Kampus Swasta

(Ipeyarni lahagu/@ipeyarni-21)

Tema: Motivasi

Tokoh Utama: Verari

Alur: Maju Mundur

Cerita ini diangkat dari kisah nyata dan imajinasi penulis 

 

“Salah satu prinsip hidup yang saya tanamkan didalam diriku ialah kesuksesan hanya milik orang yang bertahan,belajar dan bekerja keras”

 

Verari, Gadis desa yang terpaksa melanjutkan sekolahnya di kota dan tinggal dirumah sang paman. Banyak kesedihan yang ia lewati setiap harinya dihina, di ejek, dimaki, disuruh-suruh, dianggap bodoh bahkan di remehkan depan banyak orang . 

Saat ini verari bersatatus sebagai seorang siswi dan sedang duduk dibangku SMA kelas 12 semester 2. Verari tiap harinya hanya bisa menangis,berdoa, merenungkan dan memohon agar mimpi dan cita-citanya  bisa terkabulkan. Ia ingin melanjutkan Pendidikannya ke salah satu perguruan tinggi negeri ternama yang ada di Indonesia.

 Namun ia hanya bisa berpikir dan bertindak sendiri di lihat dari latar belakang keluarganya yang sederhana sama sekali tidak bisa mendukung, ayah dan ibunya bekerja sebagai petani bahkan sang ibunya pun selalu mengeluh sakit-sakitan.Nilai-nilai nya pun biasa-biasa saja, hal tersebut selalu membuatnya ragu akan kemampuan yang dimilikinya. Akan tetapi ia selalu berusaha berjuang melawan rasa takut, dan pikiran negativ yang menghatuinya itu.

Tidak lama setelah masuk semester 2 teman-teman verari sibuk dalam mempersiapkan diri dan memilih perguruan tinggi serta jurusan yang mereka inginkan. Berbeda dengan dirinya yang tetap tenang di era gempuran para siswa lain. Seorang guru bertanya kita sebut saja pak darman guru ekonomi yang sekaligus wali kelasnya Verari. “Vera Dimana kamu ingin melanjut? Teman-teman mu sudah mengkonfirmasi sama bapak loh tinggal kamu doang yang kelihatan santay” ucap bapak itu  kepada verari sambil menatap nya. “emm belum tau lagi sih pak masih berpikir” jawab verari dengan singkat sambil senyum kepada gurunya itu. Padahal dibalik kata-kata itu ada banyak mimpi serta keraguan yang ada di dalam diri verari.

Beberapa minggu kemudian sekolah verari mengumumkan bahwasannya ada  jalur seleksi masuk perguruan tinggi negri yang pendaftarannya secara gratis yaitu SNBP (seleksi nasional berdasarkan prestasi)  bagi siswa SMA.  Kebetulan sekolahnya terakreditasi A di ambil 40% siswa terbaik di sekolah. 

Setelah pengumuman itu para guru mendata nama siswa yang layak untuk mengikutinya puji tuhan verari ada di urutan 14 siswa yang bisa mengikuti alur pendaftaran itu. Mendengar itu verari pun dengan diam-diam untuk mengikutinya dan memilih PTN yang diimpikannya itu. Ia pun menigkatkan cara belajarnya hingga larut malam dan lebih rajin mencari informasi-informasi tentang PTNnya itu serta tidak lupa berdoa kepada yang maha kuasa.

3 bulan kemudian tepatnya hari rabu jam 3 sore adalah hari pengumuman pemenangnya. saat itu posisi verari sedang  latihan di kelas sebagai persiapan  menyambut hari wisuda mereka. Terdengar suara teriakan, kehebohan di kelas sebelah ‘’yeyy aku lolos gayss’’ ada juga yang teriak “ yaa aku tak lolos tapi tidak apa-apa aku akan mencoba seleksi selanjutnya” mendengar itu verari pun mau membukanya di hp tapi apalah daya paket internetnya habis. Karena penasaran iapun meminta hospot teman yang duduk disebelahnya  yang juga penasaran atas hasil nya dengan wajah yang tengang hati yang berdebar tangan yang bergetar verari membukanya sambil menutup mata. Ya benar ia melihat warna biru yang terang menandakan kelolosan  verari pun mengucap “ Terimakasih tuhan yesus” sambil menangis dan memeluk temannya itu “ Selamat ya ver  akhirnya kau lolos juga padahal kau paling tenang diantara kami” ucap teman-temannya sambil memeluknya. 

Verari langsung mengabarkan ibunya yang di desa bahwasannya dirinya lolos di PTN tersebut. karena kurangnya Pengetahuan orang tuanya  mereka pun tidak tau anaknya lolos apa, tanpa basa abasi ibunya berkata “ Nak mending nggak usah di ambil itu pasti bayar uang kuliah kan diamana kita dapat biaya itu”  Verari tak putus asa dia berusaha menjelaskan kepada ibunya dengan jelas dan sedetail mungkin bahwa dia bisa mendaftar dan menerima beasiswa yaitu KIP-K yang dikhususkan untuk mahasiswa  kurang mampu yang diamana dapat mencangkup biaya hidup dan uang kuliah.

Jam 5 sore tiba waktunya pulang,  verari jalan kaki dari sekolahnya menuju rumah pamannya dia senyum-senyum dan sangat bahagia sekali, setibanya dirumah ia mengerjakan pekerjaannya seperti biasa mencuci piring, memasak dan menyiram tanaman. Setelah pekerjaannya siap ia langsung bersih-bersih dan menghampiri ruang tamu tempat paman dan tantenya itu duduk lalu ia berkata “ paman tante vera mau ngasih tau jadi , selama ini vera diam-diam mencoba daftar SNBP dan ternyata vera lolos” mereka punterkejut anak yag mereka remehkan ini bisa lolos SNBP bahkan mereka sempat tidak percaya. Satu kalimat yang keluar dari mulut sang tante “ halahh nggak usah senang sekali karna kalau kau  kuliah mau gimana pun tetap bayar walaupun ada beasiswa segala, orang tuamu tidak mampu ingat itu” dengan mata tajam dan muka judesnya itu. Akan tetapi disisi lain verari sama sekali tidak mempedulikan kata-kata itu. ia  tidak ragu untuk melanjutkan pendidikannya bahkan ia terus bersemangat dan mencari tau apa yang harus di persiapkan sebagai seorang mahasiswa baru dan syarat-syarat untuk menerima beasiswa KIP-K itu.

Satu kalimat yang dapat memotivasi Verari dalam mengejar Impian dan cita-cita, ialah “bukan seperti kereta api yang sekalinya jalan lurus kedepan dan langsung sampai pada tujuan, akan tetapi kita harus berproses layaknya sepeda yang didayung sekuat tenaga agar bisa membawa kita jauh dari belakang” Bahkan dirinya pun  merelakan masa mudanya tersiksa akan keterbatasan demi meraih masa depan yang cemerlang.

Akhirnya Verari pun tamat SMA dan langsung melanjut ke PTNnya itu dengan penuh semangat, “melanjutkan Pendidikan di tanah orang bukanlah suatu masalah bagi anak muda, berani mencoba artinya berani juga untuk mengambil resiko dan tanggungjawab”  ucap verari yang penuh semangat itu, bahkan ia pun tetap  berpikir positif bahwa dirinya akan  lolos KIP-K. Ya benar pikiran positifnya itu nyata ia lolos dan sekarang ia sedang kuliah sebagai seorang mahasiswa yang nenteng tas setiap harinya bertemu dengan teman-temannya, mengerjakan tugas, ikut perlombaan kampus, ikut organisasi dan berkuliah dengan baik.

“Mau berjalan,berenang,atau terbang sekalipun semua sampai ujungnya kan? Peluk manis untuk kamu yang tidak menyerah dan masih tetap bertahan. Semoga cepat sampai ya!” -Lapinggala, buku tenang 2024-

 

-01 Agustus 2024-

 

Berikut adalah bukti dan syarat yang di peuhi untuk mengikuti lomba: