Karya

Bismillahirrahmanirrahim, semoga Allah mempermudah jalan juangku. Aku menulis artikel ini untuk memotivasi diriku dan juga orang lain yang belum percaya bahwa mereka bisa mewujudkan mimpi mereka.

Perkenalkan, aku Sabila Khairunnisa, Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Manusia di Politeknik PGRI Banten. Aku lahir dikeluarga dengan ekonomi yang masih dibilang sederhana. Ayahku seorang security di sebuah sekolah dan ibuku ikut membantu ekonomi keluarga kita dengan berjualan dikantin sekolah. Aku adalah anak sulung dari tiga bersaudara, memiliki dua adik yang masih butuh perhatian dan dukungan dari orangtua.

Setelah lulus sekolah, aku mengambil Gap-Year satu tahun karena di amanahkan pesantrenku untuk mengajar satu tahun terlebih dahulu. Awalnya aku menolak karena umurku setengah tahun lebih tua dibandingkan temanku yang lain, aku takut banyak tertinggal setelahnya. Tetapi karena orangtuaku mendukung, akhirnya aku menurutinya.

Dari satu tahun itu, aku belajar banyak hal dalam hidupku. Aku belajar tentang tanggungjawab, sabar dan ikhlas di setiap harinya. Menjadi seorang pengajar membuatku memahami bahwa Pendidikan bukan hanya tentang penyampaian ilmu, tetapi juga pemberian motivasi dan teladan untuk anak didiknya.

Disamping itu, aku belajar untuk mengikuti test PTN dan mencari pekerjaan sampingan untuk nanti. Setelah setahun aku mengajar, aku akhirnya lulus dengan predikat “sangat baik”. Meskipun begitu, perjalanan untuk melanjutkan pendidikanku tidaklah mudah.

Aku memiliki ambisi yang besar untuk kuliah di Perguruan Tinggi Negri, namun ayah tidak mengizinkan, karena khawatir akan terjadi hal yang tak diinginkan kepadaku. Selain itu, kondisi ekonomi keluarga juga menjadi pertimbangan besar. Ibu sering berkata bahwa sebenarnya mereka belum tentu mampu membiayai kuliahku sepenuhnya. Kata-kata ibu yang seperti itu, seringkali membuat aku berfikir untuk berhenti dan mulai membantu keluarga untuk bekerja saja. Tapi, hati aku selalu bilang kepadaku kalau aku pasti memiliki kesempatan untuk menjadi Wanita yang berpendidikan, maka sangat disayangkan jika aku harus berhenti di tengah jalan.

Akhirnya aku memutuskan menggunakan uang tabunganku untuk mendaftar ke perguruana tinggi swasta. Karena uangku belum cukup maka ayah membantu menambahkan setengah dari biaya pendaftaran tersebut. Hal itu membuatku semakin merasa bertanggungjawab untuk menjalani kuliah dengan baik.

Selama menjalani perkuliahan, aku juga terus berusaha mencari beasiswa atau kesempatan lain untuk membantu meringankan beban orangtuaku. Setelah sebulan kuliah, aku mendapat kabar bahwa adanya test beasiswa, dengan rasa percaya diri, aku mengikuti test tersebut dan mendapatkan potongan UKT selama satu tahun.

Meskipun bersyukur, aku juga measa sedikit sedih karena dapat potongan UKT juga belum bisa mengurangi beban orangtuaku. Aku mencoba terus berusaha mencari cara lain untuk membantu perekonomian keluargak, salah satunya membangun personal brandingku sebagai penulis, ditengah sibuknya tugas kuliah yang harus aku selesaikan.

Alasan terbesarku kenapa aku ingin melanjutkan Pendidikan. Jawabannya sederhana, “dikeluargaku belum ada sarjana”. Aku ingin menjadi orang pertama yang mengubah keadaan tersebut. Aku ingin membahagiakan kedua orangtuaku, membalas semua perjuangan mereka, serta menjadi contoh yang baik untuk adik-adikku.

Aku percaya bahwa Pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depanku dan keluarga. Karena hal itu aku terus berjuang, belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan kepadaku.

Aku berharap suatu hari, aku bisa membuat orangtuaku bangga dan membuktikan bahwa semua perjuangan ini tidak pernah sia-sia.

Ditulis oleh : Sabila Khairunnisa