“ Ketika Impian Lebih Besar dari Keadaan : Cerita Awal
Perjalanan Menuju Bangku Perkuliahan
Setiap orang pasti memiliki tujuan impian yang akan direalisasikan, namun tak semua orang bisa mewujudkannya dengan secara nyata sebab impian adalah privilege dalam hidup dan setiap manusia pasti akan mendapatkan hak nya (keuntungannya), walaupun tak seindah yang mereka bayangkan dan pastilah kemungkinan disuatu saat waktu yang tepat mereka tetap akan mendapatkannya.
Sejak duduk dibangku sekolah MA kelas 10, saya sudah merencanakan whist list untuk menentukan arah kemana yang akan diriku jalankan untuk mewujudkan cita-cita yang sudah ku gantung dari atas langit sampai bisa mendapatkannya. Dan saat itu, saya menulis whist list kampus impian yang akanku memasuki yaitu ;
- Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang
- Universitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya
- Institut Teknologi dan Bisnis Tuban
Kampus dari tujuan saya untuk mewujudkan impian dari whist list pertama, jika memang tidak direstui sama orang tua. Saya alihkan ke whistlist ke 2, pada saat itu ada pendaftaran snbp 2024 dibuka dan saya mendaftarkan diri di universitas whist list ke 2 karena menuruti permintaan setuju dari orang tua sebab ridho Illahi terletak pada ridho orang tua, jadi tidak mungkin akan nekad. Namun, ternyata tidak lolos dan harus memutuskan untuk mendaftarkan diri di kampus Institut Teknologi dan Bisnis Tuban. Walaupun kampus tersebut masih baru berdiri sejak tahun 2022, tapi disitulah sekarang aku dibentuk menjadi seorang yang lebih baik berintegritas dan berbudi luhur.
Sebuah kampus yang berdiri dengan tirakatnya oleh keluarga Yayasan Mandiri Syafnash, ia berdiri di tengah-tengah perdesaan untuk mewujudkan visi dan misinya. Menjadi perguruan tinggi yang unggul di Indonesia yang mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam lingkup pengembangan teknologi dan bisnis. Berdirinya dipelosok desa ingin sekali kampus tesebut, mendorong dan membangun anak-anak yang ada didesa agar mempunyai pendidikan berkualitas, karena menempuh ilmu tidak selalu yang berada dijauh perkotaan. Bahwa pendidikan bertujuan untuk membentuk manusia yang utuh ; berbudi luhur, berwawasan luas, dan menguasai ilmu baik agama dan umum. Dalam prinsip K.H Ahmad Dahlan, bahwa pendidikan itu untuk semua orang yang berada dibumi ini, beliau meyakini bahwa menuntut ilmu adalah hak setiap manusia tanpa harus memandang status sosial, ekonomi, maupun gender. Tempat belajar baik sekolah maupun perguruan tinggi tidak hanya dibangun dalam pusat kota, tetapi menjangkau masyarakat akar rumput agar ilmu bisa diakses dimana aja.
Bagi saya, impian itu adalah melanjutkan pendidikan menuju ke bangku perkuliahan. Saya pernah membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang mahasiswa, belajar hal-hal baru, bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda, dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik. Namun, saya menyadari bahwa mewujudkan impian tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama ketika keadaan disekitar tidak selalu aman dan supportif.
Perjalanan menuju dunia perkuliahan menjadi salah satu fase yang paling berkesan dalam hidup saya. Ditengah berbagai keterbatasan dan situasi yang kurang mendukung, saya tetap berusaha mempertahankan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan yang dapat mengubah kehidupan. Tidak semua orang memahami pilihan yang diambil, ada keraguan atau kritik bahkan keadaan yang membuatku beberapa kali mempertanyakan apakah mampu untuk bertahan. Namun, setiap kali rasah lelah itu datang kembali mengingat alasan mengapa memulai perjalanan ini. Impian yang telah saya bangun sejak lama tidak boleh berhenti hanya karena sesuatu atau keadaan yang belum berpihak.
Seiring berjalannya waktu, saya mulai memahami bahwa dukungan terbesar tidak selalu datang dari orang lain. Terkadang, dukungan itu lahir dari keyakinan dalam diri sendiri untuk terus melangkah dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik meskipun perjalanan terasa terlalu berat. Saya percaya bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan membawa pelajaran yang sangat berharga. Kesulitan yang saya hadapi didalam dunia perkuliahan tidak hanya membuat diriku ingin menyerah, justru menjadi motivasi untuk membuktikan bahwa impian dapat diwujudkan melalui do’a, ikhtiyar, dan konsistensi dalam belajar.
Pada akhirnya, bahwa impian yang besar akan selalu menemukan jalannya bagi mereka yang berani memperjuangkannya. Keadaan mungkin membatasi langkah, tetapi tidak pernah mampu membatasi harapan. Selama masih ada keyakinan untuk terus bergerak maju, setiap tantangan akan menjadi bagian dari cerita yang kelak akan dikenang sebagai bukti bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih. Bangku perkuliahan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Barakallahfiikum……
By.q.nadaalmubarokah
Salam hangat, Nada.
