14 Mei 2006, ketika matahari akan memulai elegi dengan menyinari bumi, saya dilahirkan. Seorang putri yang lahir di palung tanah Jawa ini diberi nama Sylvia Vizainifa Firnanda. Saya tinggal bersama kedua orang tuaku dan satu kakak laki-lakiku dalam suatu desa bernama Tegalbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Saya adalah anak bungsu dari keluarga kecil yang serba sederhana. Ayahku bekerja sebagai seorang petani kebun jambu. Kemudian ibuku sebagai penjual susu kedelai yang dia titipkan diwarung dekat rumah.
“Si kecil cabai rawit”, julukan yang sering orang orang-orang lontarkan kepada saya. Orang tua saya mengajarkan bahwa dunia ini keras. Sehingga saya tumbuh dalam didikan yang penuh tekad, artinya jika saya menginginkan sesuatu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal tersebut membuat saya tumbuh dengan individu yang memiliki banyak ambisi dalam meningkatkan kualitas diri. Kepribadian saya yang berbeda dengan orang lain, menjadikan saya mampu berpikir kritis dalam menghadapi permasalahan. Saya cenderung memiliki rasa empati yakni lebih peka terhadap perasaan orang lain serta bersikap peduli, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan memberikan dukungan saat dibutuhkan.
Waktu bergulir sangat cepat, tak terasa kini saya beranjak dewasa. Saya melanjutkan pendidikanku di SMAN 3 TUBAN. Pada masa SMA, saya mengikuti beberapa kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi yakni; Pramuka yang menjadikan saya melek kepedulian terhadap sesama manusia , Baca Tulis Al quran (BTQ) , Palang Merah Remaja (PMR) bertujuan untuk membantu pertolongan pertama pada warga sekolah jika ada yang sakit, dan Olimpiade Ekonomi. Saya terus berusaha berprestasi di sekolah ini, dengan ketekunan dan kegigihan saya, saya selalu mendapatkan peringkat pararel di setiap semesternya, saya juga aktif memenangkan perlombaan bergengsi seperti; Juara 2 Olimpiade Ekonomi tingkat SMA/MA se-Karesidenan Bojonegoro. Saya pernah mengikuti Olimpiade Ekonomi yang diselenggarakan oleh PUSPRESNAS. Berkesempatan meraih medali Perunggu Olimpiade Pkn tingkat nasional tahun 2024 , hal itu menjadikan saya makin yakin jika passion saya berada di bidang kebangsaan. Selain itu, saya berhasil meraih dua kali medali emas dan dua kali medali perak dari Olimpiade ekonomi dan Olimpiade Sosiologi, serta saya mendapatkan piagam penghargaan peringkat 2 nilai ijazah terbaik program IPS di SMAN 3 TUBAN.
Sejak duduk di bangku SMA saya memiliki ketertarikan dalam kebangsaan dan memiliki impian menjadi seorang Jaksa yang membela keadilan masyarakat Indonesia. Selain itu Jaksa memiliki sikap disiplin, teliti, tanggung jawab, dan ilmu yang digunakan berkesinambungan dengan kehidupan sehari-hari, hal tersebut yang menjadikan saya bertekad untuk menjadi Jaksa. Belajar akademik bagiku kendaraan untuk mencapai impian. Perguruan Tinggi merupakan jembatan menuju kesempatan emas bagi peradaban manusia karier. Menurutku kuliah itu sangat penting karena dapat membantu seseorang untuk mengembangkan kemampuan interpersonal yang lebih baik dan memperluas wawasannya mengenai dunia luar.
Dengan nilai rata-rata rapot 89 dan 3 sertifikat prestasi yang saya masukkan di laman pendaftaran. Tidak lupa dengan jalur langit yang selalu saya amalkan seperti sholat tahajud untuk berdoa semoga lolos pada seleksi ini, karena pada dasarnya saya dari keluarga yang sangat sederhana, sehingga sangat tidak memungkinkan bagi saya untuk ikut jalur seleksi mandiri. Maka dari itu dengan segala upaya saya berusaha untuk masuk jalur rapot/SNBP. Maka dari itu, kupanjatkan doa setiap hari dan bertatapan dengan materi dari mulai pagi yang buta hingga malam yang terang. Dan alhamdulillah pada tanggal 26 Maret 2024 aku dinyatakan lolos jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) di Universitas Negeri Surabaya prodi Ilmu Hukum. Saya bangga dengan pilihan saya ini karena Universitas Negeri Surabaya merupakan perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, saya yakin bahwa jebolan Universitas Negeri Surabaya tidak akan kalah dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.
Sebagai mahasiswa baru, nantinya saya akan mengasah kemampuan dengan mempelajari, mengamati, dan merealisasikan ilmu dari mata kuliah yang diajarkan. Tidak hanya itu, saya berharap bisa menjadi volunteer ke daerah yang membutuhkan, supaya dapat menebar kebermanfaatan kepada masyarakat dan memperluas wawasan saya. Bukan hanya itu, tetapi saya juga berusaha berkomitmen untuk mempertahankan akademik dengan mengikuti berbagai perlombaan dan memiliki target IPK di atas 3.5, terlihat besar namun, semua akan saya usahakan dengan mengatur waktu sebaik mungkin dan membuat perencanaan yang matang. Masa kuliah S1 ditempuh 3,5-4 tahun, masa yang cukup lama untuk dinikmati dengan sia-sia, supaya masa kuliah saya berkesan dan mendapatkan banyak keberkahan saya akan terus mencari pengalaman, dan mencari kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar sehingga bisa mendapatkan pengalaman baru di negeri orang. Pada semester 5 hingga menyelesaikan studi, saya akan fokus pada skripsi dengan mengkaji penerapan sistem hukum yang baik dan efektif.
Saya juga beberapa kali telah mendaftarkan diri mengikuti beasiswa, tetapi hasilnya nihil. Saya tidak berhenti berusaha, saya terus mencoba beasiswa yang lain. Hingga pada akhirnya saya daftar beasiswa unggulan dari kemendikbudristek 2024. Persyaratannya cukup banyak seperti esay, tes ukbi, dan lain-lain. Menyiapkan berkas hingga beberapa minggu yang membuat saya lelah,tetapi saya tetap semangat. dan saya sangat berharap bisa menjadi awardee beasiswa unggulan tahun ini.

