Perjalanan Meraih Mimpi Menjadi Mahasiswa Kedokteran Gigi Unhas

Oleh: A.M. Rifqy Alfaritza P

Perkenalkan, nama saya A. M. Rifqy Alfaritza P, siswa dari MAN 1 Soppeng yang berhasil diterima di Universitas Hasanuddin jurusan Pendidikan Dokter Gigi melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi). Keberhasilan ini tentu bukan sesuatu yang saya dapatkan dengan mudah. Ada banyak proses, perjuangan, pengorbanan, dan kerja keras yang harus saya lalui untuk mencapai titik ini. Semua pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan saya meraih kampus impian.

Sejak awal duduk di bangku SMA, saya sudah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter gigi. Saya tertarik dengan dunia kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut, karena menurut saya kesehatan gigi merupakan bagian penting yang sering kali kurang diperhatikan oleh masyarakat. Dari situlah muncul tekad besar dalam diri saya untuk dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin pada jurusan Pendidikan Dokter Gigi.

Gambar 1. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin.

Sumber: Program Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi FKG Unhas Gelar Kuliah Tamu Hadirkan Profesor dari Korea – Unhas Tv

Saya menyadari bahwa persaingan masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBP sangat ketat. Oleh karena itu, saya mulai mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik. Salah satu usaha yang saya lakukan adalah aktif mengikuti berbagai perlombaan untuk menambah pengalaman sekaligus memperoleh sertifikat yang nantinya dapat menjadi penunjang dalam seleksi SNBP.

Saya mengikuti berbagai lomba seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), lomba essay, lomba presentasi ilmiah, penelitian, dan lomba cerdas cermat. Melalui berbagai perlombaan tersebut, saya belajar banyak hal baru yang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik saya, tetapi juga melatih mental, kedisiplinan, dan rasa percaya diri.

Bagi saya, mengikuti lomba bukan hanya sekadar mencari juara, tetapi juga untuk melatih kemampuan diri dan menambah prestasi yang dapat mendukung impian saya masuk ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Setiap sertifikat yang saya peroleh menjadi bukti bahwa saya terus berusaha mengembangkan kemampuan akademik maupun non akademik selama berada di bangku sekolah.

Gambar 2. Dokumentasi penerimaan sertifikat penghargaan sebagai bentuk prestasi akademik selama di MAN 1 Soppeng.

Sumber: Dokumentasi pribadi A. M. Rifqy Alfaritza P.

Awalnya saya merasa gugup dan kurang percaya diri ketika mengikuti perlombaan, terutama saat harus bersaing dengan peserta lain yang memiliki kemampuan luar biasa. Namun saya mencoba meyakinkan diri bahwa keberanian untuk mencoba merupakan langkah awal menuju keberhasilan. Saya percaya bahwa setiap proses yang dijalani akan memberikan pelajaran berharga bagi masa depan saya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah ketika mengikuti lomba karya tulis ilmiah dan penelitian. Dalam perlombaan tersebut, saya belajar bagaimana mencari data, melakukan observasi, menyusun laporan penelitian, hingga mempresentasikan hasil penelitian di depan dewan juri. Proses tersebut tidak mudah karena saya harus membagi waktu antara belajar, mengerjakan tugas sekolah, dan mempersiapkan perlombaan. Bahkan terkadang saya harus tidur larut malam demi menyelesaikan revisi karya tulis maupun latihan presentasi.

Selain itu, saya juga aktif mengikuti lomba cerdas cermat yang membantu saya melatih kemampuan berpikir cepat, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam tim. Dari perlombaan tersebut saya belajar bagaimana tetap fokus dan tenang saat berada di bawah tekanan. Semua pengalaman tersebut membuat saya semakin berkembang dan lebih siap menghadapi tantangan yang lebih besar.

Walaupun tidak semua perlombaan berhasil saya menangkan, saya tetap merasa bersyukur karena setiap perlombaan memberikan pengalaman, pelajaran, dan sertifikat yang sangat berarti bagi perjalanan pendidikan saya. Semua usaha tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBP.

Selain aktif mengikuti perlombaan, saya juga terus berusaha mempertahankan nilai raport agar tetap maksimal, terutama pada mata pelajaran yang relevan dengan jurusan yang saya impikan seperti Biologi, Kimia, dan Bahasa Inggris. Saya membuat jadwal belajar yang teratur dan berusaha menjalankannya secara konsisten setiap hari. Ketika ada materi yang sulit dipahami, saya tidak ragu untuk bertanya kepada guru ataupun berdiskusi bersama teman-teman.

Saya juga sering mencari referensi tambahan melalui buku maupun internet agar pemahaman saya semakin luas. Tidak jarang saya menghabiskan waktu malam untuk belajar dan mengulang materi pelajaran demi mendapatkan hasil terbaik. Saya percaya bahwa nilai raport yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk bisa lolos melalui jalur SNBP.

Tentunya perjalanan ini tidak selalu berjalan dengan mudah. Ada kalanya saya merasa lelah, stres, bahkan hampir menyerah karena tekanan yang cukup besar. Saya harus mengorbankan waktu bermain dan beristirahat demi fokus mengejar cita-cita saya. Namun setiap kali merasa lemah, saya selalu mengingat tujuan utama saya untuk menjadi mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi Universitas Hasanuddin.

Ayat yang selalu menjadi motivasi saya adalah:

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Wa an laisa lil-insāni illā mā sa‘ā
"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya."
QS. An-Najm: 39

Ayat tersebut mengajarkan saya bahwa hasil yang baik hanya dapat diperoleh melalui usaha yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan.

Akhirnya, seluruh usaha, doa, dan perjuangan yang saya lakukan membuahkan hasil yang membahagiakan. Saya dinyatakan lulus SNBP 2026 dan diterima di Universitas Hasanuddin jurusan Pendidikan Dokter Gigi. Saat melihat pengumuman kelulusan, saya merasa sangat bersyukur dan bangga karena perjuangan panjang saya akhirnya terbayarkan.

Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi diri saya sendiri, tetapi juga menjadi bentuk rasa syukur kepada kedua orang tua, guru, dan semua pihak yang selalu mendukung serta memberikan semangat selama proses perjuangan saya. Saya berharap dapat terus belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik serta mampu menjadi dokter gigi yang bermanfaat bagi banyak orang di masa depan.

Tinggalkan Komentar