Pahit Manis Perjalanan Menuju Mimpi di Bangku Kuliah 

Setiap Mahasiswa datang ke kampus dengan cerita dan latar belakang yang berbeda. Ada yang sudah disiapkan masa depannya dan ada juga yang harus memulai jalannya sendiri. Aku termasuk yang kedua. Berasal dari keluarga sederhana membuat diriku harus lebih kuat untuk menjalani segala hal yang akan ditemui. Sulit rasanya ketika tahu bahwa jalan yang aku ambil untuk menuju perkuliahan memiliki keraguan dan keterbatasan bahkan pertimbangan atas segala hal. Namun sejak awal aku tahu satu hal: aku tidak hanya datang untuk duduk di kelas, tapi aku datang mengemban tekad,mimpi, harapan orang tuaku,dan takdir yang ingin ku ubah lewat pundak kecilku.

Bukan hal yang mudah bagiku untuk menuju jalan perkuliahan. Berlatar belakang keluarga sederhana membuatku mempertimbangkan segala hal sebelum yakin untuk melanjutkan pendidikan. Biaya kuliah, kebutuhan sehari-hari, dan jarak jauh menuju kampus tanpa kendaraan pribadi. Tak jarang aku selalu bertanya pada diriku sendiri, apakah langkah yang ku ambil mampu melewati semua ini. Namun di balik rasa takut atas keraguan ku,tetap ada keyakinan kecil yang mampu mendorongku untuk tetap melangkah baik dari tekad atau mimpiku.

Aku sadar kuliah ini bukan hanya tentang diriku. Dalam keraguan dan keterbatasan yang bersarang di pikiran, aku selalu mengingat alasan apa yang membuatku harus memulai perjalanan ini. Bagiku kuliah bukan hanya sekedar gelar, tetapi ada harapan orang tua yang ingin anaknya mendapat masa depan yang lebih baik. Aku ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Di balik langkahku tersimpan harapan dan orang tua yang mendoakan keberhasilanku. Mereka mungkin tidak mampu memberikan kemudahan, tapi mereka selalu mengawal langkahku lewat doa yang di panjatkan. Aku percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk mengubah takdir,tak hanya untuk diriku tapi untuk keluargaku. Karena itu derap langkah yang ku ambil di bangku kuliah akan selalu diingat sebagai bagian dari doa, dan perjuangan panjang demi mewujudkan mimpi dan membayar rasa lelah untuk orang tua.

Cara pandangku melihat dunia perkuliahan berubah. Aku tidak lagi melihat sisi kuliah hanya sebagai tempat belajar untuk mengenal teori baru dan mengejar nilai semata. Lebih dari itu, kuliah menjadi sarana membentuk karakter diri, memperluas cara berpikir, fase pendewasaan diri dalam mengenali kehidupan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Setiap pelajaran yang aku ambil bukan hanya sekadar ilmu pengetahuan, tapi juga mengajarkan untuk melatih tanggung jawab, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan. Dari situlah pandanganku memahami pendidikan bukan sekedar perjalanan akademik, melainkan wadah penting untuk mengubah hidup dan membuka akses peluang yang sebelumnya terasa jauh dari jangkauan.

Perjalanan meraih pendidikan lewat bangku kuliah memang bukan suatu hal yang mudah. Namun dengan mimpi dan tekad yang kuat keterbatasan bukanlah suatu alasan untuk berhenti. Selama seseorang berani untuk mengambil langkah demi resiko yang benar, mimpi akan selalu menemukan jalannya. Seperti  pernah disampaikan beliau Ali bin Abi Thalib:” Tidak ada kekayaan yang lebih utama daripada akal, tidak ada keadaan yang paling menyedihkan daripada kebodohan, dan tidak ada warisan yang lebih baik daripada pendidikan “. Aku percaya setiap langkah kecil yang diambil dengan keyakinan akan membawa seseorang lebih dekat pada masa depan yang diimpikannya. Maka dari itu aku memilih terus berjalan, sejauh dan sesulit apa perjalanan yang akan ditempuh.

Oleh: Intan Maharani  

 

 

Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.