Namun, dalam perjalanan mewujudkan mimpi, saya menyadari bahwa memahami sesuatu yang awalnya sulit tidak bisa instan. Saya sering merasa takut, melakukan kesalahan, mengulang, dan mencoba lagi hingga akhirnya mendapatkan hasil yang saya harapkan.

Ketertarikan tentu saja tumbuh dari rasa kagum. Saya siswa Program Unggulan Kelas Riset yang terbiasa mengamati, meneliti, dan menganalisis suatu permasalahan. Ketika saya menyusun karya tulis ilmiah dan mengolah data menggunakan Microsoft Excel, saya merasa tertantang sekaligus tertarik karena data yang awalnya rumit perlahan menjadi informasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Awalnya saya tidak mengerti, tetapi dengan bimbingan guru dan usaha untuk terus mencoba, saya mampu menyelesaikan penelitian tersebut. Pengalaman itu membuat saya ingin belajar lebih jauh dan bercita-cita menjadi seorang analis data.

Dalam meraih impian, saya menyadari bahwa saya tidak bisa berjalan sendiri. Kondisi ekonomi keluarga yang hanya bersandar pada penghasilan ibu menjadi tantangan yang tidak bisa saya abaikan. Melihat orang lain yang mendapatkan dukungan besar, meraih prestasi, dan memiliki tujuan yang terarah, seakan-akan saya bertanya kepada diri sendiri, "Mengapa saya hanya terdiam di sini? Apa yang telah saya capai? Kapan saya melihat senyum bangga ibu?" Waktu kecil, saya memiliki banyak keinginan saat ditanya tentang cita-cita, bahkan cita-cita yang berganti-ganti. "Saya ingin menjadi dokter, saya ingin menjadi guru." Setiap kata yang terucap penuh tawa dan semangat. Maka saya akan terus belajar meskipun rasanya sangat sulit. Saya yakin setiap kegagalan adalah pelajaran yang berharga dalam menuntut ilmu. Oleh karena itu, saya merasa harus memanfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik mungkin, termasuk kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Saya yakin kondisi bukanlah penghalang, melainkan salah satu tantangan untuk terus melangkah.

Mencoba hal baru rasanya sangat asing. Semakin dewasa dan semakin matang, kita akan menyadari bahwa kita bukanlah anak kecil lagi yang harus dibimbing terus-menerus. Rasa takut mencoba hal baru kini menjadi rasa ingin tahu. Dahulu, kata yang terucap, "Ibu, saya takut saya tidak bisa," kini berubah menjadi, "Ibu, terima kasih atas dukungannya. Saya akan coba." Banyak hal baru yang memang harus kita pelajari, dan semakin jauh kita melangkah, semakin besar keinginan, semakin besar pula impian. Dari situlah kita tumbuh dan belajar untuk menjadi lebih baik.

Dari sekolah, saya mendapatkan lingkungan yang sangat mendukung. Saya memiliki hobi menulis dan tertarik pada penelitian. Sebagai siswa Program Unggulan Kelas Riset, saya terbiasa belajar dengan pendekatan yang lebih terarah. Program kelas riset memberikan pendalaman materi sains sehingga memungkinkan saya mengikuti kompetisi sains, melakukan penelitian, serta pendampingan menuju perguruan tinggi negeri yang sangat membantu saya dalam mempersiapkan diri. Berkat dukungan tersebut dan kerja keras saya mengikuti program-program di kelas ini, sekarang saya diterima di Program Studi Statistika melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Dengan usaha yang terus saya lakukan, dukungan dari ibu, serta mengoptimalkan lingkungan belajar di kampus nanti, saya percaya dapat mencapai cita-cita saya sebagai analis data. Saya berharap suatu saat dapat memberikan manfaat melalui data dengan menyajikan informasi yang dapat membantu banyak orang dalam memahami dan mengambil keputusan serta membuktikan bahwa saya memang layak.

Tinggalkan Komentar