Meraih Bintang: Mewujudkan Cita-Cita Di Perguruan Tinggi Negeri

“Meraih Bintang: Mewujudkan Cita-Cita Di Perguruan Tinggi Negeri”

Mimpi dan harapan merupakan pendorong kehidupan bagi setiap individu, terutama bagi seorang yang mempunyai cita-cita untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Di sebuah pagi yang cerah, saat matahari baru saja menyapa dunia dengan sinarnya yang hangat, seorang anak dengan semangat memulai harinya. Didalam pikirannya tertancap mimpi besar untuk lolos di PTN. Mimpi itu sudah ada sejak di bangku SMP. Ini adalah kisah tentang keberanian untuk mewujudkannya.

Rasanya sedikit berat untuk menjadi anak pertama dalam sebuah keluarga. Terlebih ketika berasal dari keluarga biasa, di mana dukungan finansial dan sumber daya yang mungkin terbatas, tanggung jawab tersebut semakin terasa berat. Namun hal tersebut tidak menghentikan keinginan seorang anak untuk mencapai impian mereka, termasuk dalam melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Anak remaja ini sudah memiliki tekad yang kuat untuk masuk PTN sejak bangku sekolah menengah pertama (SMP). Saat masih kelas 8 dan 9 ia menjalani hari harinya untuk belajar di rumah karena saat itu sedang terjadi pandemi yang mengharuskan seluruh murid bahkan pekerja pun agar melakukan semua kegiatan dari rumah, hingga ia lulus SMP pandemi masih menyerang. Setelah ia masuk ke jenjang SMA ia menyadari bahwa pencapaian akdemik sangat penting untuk bisa lolos menggunakan jalur undangan (SNBP),”dengan jalur ini ia akan meringankan beban orang tuanya” pikirnya. Akibatnya ia selalu berusaha menjadi yang terbaik di kelasnya. Dia rutin belajar, mengikuti instruksi guru, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ekstrakulikuler.

Meskipun berasal dari keluarga sederhana, orang tua sangat mendukungnya. Orang tua selalu mendukung dan mendoakan anaknya agar sukses. Dalam perjalanan ini, peran guru juga penting, guru selalu mendorong dan membimbing agar ia tidak menyerah dan sellau mengejar mimpi-mimpinya itu.

Di sekolah ia aktif mengikuti lomba baik disekolah ataupun lomba yang diadakan dari luar sekolah, ia mengikuti lomba individu dan lomba kelompok. Dengan mengikuti lomba dan menjuarai lomba tersebut itu bisa menambah nilai dari kelolosan pada jalur prestasi.

Akhirnya masa kelas dua belas pun tiba, di semester lima ini sangat menentukan dalam lolos atau tidaknya ia menjadi siswa eligible, setelah bertahun-tahun menjaga nilai agar selalu naik dan mempertahankan prestasinya ia pun lolos sebagai siswa eligible. Itu merupakan pintu pertama agar ia bisa masuk PTN impiannya.

Tahap demi tahap ia lakukan dalam pendaftaran jalur SNBP, sambil menunggu pengumuman tersebut dia juga tetap rajin mengerjakan soal-soal yang mirip dengan tes UTBK. Biasanya ia

akan belajar setiap pulang sekolah bersama teman-teman untuk membahas soal yang kurang dipahami dan akan melanjutkan belajar materi utbk selesai ia mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Setiap weekend ia juga menargetkan untuk mengerjakan try out agar mengetahui ada peningkatan atau tidak. Karena keterbatasan biaya ia hanya bisa mengikuti bimbel dan ujian yang di adakan gratis di media sosial, alhamdulillah dengan adanya hal tersebut itu sangat membantu ia dalam belajar.

Tak hanya berusaha dengan urusan dunia ia juga melibatkan Allah SWT dalam perjalannnya, ia senantiasa melakukan sholat tepat waktu tak lupa dengan sunnah-sunnahnya, di sepertiga malam ia selalu bangun untuk berdoa agar diberi kemudahan dalam mewujudkan mimpi-mimpinya. Ia juga memimta restu orang tua, sebesar apapun usaha kita untuk meraih mimpi jika orang tua tidak meridhoi apa yang kita lakukan itu bisa menjadi hal yang membuat kita tidak bisa meraihnya.

Setelah menunggu beberapa bulan, hari pengumuman pun tiba, deg-degan dan cemas pasti dirasakan. Dengan hati berdebar, ia membuka situs resmi untuk melihat hasilnya. Betapa bahagianya ketika melihat namanya tercantum sebagai penerima jalur prestasi tersebut. Semua kerja keras dan pengorbanannya terbayar lunas.

dengan adanya kisah ini semoga semakin banyak yang termotivasi bahwa tekad yang kuat, kerja keras dan dukungan dari orang-orang terdekat tidak ada yang tidak mungkin. Anak pertama ini berhasil membuktikan bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan berusaha, serta tidak mudah menyerah di tengah jalan.

 

Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.