APAKAH SETIAP ANAK PUNYA KESEMPATAN BERPENDIDIKAN TINGGI?

Oleh : Hidayatussolikhah

Kuliah itu bagi anak orang kaya saja, kata sebagian kita dari kampung, tapi aku termenung apakah pendidikan kita memang seistimewa itu sampai tidak semua anak punya kesempatan yang sama. tapi itu hanyalah pertanyaan konyol anak kecil saja, sampai satu waktu aku mendaftarkan diri di sebuah perguruan tinggi di Jakarta yang fokusnya ke Al- Qur’an karena di situ ada beasiswa full beserta asrama gratis untuk yang hafal Qur’an, namun alih- alih langsung berhasil ternyata ada yang namanya kegagalan, di tambah memang aku dari pondok pesantren yang tradisioanal, jadi kuliah atau mengenyam pendidikan tinggi bukanlah tujuan dari pondok pesantren, bahkan cenderung apatis kepada anak yang ingin berkuliah, apakah sampai di situ mimpiku meredup? ternyata tidak bahkan aku meminta orang tuaku untuk mengambil ku dari pondok pesantren tersebut, untuk merealisaikan mimpi tersebut.

Awal mula aku berani bermimpi

Pulang dari pondok bukan langsung berhasil karena skill belum terasah sama sekali apalagi terkait teknologi, apakah itu cukup membuat aku menyerah? ternyata tidak, dengan kemudahan kita akses informasi di internet ternyata harapan itu masih tetap tumbuh subur, bahakan lebih subur lagi, setiap hari aku bergelut dengan internet, mencari informasi dari satu informasi ke informasi lain yang sekiranya bisa untuk aku yang ketertinggalan jauh dengan teman sebayaku, dan akhirnya ada tes UM-PTKIN yang bisa di akses oleh anak gap-year sepertiku, akhirnya akuy mendaftar dan terus belajar terkait soal yang sekiranya muncul di tes tersebut, siang malam sampai pagi lagi masih bergelut dengan soal- soal seperti orang yang obses sekali.

Akhirnya, hari tes itu tiba aku di antar ibuku ke kabupaten sebelah pagi buta agar tidak terlambat, kita menyetop kendaraan umum, siang bolong akhirnya kita sampai ke Pekalongan tempat kit tes. Alhamdulillah tes berjalan lancar, karena udah sore dan jarak kita sangat jauh akhirnya aku dan ibuku menginap di kost daerah kampus tersebut dengan biaya 30 ribu permalam karena memang kost sederhana, untuk orang tuaku terimakasih meski kalian tidak berpendidikan tinggi tapi mempercayai menyusahakan putrimu untuk menuntut pendidikan yang lebih tinggi, bahkan bapakku tidak lulus SD tapi aku akan tetap bangga dan selalu bangga, akan aku katakan jika ada kehidupan lain aku akan tetap memilih kalian menjadi orang tuaku.

Mulai terang benderang jalan pendidikanku

Hari kelulusan masuk kampus akhirnya tiba, dan itu sore sampai aku ketiduran tapi ibuku inget pengumuman jam 3, akhirnya beliau membangunkanku karena memang itu yang di tunggu dari jauh-jauh hari, dan boom akhirnya lulus ibuku berkaca-kaca, aku masih inget banget rasanya lega bukan main, memang ini bukan kamps top 1 atau apalah tapi bagi kami yang hampir tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi ini adalah anugerah terindah dimana pintu memotong kemiskinan stuktural seperti terang benderang lewat pendidikan, karena pendidikan ini banyak kesempatan yang tidak di dapatkan jika tidak sekolah tinggi. jadi bagi yang sudah punya kesempatan mengenyam pendidikan tinggi jangan sia-siakan kesempatan yang ada karena di negara kita ini pendidikan tinggi itu masih privilege tidak semua anak punya kesempatan yang sama , mungkin ada aku yang lain yang tidak di dukung orang tuannya, lingkungannya, maka dari itu setelah aku sudah masuk aku akan membuka kesempatan lain bagi adik tingkatku yang dari pondok pesantren tradisional agar tidak kebingungan sepertiku

harapanku semoga pendidikan semakin merata, karena pendidikan bukan hanya perkara ijazah tapi bagaimana cara kita melihat dunia dan bagaimanaa kita menghadapi persoalan dan kesempatan.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *