Hi… kenalin nama aku bulan , aku sekarang sudah menjadi seorang mahasiswi semester dua di sebuah perguruan tinggi islam yang ada di lampung. Eh iya aku punya cerita lho tentang perjuanganku dalam menggapai impian ku ini sebelum akhirnya aku menjadi mahasiswi di universitas ini..
yuk ikutin terus ceritaku ya!. Jadi sekarang aku akan bawa kalian kembali ke satu tahun belakang yaa sebelum aku menjadi anak kuliahan seperti sekarang.
Cerita dimulai saat aku kelas dua belas di sebuah sma negeri saat itu sedang masa-masa ujian dan pembukaan jalur pendaftaran kampus untuk siswa-siswi kelas dua belas, dan ya aku juga sudah mempunyai kampus serta jurusan impian untuk ku daftar nanti. Saat pengunguman peringkat eligible.. alhamdulillah aku masuk kedalam orang-orang yang lolos eligible hanya saja aku merasa sedikit sedih bukan karena apa.. atau bukan karena aku tidak bersyukur hanya saja.. ternyata namaku masuk kedalam urutan terakhir di daftar eligible itu sedangkan teman-teman ku namanya tercantum di bagian atas semua. Sebenarnya ada rasa minder dan insecure yang menyelimuti hatiku setelah membaca pengunguman itu aku langsung buru-buru masuk ke kelas dan duduk di kursiku sambil menahan air mata yang mulai membasahi pipiku. Aku merasa kurang dari teman-temanku padahal usaha yang sudah aku lakukan selama ini tidak kalah dari mereka. Aku memikirkan hal itu sambil terus berusaha kuat dan tersenyum di depan teman-teman ku. Bohong kalo aku bilang kuat untuk tidak menangis saat tahu namaku sendiri ada di urutan paling bawah, teman-temanku yang tahu kalau aku sedang menangis.. buru buru mendekat ke arahku lalu mereka datang menyemangati dan berkata padaku untuk tak menanagis lagi. Aku yang sedang mellow saat itu hanya meng-angguk angguk saja tanpa benar-benar mendengar apa yang sedang mereka katakan. Bel pulang berbunyi.. aku pun langsung membereskan buku dan alat tulis ku ke dalam tas lalu aku bergegas pulang dalam keadaan mata yang sudah merah karena habis menangis. Aku cengeng ya? Soal begitu saja nangis haha… oh iya sesampainya dirumah aku memberitahu bundaku kabar bahagia setengah sedih ini. Kata bundaku hampir sama seperti teman-teman ku untuk tidak memikirkannya terlalu berlebihan dan mulai untuk menyiapkan opsi pilihan kampus serta jurusan yang akan digunakan saat mendaftar snbp. Aku pun langsung bergegas mencari seputar kampus di indonesia yang didalamnya ada jurusan impian ku. Yaitu psikologi.. saat sedang mencari seputar kampus-kampus itu hatiku tiba-tiba saja menjadi bahagia dan bersemangat soalnya aku sudah memimpikan bahwasanya aku akan menjadi seorang psikolog hebat di masa depan persis seperti yang selama ini aku impikan. Setelah aku sudah menemukan daftar pilihan kampus yang akan aku coba daftar lewat jurusan snbp keesokan harinya aku dan teman-teman mulai berkonsultasi tentang kampus serta jurusan yang akan kita daftar. Saat kita sudah di ruang bk ternyata sudah banyak orang yang menunggu giliran untuk berkonsultasi. Aku duduk terlebih dahulu sembari menunggu giliranku . oh iya saat ini kita sudah melaksanakan beberapa ujian yang memang harus dilakukan untuk siswa-siswi kelas dua belas, ujian praktek misalnya. Nah sekarang giliran ku untuk konsultasi dengan guru bk saat aku duduk beliau mengambil sebuah kertas atau catatan mengenai nilai akhir semua siswa , aku langsung saja memperkenalkan namaku pada beliau dan beliau menatap kembali catatan di meja sambil mencari sebuah nama dan ya nama yang sedang dicari adalah namaku sendiri. disini beliau berkata padaku tentang nilai akhir yang aku dapatkan saat ujian yaitu hanya delapan puluh sembilan. Aku yang mendengar itu hanya diam dan tak ber-ekspresi awalnya aku excited dan tiba tiba saja perasaan itu hilang.. beliau berkata lagi untuk menyuruhku mengambil universitas di lampung, ini wajib karena memang aku tinggal di lampung.. barulah pilihan kedua aku boleh bebas mengambil dimana saja dengan syarat nilai akhirku cukup untuk mendaftar di universitas tersebut.
Singkat waktu aku sudah berada di rumah sejenak kupikirkan tentang universitas lampung yang wajib ku ambil padahal aku tahu sendiri disana tidak ada jurusan impian ku lalu aku mulai menanyakan soal hal ini ke bunda dan aku mulai menceritakan semuanya pada bunda. Bundaku menjawab seperti ini saat telah selesai mendengarkan ceritaku. Beliau lalu bertanya soal jurusan apa yang mau ku ambil di universitas ini disaat tidak ada jurusan yang memang kumau untuk kupilih. Aku menjawab bahwa aku juga tidak tau harus memilih apa yang ingin kuambil nanti.. lalu tiba-tiba bundaku menyarankan ku beberapa opsi yang bisa kupilih seperti ilmu perpustakaan, entahlah aku masih bimbang aku merasa itu bukan passion dan minatku.. jadi aku tidak memberikan tanggapan apa-apa hanya saja aku bilang nanti aku akan pikirkan lagi. Waktu pembagian raport wali kelas ku bilang kalau public speaking ku bagus dan aku memiliki potensi untuk menjadi seorang guru namun aku tidak pernah punya cita-cita untuk menjadi seorang guru selain itu aku memang tidak terlalu suka mengajar anak-anak. Wali kelas ku juga bercerita pada bundaku bahwa diantara banyaknya mata pelajaran yang dipelajari selama tiga tahun ini, nilaiku paling besar di dua mata pelajaran yaitu ada soiologi dan bahasa indonesia. Di rumah bunda berkata bahwa sebenarnya aku memang anaknya punya empati tinggi dan tidak menyalahkan juga pendapat wali kelas kalau aku memang pintar public speaking, bunda melanjutkan perkataanya untuk aku mencoba saja mendaftar jurusan bahasa indonesia yang kebetulan ternyata ada jurusan ini di universitas lampung. Cuma aku bilang ke bunda walaupun memang benar nilai bahasa indonesia ku cukup baik diantara pelajaran lainnya hanya saja aku memang tidak minat untuk menjadi guru. Di kamar aku mencoba merenungkan tentang mimpi dan kenyataan… manakah yang harus kupilih? Akankah aku menyerah pada mimpi yang selama ini kudoakan… sebenarnya tidak bisa dibilang menyerah karena dalam snbp kita mendaftar pada dua universitas jadi aku masih bisa memilih jurusan impian ku pada pilihan kedua hanya saja.. aku bingung… iya aku memang suka sekali dengan bahasa indonesia dan juga literasi tapi aku tidak ingin nantinya menjadi guru karena itu bukan yang aku mau. Sebenarnya aku mau memilih bahasa sastra indonesia saja karena aku juga suka menulis tapi kata guru bk ku kalau ambil sastra indonesia untuk prospek kerjanya kurang dibutuhkan makanya beliau menyarankanku untuk mengambil jurusan pendidikan dan bahasa sastra indonesia yang nanti akhirnya dia akan menjadi seorang tenaga pendidik atau kita sebutnya sebagai guru. Masih bingung aku dalam menemukan jurusan yang akan kupilih di opsi pertama.. tapi setelah kupikirkan kembali dan telah melewati diskusi yang panjang bersama bunda akhirnya aku sudah memutuskan untuk mengambil jurusan yang disarankan oleh bunda juga guru bk ku di pilihan pertama. Sekarang lanjut aku akan menceritakan ke kalian pilihan kedua yang aku ambil di snbp nanti. Oh iya seperti yang aku bilang kalau jurusan impianku adalah psikologi jadi sudah pasti aku ambil jurusan ini di pilihan kedua , tapi nyatanya tidak seperti itu kenyataanya.. karena aku sudah takut sendiri dengan matematika yang ada di psikologi akhirnya aku pun merelakan dan mengubur jurusan impian ku jauh di lubuk hati. Kalau soal universitasnya… aku tuh sebenarnya udah punya tujuan mau kemana… mau milih di universitas gajah mada yang ada di joggja. Bukan random ya aku mau milih pilihan kedua ku di ugm tetapi ada sebuah reason.. karena aku sangat sangat ingin sekali berkuliah atau tinggal di jogja, itu juga merupakan salah satu impianku.. hanya saja ternyata ekspetasi tidak semudah realita. Waktu aku kunjungan konsultasi lagi sama guru bk beliau berkata bahwa ugm merupakan universitas yang cukup susah ditembus apalagi untuk aku yang nilai rata-rata nya dibawah sembilan puluh, beliau berkata untuk aku mengganti universitas tujuanku walaupun beliau sudah membantu katrol nilai rata-rataku menjadi sembilan puluh. hanya saja ugm tetap masuk kedalam kategori universitas yang susah ditembus. Aku pulang kerumah lagi dengan perasaan campur aduk sambil memikirkan univ mana yang bisa gantiin posisi ugm dan sama-sama berlokasi di jogja.. setelah aku mencoba searching di tiktok serta google aku menemukan beberapa opsi pengganti salah satunya yang sekarang masih menjadi cinta pertama ku di dunia perguruan tinggi yaitu universitas negeri yogyakarta. Nah saat melihat nama universitasnya tanpa perlu pikir panjang aku langsung merasa ini pengganti yang cocok untuk ugm. Lalu tibalah hari mengisi laman snbp dengan mantap aku memilih dua universitas dan dua jurusan berbeda sesuai yang diarahkan oleh guru bk ku serta pilihan fiks ku, sebelum aku mengirim jawabanku aku menunggu bebes ku ( ayah ) pulang dari sholat di musholla untuk meminta doa. Akhirnya bebes ku pulang buru-buru datang sambil membawa hp yang masih membuka laman snbp kita berdoa bersama-sama lalu aku juga bertawakall dengan hasil akhirnya sembari meminta rasa ikhlas yang sedalam samudera.. seperti apapun nanti hasil pengungumannya.setelah selesai berdoa akkhirnya aku menekan tombol kirim yang ada di layar handphone ku. Tak jauh dari pembukaan snbp dibuka juga jalur pendaftaran span ptkin. Apa itu span ptkin ? nah span ptkin adalah jalur pendaftaran untuk anak-anak yang ingin melanjutkan kuliahnya ke universitas islam negeri atau yang lebih akrab didengar sebagai uin. Kebetulan aku juga mendaftar jalur span ptkin ini sebagai plan ku yang kedua kalau amit-amit aku gagal di plan pertama aku snbp.. untuk uin juga ada dua pilihan kampus yang bisa kita ambil sama seperti di snbp hanya saja di span ini di dalam satu kampus yang kita pilih kita dapat memilih dua jurusan sekaligus. Hmm untuk jurusan nya aku lupa inget soalnya udah lumayan lama intinya untuk uin aku tetap mau ambil uin yang ada di jogja uinsuka namanya… kalau di lampung aku pilih uinril. Tapi walaupun gitu aku berharap banget untuk bisa keterima di uinsuka.. karena ini di jogja. secinta itu aku ama jogja padahal sama sekali belum pernah kesana tapi intinya jurusan yang ku ambil adalah kalau yang di uin lampung di pilihan pertama ada tasawuf dan psikoterapi sedangkan di pilihan kedua ada pendidikan agama islam, kalau di uin yang di jogja aku pilih jurusan pendidikan agama islam dan juga sosiologi agama. Terus aku mulai memperbanyak doa ku untuk bisa lolos di universitas yang aku mau banget. Dan tibalah hari pengunguman snbp dengan sabar hati aku menunggu waktu jam tiga sore… tepat pukul 15.00 grup angakatan ku sudah mulai rame.. banyak dari mereka yang mengirim hasil lolosnya . aku yang membaca pesan-pesan itu menjadi sedikit takut .. bagaimana nanti jika? Tapi aku pun memberanikan diriku untuk membuka hasilku sendiri dan… deng..deng.. aku mendapatkan warna… merah yaa warna cinta haha. Disaat aku membaca tulisan “ Anda Dinyatakan Tidak LULUS Seleksi SNBP 2026’’ yang muncul di layar handphone. Aku hanya menatap keluargaku sambil tersenyum kecil dan yaa alhamdulillah rasa ikhlas itu memang benar adanya.. aku emang kecewa kok tapi aku tidak se- sedih itu sampai harus mengeluarkan air mata.. lalu aku pun juga mendapatkan kabar dari teman-teman ku bahwa mereka juga sama mendapatkan warna merah padahal mereka anak eligible urutan atas tidak seperti diriku. Hahaa.. memang benar ya kalau kata orang snbp ni jalur ghoib, udahh dehh back to topik mereka chat aku sambil nangis karena kecewa dan juga sedih dengan hasil yang mereka dapatkan. Kalau kalian tanya dan penasaran kenapa aku tidak menangis ? padahal aku sendiri juga tidak lolos. Itu karena aku memang udah minta ke allah rasa ikhlas yang se dalamm samudera untuk menerima apapun hasilnya.. dan yaa aku memang ikhlas kalau aku ga lolos di snbp tapi aku ga munafik kalo aku bilang aku sedih karena gagal masuk di uny yang aku mau ituuu… tapii balik lagi aku tau bahwasanya rencana allah udah pasti lebih baik dari rencanaku. Jadi aku pun bersedih secukupnya dan tetap semangat dalam menjalani hidup after pembukaan hasil snbp. Oh iya aku lupa cerita.. sebenernya aku tidak semudah itu mau merelakan jurusan impianku , sejujurnya aku masih ada rasa ingin memperjuamgkan psikologi di span ptkin ini.. hanya saja aku kembali bimbang antara memilih psikologi ataukah tasawuf dan psikoterapi karena dua-duanya sama-sama membahas terkait mental. Disaat aku bingung seperti ini bundaku datang dan menasehatiku untuk mencoba sholat istikharah. siapa tau aku akan mengerti mana yang lebih baik untukku . jadi aku pun mulai melakukan sholat istikharah sambil meminta petunjuk allah mana yang lebih baik diantara kedua jurusan ini.. selama aku berdoa ini… aku benar-benar menyerahkan semua keputusan akhir pada allah lalu ternyata di sekolah salah seorang guruku menyinggung juga tentang sholat istikharah intinya kalau dihadapkan oleh dua pilihan dan bingung harus memilih yang mana minta bantuan allah lewat sholat istikharah dan insyaalah allah akan memberikan jawabannya entah lewat mimpi atau hati kita yang lebih condong pada pilihan tertentu. Dan aku pun akhirnya mendapatkan jawaban dari doa-doa ku.. ternyata walaupun aku tidak mendapatkan jawabannya dari mimpi , namun hati ku lebih condong untuk memilih tasawuf dan psikoterapi daripada psikologi. disitu aku yakin kalau allah tuh lebih tau mana yang terbaik buat hambanya walaupun belum tentu kita suka. Itulah asal mula aku memilih jurusan yang sekarang sedang aku tekunin. Qadarullah nya waktu pengunguman di span ini aku lolos di jurusan jawaban dari sholat istikharah ku.. aku bahagia dong hanya saja juga merasa sedih ternyata.. kali ini memang belum rezekiku juga untuk kuliah di jogja. Tak apa tidak semua yang kita inginkan harus menjadi kenyataan kan? Mungkin hal indah sedang menungguku di kampus yang menerimaku yaitu uinril.
Kembali ke masa sekarang yaa teman-teman.. memang benar.. ternyata walaupun ini bukan kampus impian atau kampus yang aku harapkan untuk jadi bagian di dalamnya. Namun disini aku bisa lebih berkembang dibandingkan aku di masa sma, disini juga aku banyak belajar pengalaman baru yang tidak aku dapatkan waktu sekolah dulu.. aku pun mulai perlahan-lahan jatuh hati sama jurusan pilihan allah ini. Kadang ada rasa flat atau pengen nyerah aja.. namun aku teringat kembali soal cita-cita dan impianku yaitu bukan lagi menjadi seorang psikolog tetapi menjadi orang yang bisa menjadi sebuah tempat cerita bagi orang yang tidak memiliki teman cerita maupun tempat mereka berteduh dikala mereka merasa dunia sedang tidak baik dengan mereka, selain itu juga salah satu tujuan aku masuk ke jurusan ini karena sebenarnya kata bundaku didalam jiwa ku tuu ada sosok healer dan tangan ku bisa menyembuhkan seseorang.. jadi aku pun memilih ini dan aku harap nantinya aku bisa menyembuhkan banyak orang di luar sana termasuk mereka yang ada di sekitarku. Sampai ya.. teman sma ku ngomong gini waktu kita liburan semester 1 “ eh phoo… terapi aku dong butuh banget ini.. kan kamu bisa nerapi” eh aku jawab gini ke dia.. sabar dong aku masih semester 1.. nihh belum belajar ilmunya.. nanti kalau udah belajar tentang cara terapinya aku langsung praktekin ke kamu deh hehe…
Cukup sekian cerita ku kali ini.. semoga saat membaca cerita ini kalian bisa menemukan inspirasi untuk terus memperjuangkan cita-cita kalian ya… aku tutup cerita ini dengan doa dan harapan untuk diriku terutama agar selalu dikuatkan hatinya.. mentalnya juga fisiknya untuk menyelesaikan pendidikan ini sampai akhir.. sampai aku pake toga dan baju cantik di hari wisuda sambil bilang “ I did it.. aku berhasil selangkah lebih maju walaupun tidak berjalan di rencana awalku namun aku tetap bangga pada diriku.. selalu.” Terimakasih sudah membaca cerita ini sampai akhir… sampai jumpa lain kali .
SELESAI
Ditulis oleh : Phoenix Luna Az Zahra

