Perjalanan Menuju Kampus Impian
Ketika aku kelas 3 SMA jujur saja aku belum memiliki kampus impan karena di pikiran ku yang penting aku kuliah di PTN dan akreditasi PTN nya harus A, disitu aku mulai bingung karena teman-teman ku selalu membicarakan universitas impian mereka, awalnya aku berpikir kuliah dimana aja sama aja yang penting universitas nya terkenal, namun seiring berjalannya waktu aku mulai penasaran dan mencari cari apa itu makna universitas impian.
Di sore hari tepat pada pukul 15:15 aku iseng scroll instagram dan lewat fyp aku tentang Universitas Syiah Kuala. Aku tidak tahu pertama kali Universitas ini lewat di fyp aku, aku ngerasa seperti aku di tarik kedalam universitas ini, selain karena mungkin namanya ada kata "Syiah" itu bikin jiwa aku menantang, yang ad dipikiran aku kenapa universitas yang sudah terkenal menganut aliran Syiah? nah setelah aku cari tahu lebih dalam ternyata universitas itu mempunyai cerita dibalik kata Syiah itu yang bikin aku berkata "WAW KEREN BANGAT”.
Ga tau mulai dari situ aku mulai tertarik kepada universitas tersebut. Aku mencari tahu lebih dalam tentang universitas tersebut dan aku mengetahui bahwa universitas tersebut adalah universitas kebanggaan orang Aceh bisa di bilang itu adalah universitas jantungnya masyarakat Aceh. Namun aku juga sadar kalau aku izin ke orang tua untuk kuliah disana pasti tidak dikasih karena sangat jauh, aku bersikeras membujuk ibuku dan juga kakakku, awalnya mereka tidak mengizinkan aku untuk kuliah disana namun aku tetap bersikeras agar aku tetap bisa kuliah disana, aku mulai mencari informasi tentang bagaimana sistem pendidikan di universitas tersebut, beasiswa apa aja yang dikeluarkan oleh universitas tersebut, serta mencari tahu bagaimana budaya Aceh agar aku dapat menyesuaikan diri.
Karena aku tahu aku bukan dari kalangan orang berada aku mulai mendaftar Kipk universitas Syiah Kuala yang Alhamdulillah duit kipk nya bisa membantu biaya hidup aku 1 semester. Aku mulai mendaftar Snbt, aku memilih Universitas Syiah Kuala jurusan Teknik Pertanian pilih perama dengan mensinkronisasikan akun kipk, setelah menunggu beberapa bulan akhirnya pengumuman Snbt dan Alhamdulillah aku dinyatakan LULUS, jujur saja aku sangat kaget, aku langsung buru-buru pulang dari pasar untuk memeluk ibuku karena aku lulus, btw aku kerja di pasar untuk mengumpulkan ongkos kuliah jika aku di nyatakan lolos, nah setelah dinyatakan lolos aku mulai mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan, aku mengurusnya seorang diri, dan Alhamdulillah kipk yang aku daftar di terima alias aku juga dinyatakan LULUS yang dimana aku jelas sangat bahagia karena itu meringankan beban orang tua.
Karena kami lolos kipk kami diwajibkan untuk masuk asrama yang dimana itu kami datang ke kampus lebih awal dari maba yang lain, karena kami harus pengenalan asrama, aku pergi dari rumah ku di Sibolga seorang diri ke Aceh tanpa ditemani oleh ibuku, bayangkan betapa terkejutnya aku waktu pertama kali sampai di Aceh, ketika aku sudah sampai di asrama Usk aku naik becak ke dalam gedungnya karena mobil dilarang masuk ke dalam hanya boleh sampai luar saja, dan kebetulan aku naik becak sama orng Aceh tok-tok yang di mana dia tidak bisa berbahasa Indonesia, jujur saja aku sangat bingung mau menjawab apa namun Alhamdulillah nya dia kasih bahasa isyarat angka untuk tunai yang ingin di bayar.
Mungkin itu saja yang dapat saya ceritakan untuk perjuangan aku masuk ke universitas impian aku, terimakasih.
Gambar kelulusan Snbt
