Pernah tidak kamu ingin gapai suatu hal, di mana suatu hal tersebut hanya bisa diraih dengan tekad dan kerja keras yang tinggi? Jatuh bangun menghadapi semua hambatan? Akhirnya suatu hal itu dapat tercapai juga meskipun hasilnya tak terduga? Pernah? Aku juga punya cerita tentang itu yang tidak bisa dilupakan sampai sekarang.
Dimulai dari awal kelas 1 SMA tepatnya semester satu. Dari dulu aku ingin sekali bisa kuliah di PTN terbaik di Indonesia. Alasan aku ingin sekali kuliah di PTN diantaranya karena setiap program studi yang ditawarkan di PTN dapat bersaing dalam dunia kerja. Salah satu PTN yang ingin ku kejar adalah IPB.
IPB merupakan salah satu PTN terbaik di Indonesia, bahkan telah diakui secara internasional. Keinginanku untuk masuk IPB sangat tinggi, tetapi aku juga sadar bahwa hal itu tidak mudah untuk digapai. Waktu itu aku juga hanya membayangkan kuliah di PTN saja, tidak disertai dengan program studi apa yang diminati. Sejak saat itu, aku terus mencari informasi dari beberapa PTN terkenal se-Indonesia agar lebih tahu seluk-beluknya. Tetapi pilihan ku tetap jatuh di IPB, walaupun saat itu belum mengetahui program studi apa yang aku minati.
Mulai awal semester satu kelas III SMA, aku sudah mengetahui program studi apa yang akan aku ambil sesuai minat, aku dan teman-teman juga sudah diberikan sosialisasi tentang SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) dan Ujian Mandiri. SNBP seleksi berdasarkan nilai raport, sedangkan SNBT menyeleksi kandidat menggunakan nilai hasil ujian tulis. Ujian Mandiri adalah tes yang diadakan sendiri oleh kampus yang bersangkutan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Sebelum daftar jalur SNBP, siswa harus tergolong terlebih dahulu dalan kategori siswa eligible, dan aku termasuk di dalamnya yang memberiku kesempatan untuk mendaftar PTN melalui jalur SNBP. Seiring masa pendaftaran, verifikasi berkas, saya mengantisipasi dengan belajar untuk jalur SNBT nantinya jika saya gagal di SNBP. Saya juga berdoa agar lulus SNBP dan memang jika belum diizinkan lulus di jalur SNBP, tolong permudah saya untuk mengikuti SNBT.
Tiba di mana hari pengumuman, saya membuka pengumuman tersebut dengan menyendiri di kamar, karena saya takut akan kegagalan, walaupun saya juga tahu bahwa kegagalan adalah proses dari keberhasilan. Tepat jam 15.00 WIB pengumuman saya buka, dan saya mendapatkan kalimat menarik, “Selamat Anda dinyatakan lolos seleksi jalur SNBP”. Kaget, terharu, senang, semua jadi satu saat itu. Saya lolos jalur SNBP di IPB University program studi Manajemen Hutan.
Teruntuk kalian yang membaca artikel ini, diharapkan kalian mengerti makna bahwa apa yang kita usahakan, itu adalah yang kita dapatkan. Bermimpilah setinggi-tingginya dan usaha lah dengan sekeras mungkin. Jangan lupa berdoa dan meminta doa orang tua setiap akan melakukan sesuatu hal.

