Kampus Swasta dengan Mahasiswa Paling “Kalcer”

Istilah kalcer atau singkatan dari “culture” belakangan semakin populer di kalangan anak muda Indonesia. Sebutan ini biasanya ditujukan kepada mereka yang dianggap memiliki selera unik, mengikuti perkembangan tren, dekat dengan dunia seni dan kreativitas, serta memiliki gaya hidup yang khas. Menariknya, beberapa kampus swasta juga sering diasosiasikan dengan kultur mahasiswa yang dianggap paling “kalcer”.

Meski tentu tidak bisa digeneralisasi karena setiap mahasiswa memiliki kepribadian yang berbeda, beberapa perguruan tinggi berikut dikenal memiliki lingkungan yang identik dengan kreativitas, fesyen, hingga gaya hidup anak muda masa kini.

1. Universitas Telkom (Tel-U)

Berlokasi di Bandung, Universitas Telkom sering disebut sebagai salah satu kampus dengan nuansa anak muda yang kuat. Bandung sendiri dikenal sebagai kota kreatif dengan budaya fesyen vintage, thrifting, hingga tempat nongkrong yang menjamur di berbagai sudut kota.

Lingkungan tersebut turut memengaruhi kehidupan mahasiswa Tel-U. Banyak mahasiswa yang memiliki minat pada dunia kreatif, teknologi, serta gaya hidup modern yang berpadu dengan karakter khas Kota Kembang.

2. Universitas Multimedia Nusantara (UMN)

UMN menjadi salah satu kampus yang identik dengan kreativitas dan estetika. Kampus ini banyak diminati oleh mahasiswa dari jurusan-jurusan kreatif seperti Desain Komunikasi Visual (DKV), Film, Animasi, hingga Ilmu Komunikasi.

Budaya streetwear, eksplorasi karya visual, serta berbagai komunitas kreatif menjadikan UMN memiliki citra sebagai tempat berkumpulnya anak-anak muda dengan ide-ide segar dan selera artistik yang kuat.

3. Universitas Pelita Harapan (UPH)

UPH dikenal memiliki lingkungan kampus yang modern dengan fasilitas yang lengkap. Kampus ini kerap dikaitkan dengan mahasiswa yang mengikuti perkembangan tren fesyen dan lifestyle.

Keberagaman latar belakang mahasiswa menciptakan atmosfer yang dinamis, mulai dari aktivitas akademik hingga berbagai kegiatan organisasi dan komunitas yang mendukung pengembangan diri.

4. Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

Jika berbicara tentang seni dan budaya alternatif, IKJ hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Kampus ini telah lama dikenal sebagai rumah bagi para seniman muda, musisi independen, aktor, penulis, hingga pegiat seni visual.

Gaya berpakaian yang ekspresif, pemikiran yang terbuka, dan semangat berkarya menjadi ciri khas yang melekat pada kehidupan mahasiswa IKJ. Tak heran jika kampus ini sering dianggap sebagai representasi budaya bohemian di kalangan mahasiswa.

5. Universitas Bina Nusantara (BINUS)

BINUS memiliki reputasi sebagai kampus dengan mahasiswa yang aktif, adaptif, dan dekat dengan perkembangan tren metropolitan. Selain unggul dalam bidang teknologi dan bisnis, BINUS juga memiliki banyak komunitas kreatif yang berkembang pesat.

Mahasiswanya kerap diasosiasikan dengan gaya hidup modern, ketertarikan terhadap dunia fesyen, serta antusiasme dalam mengikuti berbagai tren yang sedang populer.

“Kalcer” Bukan Sekadar Penampilan

Perlu dipahami bahwa label “mahasiswa paling kalcer” bukan hanya soal cara berpakaian atau mengikuti tren. Menjadi kalcer juga bisa dimaknai sebagai kemampuan untuk menghargai budaya, terbuka terhadap kreativitas, aktif dalam komunitas, serta berani mengekspresikan diri secara positif.

Setiap kampus tentu memiliki keunikan dan karakter mahasiswanya masing-masing. Pada akhirnya, lingkungan kampus hanyalah wadah. Mahasiswa sendirilah yang menentukan identitas, karya, dan budaya yang ingin mereka bangun selama menempuh pendidikan.

Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.