KAMPUS MERDEKA  “ PERJUANGAN MERAIH KAMPUS PTS”

Namaku aya, seorang anak dari pasangan yang berprofesi sebagai karyawan pabrik atau lebih dikenal dengan  buruh pabrik, aku dan keluargaku tinggal disebuah desa yang sudah aku tinggali dari aku kecil. Didesa ini aku dan adikku tumbuh menjadi perempuan kuat, dan tentunya tidak luput dari bimbingan kedua orang tuaku yang selalu mendukung dan mendoakan kedua anaknya agar dapat mencapai cita – cita yang diinginkannya.

Kisahku kuawali dengan suatu pagi dimana aku menjalankan aktifitasku seperti biasanya, membantu ibuku menyelesaikan pekerjaan rumah dan tentunya aku juga memiliki tugas tersendiri sebagai seorang pelajar yang hampir lulus. Aku adalah seorang pelajar yang masih duduk dibangku sekolah kelas 12 , disuatu sekolah swasta yang terkenal didaerah rumahku, kelulusanku tinggal menunggu saja karena 1 bulan lagi aku resmi lulus dari sekolahku ini, sekolah yang sudah kujalani selama 3 tahun belakangan ini.

 pagi itu ketika aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumahku, aku duduk diteras depan rumahku sambil memainkan ponsel yang sedari tadi ku pegang, aku membukanya dan mencari informasi lowongan pekerjaan yang tersedia dan masih terbuka, karena aku ingin mencoba untuk bekerja setelah aku lulus. Disamping ingin mencari pengalaman baru setelah lulus aku juga ingin bisa memenuhi kebutuhanku sendiri tanpa merepotkan kedua orang tuaku, aku sadar karena masih ada adikku yang membutuhkan biaya pendidikan yang tidak sedikit, karena dia juga akan masuk sekolah setingkat SMA.

Dari hal itu aku memutuskan untuk mencari pekerjaan terlebih dahulu, jika ditanya keinginan untuk kuliah atau tidak jawabanku adalah ya, aku sangat amat ingin melanjutkan pendidikanku kejenjang yang lebih tinggi, maka dari itu aku juga harus berusaha berjuang agar dapat melnjutkannya.

2 bulan berlalu, selama itu pula aku mencari cari pekerjaan untuk mencari uang agar dapat dikumpulkan untuk biaya kuliahku, pekerjaan pertama yang aku dapat setelah lulus adalah menjadi karyawan catering, kebetulan catering tersebut mendapatkan tender disebuah institusi pendidikan yang letaknya tidak jauh dari rumahku. Berbekal infomasi dan ajakan dari teman yang sama – sama mencari perkerjaan akhirnya kami melamar pekerjaan disana, tentunya dengan keterbatasan dokumen yang aku miliki, aku memberanikan diri untuk melamar pekerjaan tersebut, meskipun dengan jam kerja yang panjang  (-+12 jam) dan gaji yang menurutku kurang cocok dengan  jam kerja yang ditentukan, tapi aku tetap setuju dan mau menerimanya karena memang sedang membutuhkan pekerjaan, dan aku menganggap itu sebagai bagian dari perjalanan yang harus aku lalui untuk menuju cita – citaku menjadi seorang sarjana, kurang lebih hampir 3 bulan aku menjalani rutinitasku sebagai karyawan catering, setelah itu aku memutuskan untuk resign dari pekerjaanku sebagai karyawan catering dan mencari pekerjaan lain yang menurutku dapat memberikan gaji yang lebih besar daripada saat aku bekerja dicatering. 

2 minggu berlalu, dalam kurun waktu 2 minggu tersebut saat aku sudah tidak lagi bekerja, aku pun mengisi waktuku dengan menulis kemudian mengirim lamaran pekerjaan ke 2 perusahaan tentunya dengan dukungan relasi dari saudara dan teman yang terlebih dahulu sudah bekerja diperusahaan tersebut. Kujalani hari hariku seperti biasanya sembari menunggu panggilan untuk interview.

Keesokan harinya aku mendapatkan kabar via SMS bahwa aku diterima disebuah perusahaan yang sama dengan saudaraku, tentunya dengan bantuan saudaraku aku bisa masuk perusahaan tersebut, tibalah saat aku akan interview pada jam tanggal yang sudah ditentukan oleh perusahaan, singkat cerita aku sudah diterima diperusahaan tersebut dan itu berjaln hampir 3 bulan lamanya. 

Dibulan keempat aku merasa keunganku mulai stabil dan tabunganku untuk mendaftar di sebuah universitas kurasa sudah cukup, pada akhirnya kuberanikan diri untuk mendaftar dengan uang hasil kerjaku selama kurang lebih 8 bulan.

Berbekal dari uang  tersebut pada akhirnya aku bisa masuk disebuah universitas swasta dan dapat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa disebuah universitas dan juga sebagai seorang karyawan, banyak harapan yang aku gantungkan ketika aku sudah muali menjadi seorang mahasiswa, semoga sekarang dan seterusnya semngatku tidak akan pernah padam untuk terus belajar.


Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.