RUMIT TAPI AKU BAHAGIA DENGAN PROSES INI

Hallo, perkenalan aku gadis desa bercita-cita tinggi, sebut saja namaku Anggrek. Aku lahir di tengah keluarga sederhana tapi harmonis. Sejak kecil aku selalu punya semangat untuk menjadi orang sukses dengan rajin belajar. Aku selalu dapat rangking 1 dari SD  sampai SMA. Berbekal semangatku yang tinggi, akhirnya aku tertarik untuk mengikuti berbagai kompetisi mulai dari bidang akademik hingga non akademik. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuanku dalam berbagai bidang.

 

Ketika lulus SMA aku punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia, sebut saja PTN A. Lulus dari bangku SMA aku berhasil mendapatkan banyak tiket untuk masuk perguruan tinggi negeri. Mulai dari SNMPTN, SBMPTN, SPANPTKIN, SNMPN, hingga jalur prestasi. Awalnya aku mencoba untuk daftar di PTN impianku yakni PTN A melalui jalur SNMPTN. Kemudian ketika hasil pengumuman keluar, aku dinyatakan tidak lulus. 

 

Akhirnya untuk tetap bisa masuk ke PTN A aku memberanikan diri untuk melanjutkan perjuanganku melalui jalur SBMPTN. Namun, takdir berkata lain aku tetap tidak berhasil menembus kampus impianku. Sedih, namun dengan berat hati aku mencoba untuk mengikuti seleksi melalui jalur lain di PTN lain juga.

 

Seiring dengan kesibukanku mengikuti tes SNMPTN dan SBMPTN ternyata aku diterima di salah satu PTN yang cukup jauh diluar kota dengan program studi yang aku mau melalui jalur SNMPN sebut saja PTN B. Tentu sebagian besar orang pasti tau ini jalur untuk masuk ke politeknik negeri. Yups, benar sekali, aku diterima di salah satu politeknik negeri di provinsi ku. Namun, berita ini bukan berita yang menyenangkan bagi orang tuaku. Hal ini karena beliau tidak tega untuk melepasku jauh di luar kota, apalagi aku harus melewati selat yang besar untuk sampai ke kota tersebut. Mengurangi rasa khawatir kedua orang tua, aku memutuskan untuk mencari kampus lain yang memungkinkan untuk orang tuaku menjadi sedikit lebih tenang. 

 

Aku mencoba untuk daftar kurang lebih 13 program studi di beberapa PTN di Indonesia melalui jalur nilai raport. Ketika melakukan pendaftaran dan mencoba untuk mencari informasi aku baru tau, jika untuk mendaftar saja aku harus membayar biaya masuk mulai dari 300 ribu hingga 500 ribu untuk 1 PTN. Melihat kondisiku yang tidak memungkinkan untuk mendaftar ke berbagai kampus tersebut, akhirnya aku memutuskan untuk tidak melanjutkan langkah itu karena terkendala biaya. Berbagai problem tersebut membuat aku mulai bersyukur dan pasrah atas ketentuan Tuhan. Aku mencoba mencari informasi tentang PTN B. Aku mulai menyusun kata-kata untuk bisa meyakinkan kedua orang tuaku bahwa kampus tersebut juga baik untuk aku bisa melanjutkan pendidikan di sana. 

 

Melalui banyak perdebatan akhirnya orang tuaku memperbolehkanku untuk masuk di PTN tersebut. Aku sudah mencari kost disana dan membayar DPnya. Mendekati masa daftar ulang, aku mendapatkan informasi bahwa kampus PTN impianku yakni PTN A membuka jalur mandiri ujian tulis yang tidak mengeluarkan uang sama sekali. Akhirnya karena ada kesempatan aku pun daftar dan mengikuti seleksinya.

 

Beberapa hari kemudian hasil ujian tulis diumumkan. Ketika melihat pengumuman tersebut aku pun langsung menangis, dimana dari sekian tes baru kali ini aku dapat warna biru pada namaku di pengumuman. Warna biru itu menyatakan bahwa aku dinyatakan lolos di PTN impianku dengan program studi yang memang aku dambakan. Kebahagiaan tiada hentinya menyelimutiku hari itu. Setelah dinyatakan lulus aku pun memutuskan untuk mencabut pendaftaran ku di PTN B dan mengikhlaskan DP kostku disana. Cerita ini berakhir ketika aku sudah masuk di PTN A dan mengikuti masa orientasi mahasiswa dengan bahagia.



Yuk share artikel ini ke semua yang kamu kenal.