PERJUANGAN HIDUP ADALAH PENGALAMAN YANG TAK BISA DITAWAR

Perjalanan hidup memang tidak selalu berjalan mulus seperti yang telah kita bayangkan, setiap usaha yang kita lakukan meraih mimpi tidak secerah langit  biru. Air mata serta keringat seperti tiada arti dalam perjuangan, tetapi itulah kehidupan  harus selalu mengalami berbagai masalah agar kita lebih berusaha keras untuk memperoleh sesuai harapan kita. Perjuangan hidup tentu harus kita hadapi sampai pada akhirnya dihadapkan kepada sang pencipta. Sering sekali saya mendegar orang berkata ‘’ hidupmu enak sekali bisa berjalan mulus’’  banyak orang berpikir bahwa jalan hidup merekalah yang paling susah, tanpa mereka sadar bahwa seseorang yang mereka ajak berbicara ternyata memiliki perjalanan hidup yang sulit bahkan sama seperti mereka. Terkadang kita hanya pintar menyembunyikan sehingga orang lain tidak mengetahui kesulitan yang kita alami, karena tidak semua orang berada disisi kita waktu susah.

Kesulitan mencari pekerjaan, melanjutkan pendidikan serta mendapat perlakuan yang baik dari orang lain adalah masalah yang sering kita hadapi membuat bingung dan stress bahkan sampai sakit. Saya Caleg M Sianturi adalah seseorang yang berasal dari latar belakang keluarga biasa saja, yang memiliki niat tinggi melanjutkan pendidikan. Dan saya bisa mendapatkan Universitas Mulawarman,universitas yang saya mimpikan, tetapi saya harus diperhadapkan dengan keadaan ekonomi keluarga yang belum mampu, yang membuat saya merasa bersalah dan bingung karena sebelumnya tidak berkonsultasi dengan orang tua saya karena hanya bermodalkan nekat saja. Dan jika saya tidak mengambil kesempatan ini maka saya akan kehilangan satu mimpi yang telah saya rencanakan.Tetapi saya  berdiskusi bersama orangtuaku dengan baik,dan akhirnya saya di izinkan walaupun saya akan menjadi beban berat bagi mereka.

Tetapi walaupun mereka telah mengizinkanku untuk melanjutkan pendidikan yang telah saya pilih, hati ini tetap berat untuk melangkah mengingat betapa banyaknya biaya yang akan dikeluarkan padahal orangtuaku hanyalah seorang petani. Diawal perkuliahan dimulai saya merasa ingin pulang dan menyerah  karena tidak sanggup mengikuti gaya hidup dari teman-teman yang lain membuat saya overthingking dan menangis setiap hari. Tetapi dibalik itu saya selalu mengingat keringat dan jerih payah orangtuaku yang telah melepaskanku jauh dari sisi mereka, hal itu menjadi pertimbangan yang membuat aku selalu kuat dan semangat. Diasingkan orang lain karena kita diangggap benalu dalam setiap kegiatan adalah rasa sakit yang tidak bisa terkatakan. Setelah berjalan beberapa bulan perkuliahan saya mendapatkan undangan suatu acara yaitu Workshop duta literasi disana saya mempresentasikan budaya literasi Indonesia kepada audiens. Dan berkat kegiatan tersebut saya mendapatkan rezeki yang bisa saya gunakan untuk menunjang perkuliahanku.

Selanjutnya saya sudah mulai berpikir untuk mendaftar beasiswa agar saya bisa mengurangi beban orangtuaku, saya mencoba mendaftar beasiswa unggulan, beasiswa karya salemba empat, dan juga beasiswa pendidikan Indonesia. Namun, dari banyaknya beasiswa yang saya daftar saya selalu gagal di tahap kedua. Hal itu membuat saya merasa tidak berguna dan akan menjadi beban berat bagi kedua orangtuaku, Akan tetapi walaupun seperti itu saya terus mencari kesalahan dalam diriku dan akan terus belajar untuk memperbaikinya. Karena saya sadar kita gagal itu pertanda bahwa saya harus lebih berusaha keras untuk mendapatkan semua itu, karena kunci dari sukses adalah berusaha memperbaiki kegagalan. Untuk meringankan beban kedua orangtuaku saya juga berusaha untuk mencari pekerjaan sampingan di waktu kosong kuliah, Saya bekerja paruh waktu di catering acara pernikahan dan juga agen shopee affiliate dan hasilnya bisa saya gunakan. Akan tetapi masih meminta dari orangtua walaupun tidak sebanyak di awal perkuliahan. Dan di semester selanjutnya saya mencoba mendaftar program pertukaran mahasiswa, dengan rangkaian seleksi yang begitu rumit dan sulit saya bisa lolos di salah satu Universitas Brawijaya di Jawa timur. Dalam program ini saya dibiayai secara penuh oleh Kemendikbud selama satu semester, sehingga saya tidak perlu untuk meminta kiriman dari orangtua untuk meringankan beban mereka sementara waktu. 

Sembari menjalanakan kegiatan pertukaran mahasiswa saya juga mencoba mendaftar  beasiswa bakti BCA. Setelah melewati seleksi yang begitu panjang akhirnya saya lolos, saya merasa bahagia sekali karena kegagalan yang pernah saya alami membawaku sejauh ini. Saya bisa membantu orangtuaku untuk menunjang perkuliahanku, mereka tidak perlu bersusah payah lagi untuk membayar uang kuliahku yang selama ini menjadi beban berat bagi mereka. Ini memang bukan pencapain yang sangat besar jika dibandingkan dengan orang lain,tetapi keberhasilan sederhanaku ini bisa melihat kembali senyum lebar dari kedua oragtuaku. Dari semua ini saya sadar bahwa untuk meraih mimpi yang telah kita rencanakan harus mengorbankan diri lebih berusaha keras, dihina orang lain bahkan tidak dianggap tidak menjadi penghambat bagi kita untuk maju. Percayalah pencapain kecil akan membawamu mencapai titik tertinggimu, dengan niat dan usaha keras tidak akan menghianati apa yang telah kita korbankan. Jadikan semua cerita hidupmu menjadi pengalaman berharga yang tidak semua orang mampu mendapatkannya.



Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.