Inspirasi

Perjuanganku berawal aku naik di kelas 11, pasti banyak yang bertanya kenapa dimulai dari kelas 11? iyaa pada saat kelas 10 aku harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan teman baru sebut saja saat itu fase adaptasi, di saat itu aku tidak terlalu serius untuk belajar karena covid masih menyebar, dan nilai serta peringkat ku pun turun berbanding jauh dengan peringkat ku yang alhamdulillah selalu dapat di 10 besar pada saat di jenjang SMP, saat di kelas 10 aku belum mengetahui tentang SNBP dan SNBT penyesalan ini terjadi, kenapa tidak dari awal masuk SMA aku mencari tahu tentang jalur masuk PTN.

Selanjutnya aku naik ke kelas 11, di masa ini sebut saja fase perbaikan diri yang semenjak kelas 10 aku masih jarang untuk belajar, aku berusaha untuk memperbaiki nilai nilai yang kurang bagus dan menempati diri ku di peringkat 10 besar, di kelas 11 aku tidak peduli tentang peringkat lagi meskipun aku masuk di 10 besar, aku hanya fokus untuk memperbaiki nilai yang kurang serta mencari tahu tentang apa itu SNBP (Jalur masuk PTN melalui raport) dan SNBT (Jalur masuk PTN melalui ujian tulis) , aku juga baru mengikuti ekstrakurikuler di kelas 11, karena aku berfikir selain di akademik aku juga harus punya skill di non akademik, karena disaat aku tidak mendapat PTN aku bisa saja kerja terlebih dahulu (gapyear) dan itu bisa menjadi pengalaman yang bisa aku sampaikan nanti nya, dan aku menjadi sekretaris paskibra awal nya aku tidak yakin karena aku baru saja masuk di ekstrakurikuler, dan pada saat itu banyak sekali pelajaran yang aku petik dari pembina, akang teteh purna (sebutan alumni paskibra), yang tadi nya aku tidak tahu cara menggunakan Microsoft Office waktu demi waktu aku bisa menjalani nya. 

Aku pun tiba di kelas 12 sebut saja fase penentuan, dimana hanya sisa 1 semester saja untuk aku memperbaiki nilai untuk mengikuti SNBP serta menyiapkan SNBT, dari awal aku sudah memulai tryout  lebih dulu dibanding dengan teman teman ku yang lain, aku merasa aku sangat bersemangat untuk bisa mendapatkan PTN impian ku aku membeli 2 buku SNBT, dan paket tryout di salah satu plaform belajar, bahkan temanku heran mengapa aku terlalu cepat untuk start  lebih dulu, disaat semester 2 tiba disini penentuan apakah aku bisa masuk siswa eliegible? iyaa alhamdulillah aku mendapatkan eliegible aku sangat bersyukur dan semakin bersemangat mendapat kabar ini, aku memilih 2 PTN impian ku serta jurusan impian ku, tapi di SNBP ini aku kurang beruntung karena aku tidak bisa mendapatkan itu, kecewa? iyaa aku sangat kecewa setelah melihat bahwa aku dapat warna merah, tapi aku tidak putus asa aku mencoba bangkit untuk mengikuti SNBT, dan ketika aku memulai pendaftaran ada hal yang menyebabkan aku tidak bisa ikut SNBT yaitu orang tua ku memikirkan ke depan nya takut aku kecewa lagi dengan hasilnya (karena gagal) , aku berhenti kuliah karena biaya perkuliahan yang tinggi. Kecewa? iyaa ini untuk yang kedua kali, karena aku sudah mulai belajar lebih awal dan ending nya aku tidak bisa ikut SNBT, temanku pun kaget mendengar bahwa aku tidak ikut SNBT, tapi aku berfikir di sisi orang tua ku, baiklah mungkin bukan waktu nya untuk aku ikut SNBT tahun ini, aku harus gapyear dan mencari kerja agar aku bisa nabung untuk bekal ku entah itu di PTN maupun di PTS, aku juga merasa hasil belajar ku tidak akan sia-sia karena ilmu itu akan terus mengalir selagi aku masih mempelajarinya, aku melihat banyak temanku yang bisa masuk PTN melalui jalur SNBT aku sangat bangga dan senang, tapi disisi lain hati ku sangat panas dan aku merasa tertinggal, bukan aku iri tapi itu menjadi motivasi ku untuk bisa bangkit kembali, mengevaluasi diri, dan berfikir melalui sisi orang tua karena disaat aku berkuliah tanpa restu orang tua itu akan jadi sia sia, aku pernah membaca di salah satu buku rumus kesuksesan itu sukses = gagal+gagal+gagal+gagal+gagal+gagal, karena kesuksesan itu tidak ada yang instant, pasti mereka memulai dari 0 dan mengalami kegagalan. 

 

Jadi aku yakin di balik kegagalan pasti Tuhan menyimpan takdir kesuksesan, dan rezeki datang dari arah mana saja aku bisa di PTS ataupun di PTN tidak ada yang membedakan keduanya semua tergantung pada diri ku sendiri. Berikut perjuanganku untuk meraih PTN impian dan berakhir gapyear, mohon maaf bila ada salah kata, sekian terimakasih.