Kampus Swasta

Oleh : Deny Daud Salouw

Dalam melintasi perjalanan yang begitu panjang dan banyak yang direncanakan serta seakan-akan dirangkai dengan hebat. Perkenalkan saya Deny Daud Salouw yang dulunya punya keinginan dan ambisi yang kuat untuk masuk kampus-kampus ternama. Perjalanan yang begitu panjang yang mungkin kalau dipikir itu adalah serangkaian perjalanan yang hebat bagi saya. Sejak kecil kita semua pasti mempunyai cita-cita yang luar biasa, yang mungkin kalau ditanya pasti jawabannya banyak tapi mempunyai satu tujuan yang sama yaitu ingin membahagiakan orang tua. Dengan kerja keras dari orang tua, tentunya ada derajat yang nantinya kita angkat sebagai anak. Pada saat disekolahkan oleh orang tua, pada dasarnya sangat senang sekali. Memang benar kesenangan itu muncul ketika saya dapat merasakan yang namanya pendidikan. Doa, dukungan dan kerja keras dari orang tua sehingga saya bisa merasakan yang namanya pendidikan. Seiring berjalanya waktu, saya mulai merasakan sedikit perubahan dalam hidup saya. Perubahan dalam berkomunikasi, perubahan dalam berelasi dan muncul pengetahuan yang mana sedikit demi sedikit menjadi tahu. Keinginan yang luar biasa mulai muncul saat duduk dibangku SMA.

Saya bersekolah di SMA NEGERI 1 PULAU-PULAU TERSELATAN yang kini namanya diganti menjadi SMA NEGERI 4 MALUKU BARAT DAYA tepatnya di pulau Kisar yang berbatasan dengan negara Timor Leste. Di Sekolah itu saya mulai belajar giat bagaimana bisa dan mampu untuk mengikuti pembelajaran di sekolah. Setiap materi yang diberikan tentunya akan dipelajari ulang saat pulang dari sekolah. Tak terasa dengan perjalanan yang begitu panjang selama kurang lebih 3 tahun 6 semester akhirnya tiba untuk menyiapkan diri mengikuti ujian sekolah. Puji tuhan ujian sekolah yang dilaksanakan berjalan dengan baik. Setelah ujian sekolah selesai, dari pihak sekolah mengumumkan bahwasanya akan ada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melalui jalur raport. Dengan dibukanya pendaftaran tersebut saya mengajukan untuk mendaftarkan diri pada perguruan tinggi. Pada penjelasan yang disampaikan oleh guru di sekolah menyatakan bahwa dalam pendaftaran perguruan tinggi wajib memilih perguruan tinggi didalam dan diluar daerah. Jadi ada dua pilihan daerah. Pada kesempatan yang luar biasa itu, saya dengan percaya diri memilih kampus yang berada diluar daerah provinsi Maluku adalah Universitas Gajah Mada (UGM) pada program studi Teknik Sipil, sedangkan di dalam daerah adalah Universitas Pattimura (UNPATTI) pada program studi Teknik Sipil juga.

Dilihat dari program studi yang saya pilih tentunya saya sangat senang dengan jurusan atau program studi tersebut. Saya begitu senang setelah memilih jurusan tersebut dan saya sangat yakin diantara kedua pilihan itu tentunya saya akan lolos di salah satu pilihan daerah. Karena dengan nilai raport saya yang cukup menunjang sehingga saya sangat optimis mengharapkan hasil yang terbaik. Seiring berjalannya waktu, pengumuman hasil SNMPTN pun tiba. Dengan besar harapan, saya yakin pasti lolos. Namun kenyataannya berkata lain, pada hari itu pun saya sampai shock dengan apa yang saya lihat di tampilan hp dengan bertuliskan “Anda dinyatakan tidak lulus seleksi SNMPTN 2022”.

Dengan hasil yang saya lihat tentunya sangat sedih, tapi kesedihan itu tidak mengurangi semangat saya untuk terus berjuang masuk ke kampus untuk mendapatkan kata menjadi mahasiswa. Saya sangat percaya proses yang keras pasti akan menghasilkan hasil yang luar biasa. Dari situlah saya mulai berjuang untuk memilih masuk kampus. Dengan demikian, saya memilih kota Yogyakarta menjadi tempat untuk menambah wawasan saya, pengetahuan dan ilmu. Dengan doa dan restu dari orang tua, saya akhirnya tiba di Yogyakarta. Kota yang dikenal dengan kota pelajar. Seiring berjalannya waktu saya akhirnya mencari Beasiswa untuk mendaftarkan diri masuk ke kampus. Saya awalnya mengikuti beasiswa KIP-Kuliah dari Kemendikbud. Tapi kenyataanya masih tetap sama dengan waktu awal yaitu saya tetap gagal menjadi penerima KIP-Kuliah. Padahal semua syarat sudah saya lengkapi dan ikuti sesuai dengan apa yang ada di akun KIP-Kuliah tersebut. Dan pada akhirnya saya menemukan satu beasiswa dari Perguruan Tinggi Swasta, yakni Beasiswa Fakultas Teknik dari Universitas Janabadra.

Pada saat saya melihat beasiswa tersebut, saya merasa ini adalah jalan Tuhan, dan kesempatan ini adalah kesempatan yang Tuhan kasih buat saya. Melalui beasiswa itu, saya mulai mengikuti semua syarat yang dipaparkan. Mulai dari pengumpulan berkas, administrasi dan seleksi wawancara yang diadakan. Puji Tuhan, kebahagian meliputi saya waktu itu. Pada saat pengumuman hasil kelulusan ada nama saya yang menjadi salah satu penerima beasiswa itu. Beasiswa itu adalah Beasiswa Fakultas Teknik Universitas Janabadra, dan pada saat itulah saya benar-benar bahagia karena diberikan kesempatan sama Tuhan untuk menjadi salah satu penerima beasiswa itu. Akhirnya kata yang awalnya menjadi siswa berubah menjadi Mahasiswa. Disitu saya sangat senang menjadi bagian dari Universitas Janabadra. Saya mempunyai satu moto yakni “orang yang mau berhasil adalah orang yang senantiasa berusaha, karena tidak ada orang sukses tanpa usaha”. Dengan demikian itu menjadi kebanggan bagi saya, orang tua dan keluarga. Dan sekarang ini saya menjadi mahasiswa di Universitas Janabadra sudah memasuki semester 5 dengan beasiswa tersebut. Saya ucapkan terimakasih kepada Universitas Janabadra yang sudah menerima saya menempuh pendidikan disana, serta orang tua yang selalu dan senantiasa menjadi penopang, penguat dalam setiap perjalanan saya.

Dari cerita perjuangan saya, ada satu hal yang saya ingin sampaikan bahwasanya tidak ada proses yang mudah dalam mendapatkan hasil. Semuanya membutuhkan kerja keras dan semangat yang tinggi. Ingatlah akan orang tua yang senantiasa selalu perjuangannya untuk kita. Tetap semangat teman-teman semua. Ada proses pasti ada hasil, setiap orang pasti berbeda-beda. Semoga impian kita semuanya dapat tercapai. Kita adalah penerus bangsa. Tunjukan semangat kita. Terimakasih.