"Mimpi itu gratis, maka bermimpilah setinggi mungkin walaupun menurutmu itu tidak mungkin terjadi", kalimat yang ayah berikan kepadaku setiap kali aku bermimpi tinggi untuk kuliah saat keadaan ekonomi mengancam mimpi itu.
Perjuanganku sebagai anak dari seorang ayah yang bekerja sebagai buruh harian lepas, yang tak pernah menyerah untuk menempuh pendidikan setinggi tingginya. Cita-citaku menjadi seorang perawat profesional yang bisa memberikan semangat untuk orang-orang yang terbaring di ruangan rumah sakit agar mereka memiliki semangat untuk sembuh dan menjalani hari-harinya dengan bahagia. Untuk meraih sebuah mimpi, ada perjuangan yang tidak mudah untuk dijalani. Perjuanganku untuk meraih mimpiku tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Ada proses yang begitu berat yang telah kulalui hingga bisa bertahan sampai detik ini.
Terlahir dari keluarga sederhana tidak memadamkan api semangatku untuk meraih cita-cita. Disaat teman sebayaku sibuk bermain dan nongkrong cantik di cafe-cafe, disaat itu pula aku sibuk mengusahakan diriku agar bertahan hingga lulus sekolah.
Aku memang terbilang miskin, namun aku cukup kaya akan semangat dan tekad untuk meraih cita-cita untuk bisa membanggakan dan membahagiakan orang tuaku.
Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA langkahku selalu diiringi orang-orang yang membantuku. Sehingga rasa malu datang karna langkah yang selalu diiringi bantuan orang lain. Siapa yang tak malu jika selalu mengharapkan bantuan orang lain karena tidak mampu. Akupun merenungkan hal itu, memutuskan untuk tidak meminta bantuan dari orang lain lagi. Aku berusaha, mencari celah di sebuah kesempitan, mencari cahaya di sebuah kegelapan. Percaya bahwa aku bisa berdiri sendiri tanpa harus selalu dibantu oleh orang lain. Aku memutuskan untuk membuka usaha dengan keterampilan yang aku miliki. Alhamdulillahnya aku bisa membuka usaha kecil-kecilan walaupun tidak berjalan lancar. Namun usaha tersebut terkadang tidak terlihat oleh orang lain. Orang lain yang hanya melihat hasil tanpa tahu proses yang telah dilalui, tanpa tahu berapa kali putus asa yang dirasa.Membuat buket, gelang dari manik-manik, jualan jajanan hingga menjahit sudah pernah aku coba untuk membantu meringankan beban orang tuaku. Walaupun tidak sepenuhnya meringankan setidaknya aku sudah berusaha dan bertahan hingga lulus SMA.
Sejak SD aku selalu mencoba untuk mempertahankan nilai. Menjadi murid dengan nilai yang bagus agar nantinya aku bisa melanjutkan ke perguruan tinggi impianku .
Bagi sebagian orang, nilai bukanlah segalanya. Tapi bagiku nilai itu adalah modal untuk lanjut ke jenjang yang lebih tinggi.
Hingga SMA aku mendapatkan kesempatan untuk mendaftar SNBP. Aku memilih prodi impianku, namun tak kutaruh harapan disana. Hingga saatnya pengumuman tiba. Syukur alhamdulillah pengumuman SNBP memberikan warna biru untukku.
Tak sia-sia rasanya aku memperjuangkan nilai sejak dulu. Memang tidak mudah tapi hasilnya indah. Aku lulus di pilihan pertamaku dan kampus impianku. Disaat orang lain meremehkan usaha yang telah kulakukan, ada hasil yang mungkin tak mereka inginkan. Aku membuktikan bahwa kejujuran dalam meraih prestasi tidak akan mengecewakan.
Prodi impian itu kini sudah menjadi milikku. Namun dibalik kegembiraan itu, terselip rasa ragu dan rasa bimbang untuk lanjut.. Prodi keperawatan dikenal dengan biayanya yang mahal. Untuk aku seorang anak buruh harian lepas hal itu bukanlah hal yang bisa dianggap enteng. Untungnya aku sudah mengusahakan Beasiswa yang kini tinggal menunggu hasil keputusan dari pihak kampus. Sekarang aku sedang bekerja untuk mendapatkan uang tambahan sebagai modal untuk awal kuliah dan membeli perlengkapan kuliah. Doaku semoga dengan usaha dan tekad keras ini, nantinya ada hasil yang membuat orang tuaku bangga. Orang tuaku adalah alasan aku bisa sekuat ini. Untuk melanjutkan kuliahku aku harus berusaha sendiri, bukan karena orang tuaku tidak ingin membiayaiku namun karena aku tidak ingin merepotkan mereka karena abangku juga sedang berkuliah. Kalian pasti tahu, tidak mudah bagi seorang ayah yang memiliki penghasilan yang sedikit namun harus membiayai anak-anaknya yang sedang berkuliah dan anak-anaknya yang masih kecil. Motivasiku juga muncul karena sebuah berita yang menceritakan seorang anak yang ayahnya bekerja sebagai sopir becak namun ia bisa menjadi dokter.
Keterbatasan ekonomi memang seringkali merenggut mimpi seorang anak, sehingga ikhlas adalah jalan terakhir yang terkadang mereka lakukan. Tidak mudah bagi seseorang yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk bisa melangkah lebih jauh demi menggapai cita cita. Yakinlah bahwa sesuatu yang kamu inginkan akan kamu dapatkan dengan usaha kamu sendiri. Jangan pernah menyerah sebelum semuanya dimulai, ini baru permulaan. Ini baru langkah awal untuk menuju kesuksesan. Meskipun jalan untuk menuju kesuksesan bagi setiap orang berbeda dan tidaklah harus lewat jalur kuliah. Namun tidak ada anak yang tidak ingin merasakan indahnya menuntut ilmu setinggi tingginya. Banyak mimpi yang harus dikubur akibat keterbatasan. Bangkitlah teman-teman, kejarlah cita-citamu dan gapailah mimpimu. Masih ada jalan untuk bisa lanjut ke perguruan tinggi dengan memanfaatkan beasiswa. Kini sudah banyak sekali beasiswa yang dibuka. Dengan usaha dan doa kalian, pasti akan mendapatkan hasil yang kamu inginkan. Jangan takut untuk mencoba suatu hal. Karna hal kecil sangat berpengaruh untuk masa depanmu.
Jika kisahku bisa dipublikasikan aku ingin anak-anak yang sedang menempuh pendidikan tetapi memiliki keterbatasan sepertiku tetap mempunyai semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikannya, kita semua hebat dengan cara dan usaha kita masing masing.
Berusahalah mencari celah dalam kesempitan yang kamu miliki, jangan pernah menyerah untuk sebuah cita-cita yang kamu impikan. Harapan terbesarku adalah tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya hanya karena masalah ekonomi. Aku tidak ingin ceritaku ini menjadi cerita adik-adikku dan cerita orang lain. Memang terkadang rasa putus asa muncul ketika kita sedang tertimpa masalah, namun dengan doa dan usaha insya Allah semua akan berjalan dengan baik. Semangat untuk para pejuang pendidikan. Semoga kesuksesan akan segera mendatangimu dan membalas semua usaha serta kerja kerasmu.
tambahan sebagai modal untuk awal kuliah dan membeli perlengkapan kuliah. Doaku semoga dengan usaha dan tekad keras ini, nantinya ada hasil yang membuat orang tuaku bangga. Orang tuaku adalah alasan aku bisa sekuat ini. Untuk melanjutkan kuliahku aku harus berusaha sendiri, bukan karena orang tuaku tidak ingin membiayaiku namun karena aku tidak ingin merepotkan mereka karena abangku juga sedang berkuliah. Kalian pasti tahu, tidak mudah bagi seorang ayah yang memiliki penghasilan yang sedikit namun harus membiayai anak-anaknya yang sedang berkuliah dan anak-anaknya yang masih kecil. Motivasiku juga muncul karena sebuah berita yang menceritakan seorang anak yang ayahnya bekerja sebagai sopir becak namun ia bisa menjadi dokter.
Keterbatasan ekonomi memang seringkali merenggut mimpi seorang anak, sehingga ikhlas adalah jalan terakhir yang terkadang mereka lakukan. Tidak mudah bagi seseorang yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk bisa melangkah lebih jauh demi menggapai cita cita. Yakinlah bahwa sesuatu yang kamu inginkan akan kamu dapatkan dengan usaha kamu sendiri. Jangan pernah menyerah sebelum semuanya dimulai, ini baru permulaan. Ini baru langkah awal untuk menuju kesuksesan. Meskipun jalan untuk menuju kesuksesan bagi setiap orang berbeda dan tidaklah harus lewat jalur kuliah. Namun tidak ada anak yang tidak ingin merasakan indahnya menuntut ilmu setinggi tingginya. Banyak mimpi yang harus dikubur akibat keterbatasan. Bangkitlah teman-teman, kejarlah cita-citamu dan gapailah mimpimu. Masih ada jalan untuk bisa lanjut ke perguruan tinggi dengan memanfaatkan beasiswa. Kini sudah banyak sekali beasiswa yang dibuka. Dengan usaha dan doa kalian, pasti akan mendapatkan hasil yang kamu inginkan. Jangan takut untuk mencoba suatu hal. Karna hal kecil sangat berpengaruh untuk masa depanmu.
Jika kisahku bisa dipublikasikan aku ingin anak-anak yang sedang menempuh pendidikan tetapi memiliki keterbatasan sepertiku tetap mempunyai semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikannya, kita semua hebat dengan cara dan usaha kita masing masing.
Berusahalah mencari celah dalam kesempitan yang kamu miliki, jangan pernah menyerah untuk sebuah cita-cita yang kamu impikan. Harapan terbesarku adalah tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya hanya karena masalah ekonomi. Aku tidak ingin ceritaku ini menjadi cerita adik-adikku dan cerita orang lain. Memang terkadang rasa putus asa muncul ketika kita sedang tertimpa masalah, namun dengan doa dan usaha insya Allah semua akan berjalan dengan baik. Semangat untuk para pejuang pendidikan. Semoga kesuksesan akan segera mendatangimu dan membalas semua usaha serta kerja kerasmu.
