Ega Dwi Arika adalah nama yang orang tuaku beri pada tanggal 11 Januari 2004. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. Anak kecil yang dulu malas untuk masuk sekolah dan hanya berangan angan apa itu rangking. Nyatanya itu bukan hayalan rangking 3 besar selalu ku dapat selama sekolah dasar hingga SMA. Pengalaman tak terlupa hingga sekarang aku pernah menjadi peraih nilai Ujian Nasional SD tertinggi satu kecamatan bersaing dengan 750 anak lebih setelah naik turunnya peringkat saat tryout dan meraih nilai tertinggi saat kelulusan SMP. Mengikuti berbagai perlombaan sudah biasa ku lalui, kalah menang itu hal biasa bagiku. Dari SD sampai SMA memang perjuangan namun perjuangan yang benar benar menguras tenaga, emosi dan pikiran saat SMA. Masa masa SMA dimana kita harus mempersiakan diri untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Disinilah perjuangan ku dimulai, seorang anak yang mendapat kuota eligible peringkat 2 mendaftar prodi kebidanan di UNS, namun nyatanya di tolak. Sedih yang kurasa dan kecewa ditambah lagi teman teman peringkat dibawahku diterima dijurusan Impiannya. Aku tidak munafik rasa iri ada dalam hati. Namun aku sadar bahwa lulus jalur SNBP belum rejeki ku. Tak tinggal di situ aku pun mengejar PMDP Politeknik Kesehatan Jurusan Kebidanan dan ditolak lagi. Aku ingat betul saat pengumuman PMDP Politeknik Kesehatan waktu akan buka puasa. Jujur rasa laparku pun sirna digantikan rasa sedih. Lagi dan lagi teman teman peringkat di bawahku diterima sedangkan aku ditolak. Semangat dan terus belajar persiapan SNBT, tak tinggal diam aku pun mencoba daftar jalur khusus prestasi di salah satu universitas dan untuk hasilnya aku pun ditolak lagi. 3 kali aku ditolak sedangkan teman temanku sudah sibuk dengan registrasi mahasiswa baru. Tak berhenti sampai situ aku bertekad mendaftar di Politeknik Ketenagakerjaan jurusan K3, jurusan yang ku inginkan juga. Sembari menunggu pengumuman dari Politeknik Ketenagakerjaan aku mendaftar SIMAMA Politeknik Kesehatan lagi dikampus yang pernah ku sebut. Tes pengetahuan pun aku dinyatakan lulus sehingga selanjutnya harus tes kesehatan di kampus. Sepulang dari tes Kesehatan pengumuman Politeknik Ketenagakerjaan keluar dan hasilnya aku ditolak lagi. Sekarang harapan hanya di SNBT dan pengumuman akhir Politeknik Kesehatan . Aku takut kecewa dengan angan anganku, sehingga Ketika membuka pengumuman akhir Politeknik Kesehatan aku sudah pasrah apapun hasilnya. Pengumuman akhir Poltekkes aku dinyatakan LULUS, yah ini adalah kali pertama aku diterima setelah 4 kali di tolak. Tanpa pikir Panjang aku pun langsung registrasi dan sekarang aku sudah semester 3 di Politeknik Kesehatan Semarang jurusan sarjana terapan kebidanan. Mungkin bagi orang lain perjuangan ku ini belum seberapa, namun bagiku ini adalah proses menuju sukses yang akan ku kenang selalu tentang manis dan pahitnya.
Inspirasi
Recent Posts
- Kampus Swasta Terbaik di Bandung Menurut EDURANK 2026
- Tipe Transportasi Mahasiswa Kampus Swasta di Indonesia
- Kampus Swasta Terbaik Dengan Prestasi Terbanyak Menurut Puspresnas
- Kampus Swasta dan Negeri Terbaik di Semarang Versi EduRank 2026
- Kampus Swasta di Bandung Paling Terkenal di Kalangan Masyarakat

