Assalamualaikum wr.wb, Shalom, Om swastiastu, Namo budhayya, Salam Kebajikan. Perkenalkan nama saya Atikah Rizki Syarifah, saya merupakan salah satu mahasiswi Universitas Negeri Padang jurusan agroteknologi. Disini saya akan membagikan beberapa kisah saya dalam meraih cita cita masa depan.
Pada tahun 2023, aku merupakan siswi SMA pindahan dari Gorontalo ke sumatera utara, padang sidimpuan karena sesuatu hal. Aku ditemui beberapa teman baru yang bahasa nya susah aku pahami, begitu juga beberapa guru ketika mengajar mereka menggunakan bahasa campuran yaitu bahasa indonesia dan bahasa batak. Jujur saja, aku sangat sulit untuk fokus belajar karena tidak mengerti apa yang dijelaskan guru tersebut. Tapi aku tidak menyerah begitu saja dong hehe, aku tetap mencatat apa yang dicatat guru ke papan tulis dan berusaha untuk bertanya kepada teman sebangku. Untung saja aku bertemu teman sebangku yang sangat sabar menjelaskan semuanya, dan beriringnya waktu aku sudah memahami sebagian bahasa mereka walaupun itu masih sangat kaku ketika pengucapan. Singkat cerita, muncul lah yang namanya ujian semester 1, aku pun belajar dengan giat menghadapi ujian tersebut, ya sesuai kata pepatah proses tidak akan mengkhianati hasil. Tibalah hari dimana pembagian raport, tentu saja aku mendapatkan peringkat ke 3 loh…! Tapi ketika aku melihat wajah teman temanku mereka kelihatan seperti tidak senang melihat aku juara, sampai aku tanya lah kepada salah satu temanku, kenapa muka kalian seperti tidak senang begitu dan temanku bilang “Kau itu murid pindahan tapi sudah dapat juara, kau pasti dapat juara karena selalu cari perhatian dengan guru”. Yeaahhhh saat itu perasaan aku kaget dan sedih. Aku selalu bergumam ke diriku sendiri “Mereka saja yang tidak melihat proses belajar ku dirumah bagaimana, mereka hanya melihat sisi buruk saja”. Alhasil aku merasa tidak peduli lagi dengan omongan mereka. Aku terus belajar dan belajar, sampai saatnya tiba ujian akhir semester 2, aku malah dapat juara 4, shock bukan? Wkwkwk. Karena aku kesal aku pun mengajak temanku yg di posisi 3 itu untuk bersaing secara sehat dan dia pun menerima nya.
Pada tahun 2024, aku pun naik ke kelas 11. Ketika pembagian nama murid, aku melihat nama ku berada di kelas 11.3, dan tentu saja aku sangat senang karena teman yang aku ajak bersaing ternyata satu kelas denganku, disitu aku ga mau kalah dan akan berusaha lagi. Tapi aku dan dia merupakan teman baik, dia mau mengajari aku begitu pun sebaliknya aku mengajari dia. Pada ujian semester 1 aku mendapatkan posisi juara 3 ku kembali dan aku melihat temanku ini sedih karena dia juara 4, aku pun memberikan dia semangat untuk bersaing secara adil lagi. Tentu saja dia tersenyum kembali dan memberiku ucapan selamat. Beberapa bulan kemudian ujian semester 2 pun dimulai dan aku kalah saing lagi dengannya, aku malah turun ke juara 4 dan temanku juara 3.
Singkat cerita, pada tahun 2025 kami pun sudah kelas 12 dan masih tetap 1 kelas juga. Pada suatu hari temanku menemuiku dan bilang kepadaku “Tik, udah cape aku belajar, udah sakit kepalaku” jujurlyyy disitu aku sedih mendengarnya. Aku pun tetap lanjut belajar dengan giat walaupun enggak se semangat dulu karena udah gak ada sainganku lagi. Aku pun berusaha untuk mengajak dia kembali semangat belajar demi masa depannya, tapi dia malah senyum doang dan bilang bahwa ekonominya gak mencukupi untuk lanjut kuliah dan dia hanya ingin bekerja saja. Temanku merupakan orang yg kuat, dia tetap belajar sambil jualan di sekolah, aku bangga melihatnya. Akhirnya ujian semester 1 pun dimulai, dan yap aku sama temanku sama sama tidak mendapatkan juara 3 besar, Aku juara 3 dan temanku juara 4. Pada ujian semester 2, sudah tidak ada pembagian juara lagi, guru hanyalah membagikan nilai raport saja. Tibalah hari dimana pembagian nama nama siswa yang masuk eligible. Sedikit penjelasan eligible merupakan nama nama siswa yang berhak ikut snbp. Kembali ke cerita sebelumnya, aku dan temanku sama sama masuk ke daftar tersebut. Aku eligible ke 10 dan temanku eligible ke 12. Tentu saja seperti yang dibilang temanku kalau dia tidak akan kuliah dan akhirnya dia pun menolak untuk ikut snbp, ya aku tidak punya hak untuk melarangnya.
Disinilah perjuanganku meraih cita cita masa depan dimulai, aku pun mengikuti snbp dari awal hingga akhir dan mendaftar di Universitas Andalas jurusan Agroteknologi. tapi pada pengumuman snbp tanggal 31 maret tahun 2026 pukul 15.00 WIB aku dinyatakan tidak lolos, jujurrr saja aku sangat sedih melihat hasil pengumumannya. Saking sedihnya aku pun mengurungi diriku sendiri di kamar dan menangis. Selama 1 minggu itu aku masih berlarut larut dalam kesedihan, datanglah mamaku dan bilang kepadaku untuk tetap semangat masih ada jalur snbt untuk aku ikuti. Karena aku masih sedih dan waktu tes snbt nya tinggal 3 minggu lagi, aku gada semangat untuk belajar lagi dan aku malah malas malasan belajar. Tibalah hari dimana tes snbt dimulai, aku pun pergi dari padang sidempuan menuju ke padang, perjalanan kami hanyalah 1 malam. Tapi karena usahaku hanya sedikit karena malas belajar, aku pun dinyatakan tidak lolos snbt tahun 2026. Aku pun tidak bisa berkata kata dan melihat wajah mamaku yang penuh harapan itu menjadi pudar. Aku sakit hati banget, mau nangis tapi air mata ku gabisa keluar. “Maaf ma…aku belum berusaha yg terbaik” ucapku dalam hati.
Beberapa minggu kemudian, mamaku mendapatkan info dari keluarganya untuk menyuruhku daftar jalur mandiri prestasi yang menggunakan nilai raport. Aku pun mencari cari info di tiktok universitas mana yang menerima jalur mandiri dengan nilai raport, dan yap aku menemukan universitas negeri padang. Aku pun mendaftar melalui portal UNP itu dari awal hingga akhir. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pengumumannya keluar AND FINALLYY AKU DINYATAKAN LULUS. Aku sangat senang, senang banget banget. Tapi kesenangan itu tidak bertahan lama, kami di landasi masalah ekonomi. Siapa sangka aku mendapatkan uang IPI sebeesar 10jt dan UKT aku sebesar 4.750.000. Disitu kami bingung mau dapat uang darimana. Alhamdulillahnya Allah mendengar doa kami dan membantu kami. Allah mendatangkan bantuannya melalui orang yang mau kontrak rumah disebelah kami, tentu saja mamaku mengkontrak kannya sebesar 10jt, alhamdulillah aku senang banget ekonomi kami kembali stabil dan segera membayar uang ipi 5jt ukt ku 5jt. Sedikit cerita, uang ipi memang sebesar 10jt, tetapi bisa di cicil 2x.
Mamaku berpesan “ kamu belajar saja, raih cita citamu, masalah ekonomi mama akan berusaha mencarinya. Rajin rajinlah juga sholat agar Allah mau mendatangkan kita rezeki, baik itu dari segi kesehatan, ekonomi dan badan yang sehat”. Aku hanya bisa senyum dan bilang “Iyaa ma tenang saja” tetapi dalam hati ku nangis mendengar nya dan hanya bisa mengucapkan terimakasih berkali kali.
Sekianlah cerita saya demi mencapai cita cita yang saya inginkan, terima kasih yang sudah membacanya.
*Pesan untuk teman temanku, rajin rajinlah beribadah, paksakanlah diri kalian untuk beribadah. Jujur saja dengan begitu Tuhan pasti akan membantu kita dalam kesulitan apapun. Jalanilah apa yang ada di depan, sesungguhnya Tuhan telah mengatur takdir kita sebaik baik mungkin, kita hanya mendapatkan itu dengan berusaha.
