Hai, kenalin nama aku Dahlia Firda, bisa dipanggjl Dahlia?Lia?Dah?. Asalku dari Garut, Jawa Barat. Umur aku 18 tahun, selama 18 tahun aku hidup aku menemukan banyak sekali pengalaman yang akan aku jadikan pelajaran dalam hidupku. Saat ini aku menjadi mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya, Fakultas Bahasa dan Seni, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dari banyaknya pengalaman yang aku lalui, disini aku mau berbagi pengalaman ku buat gapai PTN. Aku orang kecil yang gapunya apa apa, aku sendiri aku gapunya banyak temen. Aku masuk SMP dikotaku dan itu swasta yang fokusnya bukan sama pelajaran umum, aku sedih aku gapunya mimpi untuk lanjut ke PTN. Selama aku duduk di bangku SMP aku ngga begitu fokus karena aku belum ada planning untuk kedepannya, hingga saat memasuki kelas akhir di SMP, aku bermimpi untuk masuk SMA top di kotaku. Aku belajar mati matian supaya bisa masuk siswa berprestasi dan bisa masuk SMA top dikotaku. Hingga hari kelulusan SMP tiba, aku masuk siswa berprestasi itu. Aku bersyukur, hingga saat menentukan harus lanjut ke SMA mana, orang tuaku melarangku untuk masuk ke SMA top yang aku impikan. Aku sedih aku kecewa. Aku menuruti pilihan orang tuaku, aku masuk SMA bukan top deket rumahku. Sejak awal masuk SMA aku bermimpi untuk bisa kuliah di Surabaya kota impianku sejak kecil. Salahku dari pertama masuk SMA aku leha leha belajar karena bukan sekolah di tempat yang aku mau. Di SMP aku siswa berprestasi masuk ke SMA nilaiku hancur berantakan, gaada yang bisa diharapkan untuk nilaiku di SMA. Masuk tahun ke-2 ku di SMA, aku sedikit berfikir “aku gabisa masuk SMP, SMA yang aku mau, kalo aku terus begini aku akan kehilangan lagi kampus yang aku mau”, sejak saat itu aku belajar sungguh sungguh, aku masuk kelas unggulan di sekolahku. Semua yang aku lakuin di tahun ke-2 terlambat, saat aku masuk tahun ke-3 sudah saatnya menentukan aku harus kemana?. Tiba pengumuman eligible, aku masuk eligible tapi semuanya tetap terlambat…, aku gapunya prestasi apa apa di SMA selain aku nangis nangis nangis dan nangis. Pengumuman SNBP aku dapat merah, aku harus coba SNBT, selama 1 bulan aku push diri aku untuk belajar aku istirahat hanya untuk makan, dan tidur beberapa jam, hingga menentukan aku harus masuk ke Universitas mana prodi apa?, aku harus berdebat. Lagi lagi orang tuaku ga dukung mimpi aku tapi aku yakin kalo aku harus buktiin kalo aku bisa. Hingga pengumuman SNBT tiba dan aku berhasil, aku berhasil aku bisa masuk PTN yang aku mau, aku bisa datang ke kota yang aku impikan sejak kecil, aku bangga sama diri aku sendiri, perjalanan yang rumit tapi aku bisa melalui itu semua. Malam yang penuh tangisan sudah terbayar dengan kelulusan ku di SNBT walaupun sebenarnya orang tuaku ga setuju sama sekali tapi aku yakin kalo aku bisa berdiri di atas kakiku sendiri. Untuk saat ini aku menyiapkan mentalku, badanku karena banyak ucapan bikin sakit dari orang sekelilingku, mentalku udah rusak sebelum memulai, fisikku udah rusak sebelum menjalani impianku. Aku berharap sembuh dan bisa hidup bahagia dengan mimpiku.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *