MENJADIKAN KETERBATASAN SEBAGAI API SEMANGAT

Hai Perkenalkan, namaku adalah Gilbert Rizki Tafui. Sekarang aku adalah mahasiswa baru jurusan Teknik Informatika disalah satu kampus swasta terkenal di Jawa Tengah yaitu Universitas Kristen Satya Wacana. Namun, perjalanan yang membawa ku sampai ke titik ini tidaklah mudah. Ada banyak kegagalan,air mata, dan perjuangan yang akhirnya membawa ku ke kampus impian.

Kisah perjalanan mencari kampus ku dimulai ketika aku duduk di bangku Kelas XII SMA NEGERI 1 KUPANG. Saat itu, hampir semua siswa mulai memikirkan masa depan dan kampus impian mereka. Aku pun demikian. Aku memiliki mimpi besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi paling bergengsi di Indonesia.

Kampus pertama yang aku impikan adalah ITB, yah kampus teknik nomor satu di Indonesia dan kampus impian semua orang. Aku menyukai dan mengimpikan masuk ke sana karena begitu keren dan bangga sekali jika memakai almamater Ganesha itu, sebuah kebanggaan tersendiri bagiku ditengah kondisi fisik yang dialami diriku sendiri.

Aku mengidap Delayed Development Motoric pada kedua paha ku, merenggut sistem motorik dan saraf pada kedua kaki ku sehingga aku berjalan seperti orang disabilitas. Di-bully? tentu saja aku sudah mengalami hal tersebut dari SD sampai SMA, tapi hei itu tidak mempengaruhi mimpi ku, ada banyak kok orang hebat dan luar biasa di luar sana dengan segala keterbatasan fisik seperti ku dan itu sangat membuat ku terinspirasi.

Walaupun di-bully oleh orang-orang tapi itu tidak mematahkan mimpi ku dalam mengejar kampus impian ku, dan sejak saat itu aku mulai giat belajar untuk persiapan nilai raport untuk Snbp dan juga soal materi untuk utbk.

Awalnya aku mengira akan lolos eligible di sekolah ku karena merasa percaya diri dengan rankingku yang masuk 5 besar di kelas dan itu akhirnya harus hilang karena aku tidak lolos kuota eligible sekolah. Tapi aku belum merasakan kekecewaan karena respon ku saat itu hanya kaget dan langsung memikirkan persiapan lebih matang untuk utbk.

Sembari menunggu jadwal utbk yang tersisa 3 bulan saat itu, tiba-tiba aku menemukan brosur kampus terkenal di Surabaya yaitu Universitas Kristen Petra, awalnya aku tidak terlalu tertarik tapi karena ibu ku yang menyuruh mendaftar disana agar berjaga-jaga jika tidak lolos utbk. Maka aku mendaftar kan diri di kampus itu mengambil dua jurusan yaitu Informatika dan Data Science.

Beberapa minggu kemudian pengumuman masuk kampus tersebut keluar dan aku lolos dua jurusan tersebut, tentu aku merasa puas dan mengamankan diri ku lebih awal, aku juga mengambil beasiswa di kampus tersebut dan itu pengumuman belum pasti akan diumumkan.

Pendaftaran utbk saat itu aku mengambil 3 kampus yaitu ITB/STEI-K, lalu UPN Veteran Jawa Timur/Informatika, dan juga Politeknik Elektro Negeri Surabaya/ Teknik Informatika, tiga pilihan tersebut tentu lumayan berat tapi aku tetap percaya diri untuk memilih ketiga kampus tersebut

Selang 3 bulan berlalu, aku merasa persiapan utbk ku sudah matang dan hari utbk ku tiba, dengan sedikit gugup namun ditutup oleh rasa percaya diri aku mulai masuk ke ruang tes dan duduk ditempat yang sudah disediakan.

Sebelum memulai tes aku berdoa kepada Tuhan, aku meminta agar selama tes berlangsung aku diberikan hikmah dan ketenangan hati dalam mengerjakan setiap butiran soal, waktu tes dimulai dan aku mulai mengerjakan setiap soal yang muncul didepan layar komputer.

Puluhan menit kemudian ketika memasuki soal Penalaran matematika keguguran dan rasa percaya diri mulai merambat dalam diriku, soalnya tentu berbeda dari yang ku pelajari selama ini dan ada sebagian materi yang ku pelajari tak keluar di utbk kali ini.

Dengan cepat aku mengusir semua perasaan buruk tersebut dan lanjut mengerjakan soal nya, dingin AC di ruangan tersebut yang menyelimuti tubuhku hingga terasa menggigil tak menganggu fokus ku pada setiap soal, timer soal semakin mendekati habis dan terpaksa aku menjawab saja bagian bagian yang masih kosong.

Selang beberapa saat utbk telah selesai dan aku merasa lega, aku pun mulai keluar dari ruangan tes dan pergi pulang. Tapi selama perjalanan menuju rumah perasaan tadi muncul dengan pertanyaan “kira-kira soal tadi aku jawab betul gk yah? Apakah aku lolos atau tidak?”.

Sesampainya di rumah aku mulai mengganti pakaian dan karena merasa utbk sudah beres waktunya aku memberikan hadiah untuk diri ku sendiri dengan bermain game sepuasnya saat hari itu. Satu bulan berlalu dan pengumuman hari pengumuman utbk tiba, sebelum membuka nya ibu ku mengatakan agar kita berdoa dulu semisalnya jika aku tidak lolos, jangan berkecil hati karena Tuhan memiliki rencana yang jauh lebih indah dan baik dari pada ku pilih. Aku mengiyakan perkataan ibu ku dan mulai berdoa dalam hati terdalam .

Sehabis berdoa, aku membuka mata dan mulai mengambil Hp dan mengecek hasil pengumuman dan hasilnya aku tidak lolos, kecewa? Tentu saja tapi aku mencoba tegar sambil menahan air mata yang ingin keluar, selang beberapa kemudian aku dikasur dan mulai segugukan dan menangis dengan keras.

Aku merasa cape, kecewa, dan merasa tidak adil karena selama ini usahaku untuk masuk kampus impian tersebut sudah hilang, belum habis menangis, aku membuka email dan mendapatkan notifikasi bahwa beasiswa di kampus Uk Petra aku tidak lolos disana dan itu membuat ku tambah sedih.

Kesedihanku itu berlangsung selama berhari-hari sampai akhirnya aku menerima kenyataan dan mulai terus maju mencari kesempatan lain, dengan skor utbk ku yang pas pasan dan nilai raport, aku mendaftar jalur mandiri di Universitas Padjajaran, tentu biaya kampus jalur mandiri begitu mahal apalagi aku dari keluarga ekonomi sederhana, sehingga aku mengajukan Kipk di sana.

Sembari menunggu pengumuman Unpad, aku fokus mencari kampus swasta lain dan menemukan beasiswa IGGS Telkom University, mencoba peruntungan disana aku mendaftar dan beberapa hari kemudian aku tidak lolos disana. Tidak menyerah aku mencoba kampus Universitas Multimedia Nusantara mengikuti tes Beasiswa sekaligus lokasi kampus itu dekat dengan kakak kandung ku di Tangerang agar aku tidak perlu ngekost lagi.

Setelah mengikuti tes tersebut, 3 harj kemudian aku lolos beasiswa tersebut dan mendapatkan potongan 70%, sebenarnya sudah lumayan senang tapi melihat harga masuk awal sampai puluhan juta aku merasa keberatan dan melepaskan kampus tersebut, belum habis itu pengumuman Unpad muncul dan aku juga dinyatakan tidak lolos di mandiri Unpad.

Aku merasa sudah mulai cape, pusing, ingin menyerah tapi disisi lain masih ingin tetap maju, opsi terakhir ku adalah mendaftar di Universitas Kristen Satya Wacana dan aku mendaftar jalur prestasi, bermodalkan nilai raport, aku saat itu mengambil jurusan Teknik Informatika dan Pendidikan Teknik Informatika di kampus tersebut.

Setelah mendaftar di UKSW, aku berdoa dalam diam kepada Tuhan dan memohon agar pilihan ku yang terakhir ini adalah jawaban atas jalan yang Tuhan telah pilih kepada ku. Dengan penuh kecemasan dan harapan aku mulai menunggu pengumuman UKSW. Empat hari nerlaldan pengumuman UKSW muncul dan aku langsung senang karena aku lolos di dua jurusan tersebut dan kabar baiknya juga setelah pengumuman itu kipk milik ku diterima di kampus itu juga

Aku merasa senang dan bersemangat, perjuangan ku selama ini tidak sia-sia, justru itu adalah ujian yang Tuhan berikan kepada ku untuk aku sampai kepada pilihan yang sudah diberikan Tuhan kepada ku

Dengan semua cerita diatas ini aku ingin memberikan pesan kepada teman-teman ku yang membaca cerita ku ini, jika kau memiliki kekurangan pada dirimu baik fisik atau apapun, kamu jangan minder dan tidak percaya diri.

Jangan menjadikan kekurangan pada dirimu sebagai penghalang dalam mencapai cita-citamu…

Cuman kalimat singkat ini yang bisa kutuliskan karena ini adalah kalimat yang menjadi dasar diriku selama perjalanan hidup ku.

Dan buat teman-teman juga yang merasa gagal dalam mencapai apa yang dia impikan. Kamu tidak gagal, kamu justru keren banget karena bisa mencoba semua itu walaupun hasilnya tidak sesuai yang kamu mau.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kamu dalam perjalanan mu, rencana yang dia siapkan untuk mu sangat begitu indah dan baik untuk mu….

Berusaha dan berdoa kepada Tuhan agar dia memandu dan membimbing mu ke tujuan yang sudah dia sediakan untuk kamu.

Sekiranya cuman ini saja cerita yang kutulis dari pengalaman ku, semoga bisa menginspirasi para pembaca.

Salam hangat untuk para pembaca.

Penulis :

Gilbert. R .Tafui

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *